ULASAN GAWAI

Mengadu kecanggihan kamera P20 Pro dengan Pixel 2 XL

89
P20 Pro
6GB - 128GB
Rp 11.999.000
RATING
  • DESAIN 85
  • DISPLAI 85
  • FITUR 90
  • KINERJA 90
  • MULTIMEDIA 90
  • KAMERA 95
  • BATERAI 95
  • HARGA 80
Google Pixel 2 XL dan Huawei P20 Pro
Google Pixel 2 XL dan Huawei P20 Pro | Ivan /Beritagar.id

Pasar kamera poket diprediksi makin merosot. Business Wire, Mei 2018, memperkirakan penurunan akan mencapai 11,5 persen dari 2017 ke 2023.

Penurunan tidak lain karena popularitas ponsel berkamera dari berbagai jenama. Bahkan kamera pada ponsel-ponsel terkini pun kian canggih.

Pada 2017, misalnya, Google Pixel 2 XL mampu menunjukkan kepada dunia bahwa hanya dengan satu kamera tetap mampu mengalahkan para pesaing. Ketika itu, kebanyakan ponsel menggunakan kamera ganda yang mampu menghasilkan foto blur atau bokeh.

Kemudian pada 2018, Huawei melanjutkan kesuksesan kamera gandanya dengan meluncurkan P20 Pro--ponsel tiga kamera di sisi belakang. P20 Pro juga memiliki kemampuan kamera berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diklaim sebagai kamera ponsel profesional.

Bagaimana performa tiga kamera pada P20 pro? Meja redaksi Beritagar.id kebetulan kedatangan Huawei P20 Pro berwarna Twilight dari mitra Indokom. Berikut perbandingan kamera P20 Pro dengan Pixel 2 XL yang sudah digunakan Beritagar.id selama beberapa hari.

Spesifikasi:

  • P20 Pro: tiga kamera belakang ; Pixel 2 XL: satu kamera belakang.
  • P20 Pro: 40MP RGB & f/1.8 ; 20MP Monokrom & f/1.8 ; 8MP Telefoto & f/2.4.
  • Keduanya memiliki Optical Image Stabilisation (OIS), phase-detection autofocus (PDAF), dan LED flash.

Resolusi dan ketajaman

Megapiksel (MP) adalah kata sakti yang mampu memikat jutaan orang dalam membeli kamera. Kata ini kerap digunakan sebagai kata kunci pencarian, tapi tidak ada kejelasan untuk akan digunakan untuk keperluan apa.

Anggapan umum menyebutkan bahwa semakin besar MP pada sebuah kamera maka kualitas foto yang dihasilkan akan semakin baik. Jika Anda beranggapan demikian, Anda salah mengartikan.

MP hanya sebuah kumpulan piksel yang dapat ditampilkan dan ditangkap oleh kamera ponsel. Besaran MP dalam suatu kamera tak cukup menentukan kualitas foto, melainkan untuk memastikan ukuran dan kualitas foto saat dicetak.

Google Pixel 2 XL
Google Pixel 2 XL | Ivan /Beritagar.id
Huawei P20 Pro
Huawei P20 Pro | Ivan /Beritagar.id

Pixel 2 XL dengan resolusi kamera 12,2 MP mungkin terdengar sederhana, tapi sudah mampu menghasilkan foto yang bagus dan tajam. Foto di atas memperlihatkan potret gedung dengan mode normal dengan hasil bagus dan jelas meski warnanya suram.

Sebaliknya sensor 40MP pada P20 Pro justru terkesan agak berlebihan, apalagi jika jarang digunakan pada resolusi penuh. P20 Pro tentu mampu menghasilkan foto yang bagus dan tajam, tapi warna lebih cerah dibanding kinerja Google.

Jadi, hanya itu perbedaan. Kamera pada dua ponsel tersebut tetap mampu menangkap gambar detail dengan baik, termasuk kondisi tembok gedung, ketika hasil foto mengalami zoom.

Harus diakui bahwa resolusi kamera 40 MP pada P20 Pro cukup orisinil. Bila mengambil foto dengan format JPG, ukuran file hanya 6MB. Bila menggunakan mode pro berformat RAW, ukuran file pun membengkak hingga hampir 80 MB.

Pembesaran optik

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan).
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan). | Ivan /Beritagar.id

Lensa ketiga P20 Pro mampu menawarkan kinerja tiga kali lipat dari dua lensa lainnya. Sedangkan Pixel 2 XL tidak memiliki kamera kedua, tapi menggunakan Google Rapid dan Accurate Image Super-Resolution (RAISR) yang menggabungkan pembelajaran mesin untuk menghasilkan versi berkualitas tinggi dari gambar beresolusi rendah.

Setelah menggunakan keduanya, saya harus mengatakan Huawei mampu melibas Google di sektor ini. Memiliki lensa perbesaran khusus, foto yang dihasilkan dalam hal detail tidak tertandingi.

Pada foto di atas, mesin AC pada P20 Pro masih terlihat lumayan jelas bentuknya dibandingkan pada Pixel 2 XL yang agak buram.

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) | Ivan /Beritagar.id

Jika mengambil foto dengan resolusi maksimal 40 MP pada P20 Pro, fitur zoom otomatis tidak berfungsi. Sementara jika ingin menggunakan fitur 3x optical zoom dan 5x hybrid zoom, resolusi terpaksa diturunkan.

Kondisi cahaya minim (low-light)

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) | Ivan /Beritagar.id

Bisa menangkap foto dalam kondisi cahaya minim atau redup boleh jadi fitur dambaan para penggemar fotografi. P20 Pro punya kemampuan itu.

Kameranya sukses bikin ngiler. Tapi perlu dicatat, hasilnya bakal lebih istimewa bila ada cahaya lampu. Jadi pas memotret dalam kondisi low-light, kamera P20 Pro bisa menangkap cahaya lebih banyak karena punya teknologi Pixel Fusion.

Huawei juga menyediakan fitur night mode. Mode ini butuh waktu 4 detik untuk menangkap gambar, sehingga hasilnya lebih istimewa. Namun, saya sarankan jaga tangan dari bergetar (tremor) saat menggunakan mode ini.

Sebaliknya dengan Pixel 2 XL. Google sudah bekerja dengan baik untuk mengurangi banyak noise gambar, terutama pada area bayangan. Namun tetap belum sepenuhnya memuaskan.

Pixel 2 XL juga kehilangan banyak warna ketika dipakai dalam kondisi cahaya minim. Sebaliknya, P20 Pro memberikan gambar lebih bersih, noise gambar lebih sedikit, dan warna lebih keluar.

Huawei juga jauh lebih baik dalam menghilangkan flare lensa daripada Google. Alhasil mampu menghasilkan foto yang lebih bersih dan lebih baik.

Jadi, untuk urusan low-light, saya menyimpulkan P20 Pro jauh lebih unggul dibandingkan Pixel 2 XL.

Mode portrait

Ini adalah salah satu mode yang wajib ada pada hampir semua ponsel terkini. Mode ini juga dikenal dengan efek bokeh yang disebabkan oleh besaran sensor dan bukaan lensa.

Efek bokeh ini berguna untuk memilih objek utama tampak lebih mencolok dibandingkan dengan latar belakang atau objek lain. Namun, untuk menghasilkan efek ini secara konvensional diperlukan sensor yang besar--hal yang sulit dicapai dengan sebuah kamera ponsel.

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) | Ivan /Beritagar.id

Mode portrait pada P20 Pro bisa menghasilkan efek bokeh yang lumayan rapi untuk saat ini. Saat bertemu dengan objek yang rumit, efek bokehnya tergolong rapi. Begitu juga saat memotret bokeh dengan cahaya kurang memadai, noise-nya masih dalam batas wajar.

Uniknya, kemampuan efek bokeh Pixel 2 XL tidak kalah dari P20 Pro. Meski hanya berlensa tunggal, kecepatan dan akurasi Pixel 2 XL tak kalah juara.

Selama objek foto dan kamera tidak terlalu jauh, efek bokeh bakal selalu berhasil dan prosesnya berlangsung dengan cepat.

Setelah pengambilan foto, perangkat lunak kameranya bakal bekerja untuk menyempurnakan efek bokehnya hanya dalam waktu 2-4 detik. Setelah itu, sistem akan menyediakan dua hasil foto; dengan atau tanpa efek bokeh.

Misalnya pada dua helai garis rambut di sebelah kiri foto di atas, Pixel 2 XL mampu memprosesnya hingga terlihat rapi. Sedangkan pada P20 pro, hasil foto masih terlihat minus di sisinya sehingga hasilnya kurang jelas atau blur.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)

Fitur unggulan lain P20 Pro adalah kecerdasan buatan (AI). Ponsel ini memiliki unit pemrosesan saraf (NPU) sebagai bagian dari cip Kirin 970 yang disebut Huawei sebagai Master AI.

Master AI diklaim mampu mengenali 500 jenis adegan (scenes) dalam 18 kategori berbeda. Saat diaktifkan, fitur ini bisa mengoptimalkan kamera untuk menangkap momen-momen tertentu dengan mengubah mode kamera secara otomatis.

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) | Ivan /Beritagar.id

Misalnya saat mengenal objek makanan, mode portrait bakal langsung aktif. Begitu juga ketika mendeteksi objek langit atau awan, pohon atau daun, wajah, teks atau dokumen, mode kameranya bakal berganti secara otomatis.

Cara kerja AI ini sebenarnya sederhana. Perangkat lunak kamera bakal meningkatkan saturasi dan ketajaman saat mendeteksi berbagai objek tadi sehingga hasil tangkapan bakal sangat tajam.

Misalnya adalah foto di bawah; langit menjadi sangat biru saat menggunakan Huawei. Sebaliknya ketika menggunakan ponsel Google yang menghasilkan warna apa adanya-- lebih hangat alias lebih alami.

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) | Ivan /Beritagar.id

Jadi, warna yang terlampau tajam hasil kerja AI Huawei tentu tidak nyata (real). Bahkan foto itu terkesan sudah disunting.

Jadi, kesimpulannya, AI pada P20 Pro bakal berguna untuk mereka yang hobi menyunting foto tanpa repot untuk keperluan Instagram. Namun, tidak semua hasil foto AI terlihat bagus--contohnya foto makanan di bawah ini.

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) | Ivan /Beritagar.id

Pada foto sebelah kiri (Huawei P20 Pro), foto masih terlihat jelas tapi tidak detail karena saturasinya terlalu tinggi. Sementara pada foto kanan, kerja Pixel 2 XL masih tetap menunjukkan detail meski fotonya kurang terang.

Perhatikan bagian kuning telur. Detailnya dari Pixel 2L jauh lebih baik dibanding P20 Pro.

Kamera depan

Untuk kamera depan, P20 Pro dipersenjatai dengan kamera beresolusi 24 MP dengan bukaan f/2.0. Sayangnya kamera depan P20 Pro ini belum dilengkapi autofocus. Sedangkan Pixel 2 XL hanya dibekali kamera depan beresolusi 8MP.

Kamera depan P20 Pro juga sudah bisa menghasilkan foto bokeh, seperti kebanyakan ponsel flagship kekinian. Sama seperti kamera belakangnya, kamera depan ponsel ini juga sudah dibekali dengan fitur 3D Lightning.

Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) (mode beauty: mati)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) (mode beauty: mati) | Ivan /Beritagar.id
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) (mode beauty: nyala)
Huawei P20 Pro (kiri) & Google Pixel 2 XL (kanan) (mode beauty: nyala) | Ivan /Beritagar.id

Kualitasnya cukup baik dan terang. Detail, warna, dan dynamic range cukup baik. Bahkan efek beauty tetap mampu membuat wajah mulus kendati sudah diatur menjadi 0.

Tapi dalam hal kamera depan, Pixel 2 XL lebih layak dipilih. Mengapa begitu? Karena hasilnya lebih hangat dan bokehnya lebih rapi. Bahkan rambut di sisi kiri dan kanan masih terlihat jelas alias tidak bocor.

Fokus

Bukan hanya kualitas gambar saja yang penting, tentu saja saat pengambilan gambar juga sama pentingnya. Google dan Huawei sama-sama menawarkan PDAF untuk fokus yang lebih cepat dan mereka pun punya kualitas kecepatan yang sama.

Kesimpulan

Harus diakui, Huawei P20 Pro adalah ponsel berkamera terbaik untuk saat ini setelah Pixel 2 XL. Kamera tersebut bisa digunakan untuk pemotretan dalam cahaya minim, cepat membuka aplikasi kamera dan pengambilan fokus, serta kerja zoom sangat baik.

Namun terlepas dari semuanya, saya memilih Pixel 2 XL. Google mampu memproses gambar lebih halus daripada Huawei dan warnanya lebih hangat serta alami. Dan perlu diingat, Pixel 2 XL mencapai kinerja itu hanya dengan satu kamera.

Selain itu, kecerdasan buatan P20 Pro kadang-kadang bisa menyebabkan masalah, dengan terlalu banyak saturasi dan pengenalan scene otomatis yang tidak selalu akurat.

Indokom
Indokom | Beritagar.id
BACA JUGA