ULASAN GAWAI

Performa Galaxy J6+ yang ala kadarnya

71
Galaxy J6+
RAM 3GB ROM 32GB
Rp 2.800.000
RAM 4GB ROM 64GB
Rp 3.500.000
RATING
  • DESAIN 80
  • DISPLAI 70
  • FITUR 75
  • KINERJA 55
  • MULTIMEDIA 70
  • KAMERA 75
  • BATERAI 70
  • HARGA 75
Samsung Galaxy J6+
Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Berbeda bungkus dengan seri A, Galaxy J ditempatkan Samsung sebagai gawai pengisi ceruk ponsel pintar terjangkau, tetapi kaya fitur. Salah satunya adalah Samsung Galaxy J6+ yang datang ke meja redaksi Beritagar.id.

Seri J juga menjadi lini vendor Korea Selatan ini untuk bersaing dengan vendor ponsel pintar lain di kelas menengah yang dipadati oleh jenama Tiongkok. Oleh karena itu, fitur dan desain terkini menjadi syarat untuk bisa bertarung.

Galaxy J6+ hadir dalam dua pilihan model. Pertama adalah dengan kapasitas RAM 3GB dan memori internal atau ROM 32GB seperti unit ulasan ini. Kedua adalah model dengan kapasitas RAM 4GB dan ROM 64GB.

Selisih harga keduanya cukup jauh. J6+ model dasar dibanderol dengan harga Rp2,8 juta. Sedangkan model di atasnya dibanderol dengan harga Rp3,5 juta. Padahal, tidak ada perbedaan lain selain kapasitas memori saja.

Meski ada yang beranggapan bahwa ponsel pintar Samsung di kelas menengah ke bawah kurang bagus jika dibandingkan dengan jenama lain, tapi nyatanya nama besar masih menjadi daya tarik.

Namun, apakah pantas ponsel J6+ ini bersaing di pasar ponsel dua sampai 3 jutaan yang semakin padat? Berikut ulasannya.

Spesifikasi Galaxy J6+:

  • GSM/HSPA/LTE
  • Dual SIM
  • Layar LCD IPS 6 inci (18,5:9) HD+( 720x1480 piksel)
  • Samsung Experience 9.5 (Android 8.1 Oreo)
  • Prosesor Snapdragon 43f0 delapan inti 1,4 GHz
  • RAM 3GB/4GB an ROM 32GB/64GB (kartu memori slot terdedikasi)
  • Kamera belakang 13MP (f/1,9, AF) & 5MP (f/2,2) LED flash
  • Kamera depan 8MP, f/1,9 LED flash
  • Sensor sidik jari, microUSB
  • Baterai 3.300 mAh
Isi paket penjualan Samsung Galaxy J6+
Isi paket penjualan Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bodi minimalis dengan material plastik

Seri J memang bukan koleksi ponsel dengan desain yang “wah”, seperti J6+ ini. Berbalut material plastik mengilap di sekeliling J6+ terlihat bermain aman dalam urusan desain. Bodinya kotak saja dengan sudut-sudut tumpul.

Bagian belakang mungkin paling menarik perhatian, karena memiliki motif seperti cermin buram. Unit ulasan yang saya terima berwarna merah, sehingga kilau yang dihasilkan ketika terkena sinar sangatlah menarik mata.

Bagian depan dan belakang Samsung Galaxy J6+
Bagian depan dan belakang Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Saat diangkat dari dalam kotak, tidak terasa citra premium karena tidak ada penggunaan material seperti metal atau kaca—selain di bagian layar. Satu hal yang saya rasakan adalah kualitas pembuatan yang cukup kasar, tidak serapi ponsel-ponsel Samsung sebelumnya.

Contohnya, pada bagian bingkai plastik penghubung bodi beakang dengan panel layar. Di bagian ini saat saya raba terasa adanya titik-titik kasar seperti sisa lem perekat. Memang tidak mengganggu visual secara keseluruhan, tapi saya mengharapkan standar yang lebih tinggi dari Samsung.

Bagian sisi-sisi Samsung Galaxy J6+
Bagian sisi-sisi Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bodi J6+ memiliki dimensi 76.9 x 161.4 x 7.9mm (178gram), tergolong cukup besar dan sesuai dengan ukuran layarnya yang mencapai 6 inci.

Layarnya bukan AMOLED sehingga tampilannya tidak sekontras "saudaranya", tapi layar ini masih tergolong baik kualitasnya dalam menampilkan isi di bawah paparan sinar matahari.

Hal yang unik adalah, seri J6+ ini memiliki sensor sidik jari yang berpindah, melebur dalam tombol daya. Konsep desain seperti ini sebelumnya ditemukan pada ponsel pintar Sony sejak beberapa tahun yang lalu.

Kamera belakang ganda plus lampu kilat LED duduk sedikit menonjol, menyatu dengan panel belakang berbahan polikarbonat yang rentan terhadap noda dan goresan.

Samsung juga masih menganut paham anti-poni sehingga bagian muka dapat ditemukan layar yang berbentuk persegi panjang sempurna.

Di bingkai sisi kanan, terdapat pengeras suara mono dan tombol daya/kunci. Pada tepi bingkai kiri,dapat ditemukan tombol volume, baki sim ganda, dan baki kartu microSD terpisah. Lalu, di bagian bawah terdapat lubang microUSB, mikrofon, dan headset 3,5mm.

Antarmuka sejajar

Dasarnya Samsung Galaxy J6+ berjalan di sistem operasi Android Oreo 8.1, tetapi dibungkus dengan tampilan Samsung Experience 9.5. Bungkusan ini memberi sejumlah fitur tambahan sekaligus tetap mempertahankan alur navigasi sederhana khas Google.

Ada beberapa aplikasi tambahan yang disematkan, selain aplikasi-aplikasi wajib Google di Android, sebut saja Samsung Notes untuk menyimpan catatan, Samsung Max untuk mengelola koneksi internet, Game Launcher untuk meningkatkan pengalaman bermain gim, Galaxy Apps sebagai toko aplikasi alternatif, dan Microsoft Office.

Antarmuka Samsung Galaxy J6+
Antarmuka Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Ada banyak fitur tambahan yang dapat ditemukan dalam menu pengaturan. Anda bisa memilih untuk menyusun ulang susunan tombol navigasi atau menyembunyikannya dan mengusap ke atas di masing-masing tempat untuk memicu aksinya.

Ada juga fitur Dual Messenger untuk menggandakan aplikasi tertentu seperti WhatsApp, filter cahaya biru pada layar, mode antarmuka mudah, dan lainnya.

Performa minimalis

Untuk pasar Indonesia, Galaxy J6+ dibekali prosesor Snapdragon 430. Digabung dengan RAM 3GB dan memori internal 32GB pada unit ulasan yang saya pegang, performanya tidak mengesankan. Dalam kondisi baru dinyalakan tanpa memasang aplikasi tambahan saja detik-detik pertama ponsel memberikan performa yang banyak sendatan (lag). Belum lagi adanya jeda saat mengubah posisi layar dari vertikal atau horizontal.

Untuk penggunaan media sosial dan streaming ponsel mampu berikan performa yang cukup baik. Namun, saya khawatir dalam penggunaan jangka panjang dengan memori yang semakin terisi, apakah J6+ masih dapat memberikan pengalaman yang layak.

Belum lagi jika calon pengguna adalah penggemar gim berat seperti PUBG yang memiliki grafik 3D bagus. Karena saat saya mencoba memainkan gim “Tekken”, saya kurang bisa menikmati karena tampilan yang patah-patah, sehingga mengganggu aksi-aksi yang saya lontarkan saat melawan musuh.

Performa sensor keamanannya juga tidak masuk ke golongan cepat. Ada jeda yang dibutuhkan sebelum ponsel mampu membuka ponsel setelah merekam data biometrik/sidik jari. Untuk mode pengenalan wajah, jangan harap bisa digunakan dalam kondisi rendah cahaya.

Berikut beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark:

  • AnTuTu Benchmark: 38641
  • Geekbench 4: 634 (single-core) 1613 (multi-score)
  • 3D Mark Sling Shot : 64
  • PC Mark: 3233 (Work 2.0)
Hasil benchmark Samsung Galaxy J6+
Hasil benchmark Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kamera dual kekinian

Galaxy J6+ dibekali dua kamera di bagian belakang. Satu beresolusi 13MP dan satu lagi 5MP untuk fungsi kedalaman gambar atau untuk pengaplikasian fitur bokeh. Kedua sensor memiliki bukaan masing-masing f/1.9 dan f/2.2. Di depan, Anda disediakan sensor 8MP dengan bukaan f/1.9 untuk swafoto yang lebih terang di lingkungan redup.

Antarmuka kameranya senada dengan ponsel Samsung baru lain tahun 2018. Ada mode Live Focus yang mengizinkan Anda untuk mengatur tingkat keburaman setelah foto diambil. Ada juga mode Pro yang hanya menyediakan pengaturan manual tingkat bukaan, ISO, dan white balance.

Kamera dual di bagian belakang Samsung Galaxy J6+
Kamera dual di bagian belakang Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kamera belakang mampu mereproduksi warna cukup akurat, meski terkadang berkarakter dingin dan noise masih terlihat untuk area gelap di foto. Urusan fokus, kamera ini dapat mengunci fokus dengan cukup cepat di lingkungan kaya cahaya. Hasil mode Live Focus juga terbilang rapi dengan keburaman yang natural tidak berlebihan dalam pengaturan awal.

Untuk pemotretan malam atau rendah cahaya, jangan berharap banyak. Hasil cukup terang, tetapi kesulitan yang saya alami adalah untuk menghasilkan foto yang tidak buram akibat goncangan. Pemotretan swafoto mengaktifkan mode “cantik”, menghasilkan foto yang masih cukup natural, tidak seperti boneka plastik.

Hasil kamera belakang Samsung Galaxy J6+
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy J6+
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy J6+ | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy J6+ dalam mode Live Focus
Hasil kamera belakang Samsung Galaxy J6+ dalam mode Live Focus | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera depan Samsung Galaxy J6+ dengan mode beauty aktif (kiri) dan tidak (kanan)
Hasil kamera depan Samsung Galaxy J6+ dengan mode beauty aktif (kiri) dan tidak (kanan) | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Baterai biasa saja

Samsung Galaxy J6+ bukan ponsel yang boros baterainya, tapi daya tahannya juga tidak bisa dikatakan tahan lama. Baterainya berkapasitas 3.300mAh, dengan layar resolusi HD+ dan cip Snapdragon seri 4 yang irit, dalam sekali cas baterai tahan seharian atau sekitar 12 jam. Daya tahan ini masih masuk dalam kategori rata-rata, tidak spesial.

Tidak ada juga pengisian daya cepat, sehingga dibutuhkan waktu sekitar dua jam setengah untuk mengisi penuh baterai dari kondisi habis.

Konektivitas memenuhi standar

Galaxy J6+ dibekali konektivitas standar seperti WiFi, Bluetooth, GPS, dukungan jaringan 4G LTE berikut VoLTE. Tidak ada konektivitas NFC, apalagi pengisian nirkabel. Entah keuntungan atau kekurangan—tergantung visi Anda—ponsel ini masih menggunakan antarmuka microUSB bukan Tipe-C yang mulai menjamur. Lubang headset 3,5mm juga masih dipertahankan.

Kesimpulan

Terlihat Samsung berupaya menekan biaya serendah-rendahnya dengan keberadaan fitur yang dimaksimalkan agar sesuai dengan tren pasar. Ponsel ini mungkin lebih cocok ke pengguna yang tidak mengikuti teknologi, hanya ingin ponsel Android dengan fitur masa kini yang dapat diandalkan dari jenama besar seperti Samsung.

Masih ada sejumlah kompetitor yang memiliki penawaran lebih menarik, contohnya adalah Oppo dengan F7, atau Xiaomi dengan Redmi Note 6 Pro.

Namun, bagi yang suka memasang banyak aplikasi dan bermain gim 3D, saya tidak dapat menyarankan ponsel ini. Kapasitas memori internal bukan menjadi masalah, tetapi kemampuan cip dan kapasitas RAM (dalam kasus saya model RAM 3GB) tidak memadai.

Saya pribadi kurang mendapatkan kesan yang baik selama mengulas ponsel ini, mungkin model dengan RAM 4GB dapat memberikannya.

Kelebihan

  • Kamera dual hasil yang baik
  • Desain aman, dapat diterima siapa saja
  • Layar besar berkualitas baik

Kekurangan

  • Performa kurang mumpuni
  • Kekuatan baterai tidak impresif.
BACA JUGA