ULASAN GAWAI

Gear Sport, peneman yang berguna untuk ponsel pintar

78
Gear Sport
RATING
  • DESAIN 80
  • DISPLAI 95
  • FITUR 80
  • FUNGSIONALITAS 75
  • BATERAI 65
  • HARGA 70
Samsung Galaxy Gear Sport
Samsung Galaxy Gear Sport | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Nama Samsung memang lebih melekat pada ponsel pintar jajaran kelas atas seperti seri Galaxy S dan Note. Namun, jenama Korea Selatan ini terus membangun ekosistem Internet of Things (IoT) dalam portofolio produk mereka. Salah satunya gawai sandangan (wearable).

Samsung memiliki seri pelacak kebugaran dan jam tangan pintar yang sudah mencapai seri ketiga dengan Gear S3.

Pada paruh kedua tahun lalu Samsung mencoba untuk melahirkan seri baru lagi dalam rupa jam tangan pintar yang fokus dengan kegiatan olahraga bernama Gear Sport.

Kebetulan Beritagar.id baru mendapat kesempatan untuk mencoba gawai sandangan yang dibanderol dengan harga 3 jutaan tersebut.

Apakah jam tangan pintar dengan spesialisasi kegiatan olahraga ini masih mumpuni untuk dimiliki setelah usai menjalani masa hidup satu tahun? Berikut ulasannya:

Spesifikasi

  • Layar: Layar sentuh Super AMOLED 1,2 inci resolusi 360 x 360 piksel
  • Kapasitas memori: 4GB
  • Tahan air: 5 ATM (50 meter)
  • Tali: standar ukuran 20mm
  • Konektivitas dan sensor: WiFi, Bluetooth 4.2, GPS, Gyro, HR optik, barometer, NFC, akselerometer
  • Dimensi: 42,9 x 44,6 x 11,6 mm; bobot 67gram
  • Baterai: 300mAh
  • Sistem operasi: Tizen OS 3
Isi paket penjualan Samsung Gear Sport
Isi paket penjualan Samsung Gear Sport | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Desain

Memang jam tangan ini menyandang nama dan kesan yang “Sport”, tetapi nyatanya jam tangan pintar ini masih terlihat klasik sekaligus elegan dengan material metal mengilap bagian muka serta plastik di bagian dalam. Nuansa sporty terlihat dari tali yang terbuat dari karet. Dalam paket penjualan disertakan dua pilihan panjang tali.

Namun, saya dapat katakan bahwa Gear Sport memiliki desain yang maskulin. Sekilas masih mengusung satu bahasa desain dengan Gear S3, terlebih dengan dimensi yang besar, terasa kurang cocok jika digunakan untuk pengguna perempuan.

Bagian bawah Gear Sport yang terisi dengan sensor HR optik
Bagian bawah Gear Sport yang terisi dengan sensor HR optik | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Saat dipegang, terasa material yang digunakan berkualitas dan konstruksinya kokoh. Unit ulasan yang saya terima ini sudah tidak dalam kondisi yang seratus persen mulus. Pada bodi jam sudah terlihat beberapa cacat akibat penggunaan sehari-hari. Namun, meski demikian semua fungsional jam masih dapat bekerja dengan baik.

Sebagai contoh cincin bezel yang menjadi motor penggerak dalam antarmuka masih terasa presisi dalam setiap gerakan. Dua tombol yang ada di sisi kanan jam juga masih responsif ketika ditekan. Samsung menambahkan material karet di atasnya sehingga kesat dan nyaman untuk kedua tombol ini ditekan-tekan.

Dua tombol fisik di sisi kanan yang berlapis karet
Dua tombol fisik di sisi kanan yang berlapis karet | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Selain memberikan kesan kokoh dan berkualitas tinggi, material metal sebenarnya juga menjadi hal yang kurang cocok. Maksud saya di sini adalah Gear Sport diposisikan sebagai gawai untuk olahraga yang jelas akan “bersahabat” dengan keringat dan air. Namun, permukaan bodi yang mengilat, maka jika tidak langsung dibersihkan bodi metal tersebut akan sangat mudah menempel bercak yang membuatnya menjadi kurang enak dipandang.

Satu hal lagi yang saya keluhkan adalah tali. Ya, Samsung sudah tepat memberikan material karet untuk tali, tetapi saya merasa teksturnya terlalu lunak sehingga butuh waktu ketika memasang dan melepaskan tali.

Dua gelang pengaman lebihan tali yang sangat ketat
Dua gelang pengaman lebihan tali yang sangat ketat | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Fungsionalitas

Layaknya gawai sandangan Samsung lainnya yang menggunakan sistem operasi Tizen, antarmuka Gear Sport juga mengusung elemen desain bundar-bundar. Antarmukanya seperti ponsel yang terbagi dalam dua bagian utama yaitu homescreen dan laci aplikasi-aplikasi yang terpasang.

Anda dapat mengisi hingga 10 laman homescreen yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan akan fitur yang ada atau ditambahkan.

Antarmuka Gear Sport dengan pilihan homescreen dan jendela akses cepat
Antarmuka Gear Sport dengan pilihan homescreen dan jendela akses cepat | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Produk ini menggunakan panel layar Super AMOLED, maka mayoritas tampilan menggunakan latar hitam. Hal ini juga membuat tampilan di layar mudah dilihat karena kontras warnanya.

Dengan fokus di olahraga, maka tidak heran beragam fitur disematkan di sini, mulai yang paling dasar dalam pencatatan aktivitas harian seperti tidur, jumlah langkah, jumlah lantai yang dinaiki, hingga detak jantung. Semua pencatatan dapat ditampilkan dalam sebuah laporan harian "24 jam terakhir" yang mudah dipahami.

Tampilan laci aplikasi dan saat bermain gim
Tampilan laci aplikasi dan saat bermain gim | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Gear Sport menyediakan masukkan teks dengan format papan ketik klasik ponsel fitur, juga dukungan akan jaringan WiFi
Gear Sport menyediakan masukkan teks dengan format papan ketik klasik ponsel fitur, juga dukungan akan jaringan WiFi | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kemudian, jika Anda melakukan aktivitas spesifik dan membutuhkan pencatatan ke tingkat berikutnya, Gear Sport dapat memanfaatkan GPS untuk mencatat aktivitas seperti berlari, berjalan, mendaki, bersepeda, berenang. Tidak berhenti di situ pencatatan dapat juga dilakukan saat Anda melakukan latihan berbasis mesin dan latihan langkah demi langkah dalam latihan beban bebas.

Data-data yang dicatat tidak mutlak harus disimpan di ekosistem Samsung—dalam hal ini S Health. Penggunanya dapat memanfaatkan platform kebugaran lain seperti dari Under Armour, MyFitnessPal, dan lain-lain.

Samsung Gear Sport dapat dihubungkan dengan ponsel Android minimal versi 4.4 dan iOS minimal versi 9. Tentu semua fitur dan kemudahan hadir jika Anda juga pengguna ponsel pintar Samsung.

Sebab, untuk jenama ponsel Android lain dibutuhkan sejumlah aplikasi tambahan yang harus terpasang sebelum jam tangan ini terhubung dengan sempurna dengan ponsel.

Lalu, seperti biasa, akan dapat sejumlah batasan fitur jika gawai dihubungkan ke sistem operasi iOS. Salah satu contohnya adalah hilangnya kemampuan untuk melakukan balasan langsung dari jam ketika mendapat notifikasi pesan.

Sistem operasi Tizen juga harus diakui masih kalah dalam urusan kelengkapan koleksi aplikasi pihak ketiga--dibandingkan Android Wear. Untungnya beberapa aplikasi populer sudah mampir di sini, seperti Spotify yang berikan fitur pemutaran musik secara luring langsung dari jam ke headset Bluetooth.

Baterai

Baterai di Samsung Gear Sport bertahan hingga dua hari dalam kondisi terhubung dengan ponsel tanpa mengaktifkan konektivitas WiFi. Angka ini terbilang biasa saja, bukan sesuatu yang dapat dibanggakan. Untuk lebih amannya, ketika saya memiliki hari-hari yang padat, jam tangan ini harus saya cas setiap hari agar tidak kehabisan daya di tengah hari berikutnya.

Hal paling menyebalkan, menurut saya, adalah meski daya tahannya tidak luar biasa, tetapi durasi pengisian daya baterai Gear Sport lumayan lama. Jika benar-benar habis, dibutuhkan waktu hingga dua jam setengah dengan aksesori cas nirkabel hingga baterai penuh.

Kesimpulan

Samsung mungkin lebih mudah untuk menarik para konsumen masuk ke dalam ekosistem IoT, ketimbang jenama lain, Garmin contohnya. Hal ini mengingat kini pangsa pasar ponsel Android mereka besar. Dengan kemudahan dan kenyamanan koneksi serta kemaksimalan fitur, maka akan menjadikan Gear Sport sebuah “perkenalan” baik bagi mereka yang masih awam akan gawai sandangan.

Bagusnya lagi, Gear Sport mampu untuk diajak melakukan pencatatan yang lebih mendetail untuk aktivitas tersegmen berkat kehadiran GPS dan daya tahan akan air hingga kedalaman 50 meter. Sebenarnya, Gear Sport dapat dijadikan alat pembayaran Samsung Pay berkat keberadaan NFC, namun sayang di Indonesia fitur ini hanyalah sebuah hiasan belaka.

Dengan harga yang tidak terlalu tinggi di kelasnya, saya merasa bahwa Samsung Gear Sport masih dapat diandalkan sebagai gawai peneman ponsel pintar meski sudah berumur hampir satu tahun sejak diperkenalkan.

Performanya masih mumpuni dalam melakukan pencatatan dan penghantaran notifikasi. Belum lagi konstruksi yang kokoh, memberikan perasaan tersendiri dalam menggunakannya sehari-hari.

Kelebihan

  • Layar yang memanjakan mata
  • Kaya fitur
  • Pencatatan yang lengkap
  • Konstruksi yang kokoh

Kekurangan

  • Daya tahan baterai kurang memuaskan
  • Proses cas yang lama
  • Desain yang tidak bersahabat untuk kaum perempuan
BACA JUGA