ULASAN

Prosesor Snapdragon 450 jadi kelemahan Vivo V9

67
V9
4GB - 64GB
Rp 3.999.000
RATING
  • DESAIN 70
  • DISPLAI 70
  • FITUR 65
  • KINERJA 65
  • MULTIMEDIA 70
  • KAMERA 75
  • BATERAI 70
  • HARGA 50
Beritagar.id berkesempatan menguji ponsel terbaru Vivo V9 selama beberapa pekan.
Beritagar.id berkesempatan menguji ponsel terbaru Vivo V9 selama beberapa pekan. | Ivan /Beritagar.id

Agar bisa mencapai rasio screen-to-body yang lebih besar, saat ini hampir semua vendor Android menggunakan desain layar berponi (notch) pada perangkat andalannya masing-masing.

Layar berponi pertama diadopsi oleh iPhone X. Pada awal peluncurannya, desain tersebut menuai banyak cemooh karena kurang sedap dipandang, namun kini justru menjadi tren di kalangan vendor Android pada tahun 2018.

Desain itu juga yang saat ini digunakan oleh Vivo, produsen ponsel asal Tiongkok yang beberapa bulan lalu meluncurkan penerus Vivo V7+, yakni Vivo V9 di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Redaksi Beritagar.id berkesempatan untuk mencobanya selama beberapa minggu dan inilah kesan dan ulasan kami selama menggunakan ponsel berbanderol Rp3.999.000 tersebut.

Spesifikasi Vivo V9

  • GSM/HSPA/LTE
  • Dual SIM (GSM-GSM)
  • 154.8 x 75.1 x 7.9 mm, 150 gram
  • Layar LCD 6,3 inci IPS 1080 x 2280 piksel, Rasio 19:9
  • Android 8.1 Oreo FunTouch OS 4.0
  • Prosesor Qualcomm Snapdragon 450 octa-core 1,8GHz (Indonesia)
  • GPU Adreno 506
  • RAM 4GB ROM 64GB
  • Micro SD hingga 256GB
  • Kamera belakang ganda 13MP + 2MP
  • Kamera depan 24MP
  • Baterai 3.900 mAh
  • Gold in Black, Gold, Blue, Red
  • Pemindai sidik jari dan wajah

Paket penjualan

Isi kotak pada paket pembelian Vivo V9. Paling kanan tampak kover yang sudah disertakan dalam paket tersebut.
Isi kotak pada paket pembelian Vivo V9. Paling kanan tampak kover yang sudah disertakan dalam paket tersebut. | Ivan /Beritagar.id

Dalam paket penjualan, seperti biasa, ada perangkat itu sendiri, kabel data, earphones, kepala cas, dan jarum untuk mengeluarkan kartu SIM dari tray. Selain itu, Vivo juga menyediakan kover transparan. Anti-gores sudah terpasang, jadi Anda tidak perlu pusing mencari aksesori yang kompatibel.

Desain

Tampak muka Vivo V9.
Tampak muka Vivo V9. | Ivan /Beritagar.id

Vivo V9 hadir dengan desain yang solid seperti ponsel berukuran 5,5 inci, namun menawarkan pengalaman layar 6,3 inci dan tetap nyaman saat digenggam. Model ini menampilkan layar Full View rasio screen-to-body hingga 90 persen. Layarnya pun memiliki resolusi Full HD+ 1080x2280 piksel.

Bisa dibilang, desain yang diusung hampir sama dengan iPhone X. Apalagi dengan poni di tengah atas layar. Poni tersebut menjadi ruang untuk kamera depan, earpiece, dan sensor proximity.

Harganya hampir menyentuh angka Rp4 juta, tetapi sisi belakang terlihat murah karena hanya menggunakan material plastik dengan bingkai aluminium di sekeliling bodi.

Selama pemakaian, saya melihat bagian belakang unit berwarna Gold in Black ini mudah kotor oleh sidik jari dan minyak. Oleh karena itu saya sarankan agar segera menggunakan kover yang telah disediakan.

Sisi samping atas, bawah, kiri, dan kanan Vivo V9.
Sisi samping atas, bawah, kiri, dan kanan Vivo V9. | Ivan /Beritagar.id

Lanjut ke sisi samping kanan, Vivo V9 meletakkan tombol mekanis daya dan volume di posisi yang terbilang pas. Sementara itu di sisi sebaliknya ada sebuah tray yang sudah mendukung triple slots, untuk dua kartu SIM dan sebuah micro SD. Sementara pada sisi bawah ada lubang microUSB, mikrofon, speaker, dan jack audio 3,5mm.

Layar

Layar utama Vivo V9
Layar utama Vivo V9 | Ivan /Beritagar.id

Pada layarnya, V9 mengandalkan FullView Display baru dengan rasio 19:9 yang terlihat lebih luas, meski pada bagian bawah layar masih tersisa sedikit ruang kosong.

Kualitas layar ini juga tampak lebih baik dengan menggunakan panel beresolusi FullHD+ (1080 x 2280 piksel) dan menyajikan kecerahan yang baik (tingkat kerapatan hingga 400 ppi).

Ukuran layar ini, menurut saya, sudah cukup memadai untuk berbagai aktivitas seperti gaming dan multimedia.

Sejumlah aplikasi juga sudah mendukung desain poni, seperti aplikasi album dan video bawaan, serta Google Maps. Namun masih banyak aplikasi yang belum mendukungnya.

Selain itu, rasio layar yang digunakan juga tidak biasa, yakni 19:9 bukan 18:9. Keragaman resolusi layar ini menimbulkan masalah kompatibilitas terhadap aplikasi. Contohnya YouTube, di mana fitur pinch-to-zoom tidak berfungsi di Vivo V9.

Namun, bagi yang ingin mengubah rasio layar secara manual, Anda bisa langsung mengarah ke pengaturan - tampilan dan kecerahan - rasio tampilan aplikasi pihak ketiga. Di sana, Anda bisa mengatur aplikasi mana saja yang ingin Anda ubah agar bisa menggunakan rasio layar 19:9.

Pada saat ajang Google I/O 2018, Google bakal menghadirkan sebuah fitur di Android P yaitu display cutout yang nantinya sangat berguna bagi perangkat-perangkat yang memiliki layar berponi. Maksudnya adalah bar notifikasi akan disesuaikan sedemikian rupa, sehingga memberikan ruang bebas untuk poni.

Fitur tersebut saat ini telah digunakan oleh Huawei P20 dan P20 Pro, poni layar tersebut bisa "disembunyikan" melalui bagian pengaturan. Saat poni dihilangkan, bagian atas layar menjadi bar notifikasi berwarna hitam sehingga kehadiran poni itu tersamarkan.

Untuk kompatibilitas aplikasi pihak ketiga, saat ini Vivo akan terus berupaya mengajak para pengembang untuk menambahkan dukungan layar poni pada Vivo V9.

Tampilan antarmuka

Tangkapan layar antarmuka Vivo V9
Tangkapan layar antarmuka Vivo V9 | Ivan /Beritagar.id

Vivo V9 sudah menjalankan Android 8.1 Oreo terbaru dengan sentuhan FunTouch OS versi 4.0 yang menyuguhkan banyak fitur dan nuansa iOS yang terasa begitu kental.

Mirip perangkat iPhone, Anda memiliki control center (usap dari bawah ke atas), serta tombol navigasi tradisional di layar yang bisa dilenyapkan dan sepenuhnya menggunakan gestur atau kontrol berbasis gerakan.

Ada tiga bagian, pertama usap ke atas dari bawah layar bagian kanan yang berfungsi sebagai back atau kembali ke menu sebelumnya. Kedua usap bagian tengah untuk ke halaman utama, serta usap dan tahan bagian tengah yang berfungsi sebagai task switcher yakni untuk menampilkan aplikasi yang sedang berjalan di latar belakang.

Ketiga usap bagian kiri untuk menampilkan control center yang menawarkan beragam akses jalur pintas (shortcut). Selain itu, Anda juga bisa melakukan usap dari bagian kanan ke kiri atau sebaliknya untuk berpindah antar aplikasi dengan cepat.

Tangkapan layar antarmuka Vivo V9
Tangkapan layar antarmuka Vivo V9 | Ivan /Beritagar.id

Di sisi lain, FunTouch OS 4.0 juga memiliki fitur terbaru lain seperti Game Mode, Mode Splitscreen, dan Face Unlock untuk segi keamanannya.

Namun ada hal yang cukup mengganggu, unit yang saya ulas telah terbenam sejumlah bloatware atau aplikasi bawaan. Masalahnya, aplikasi tersebut tidak bisa di-uninstall sehingga lumayan memakan memori.

Performa tidak spesial

Tampilan gim PUBG mobile
Tampilan gim PUBG mobile | Ivan /Beritagar.id

Cukup disayangkan memang, Vivo V9 yang hadir di Indonesia hanya dipersenjatai cip kelas entry-level, yakni Snapdragon 450 yang dibantu dengan RAM sebesar 4GB. Padahal di luar negeri, Vivo V9 dipersenjatai dengan Snapdragon 626 yang terbukti lebih mumpuni.

Harganya yang dibanderol pun sepertinya tidak sesuai dengan spesifikasi yang diusung. Saya sendiri kadang-kadang mengalami adanya lag atau patah-patah saat membuka atau keluar dari aplikasi. Memang tak semua aplikasi seperti itu.

Untungnya, ada RAM 4GB yang bisa membantu.

Saat menyalakan gim seperti PUBG mobile, sistem langsung menyetel resolusi grafik ke paling rendah. Saya pun tidak bisa menyetel ke resolusi HD (this option will be available on your device soon) padahal di ponsel lain dengan spesifikasi RAM 4GB sudah bisa menggunakan resolusi HD.

Namun, saat bermain dengan resolusi paling rendah, saya memang merasakan pergerakan yang cukup lancar (smooth), meski masih ada sedikit lag saat berpindah-pindah sudut pandang. Selain itu, gim juga tidak tampil penuh di layar dan masih menyisakan bar hitam.

Tangkapan layar tampilan gim
Tangkapan layar tampilan gim | Ivan /Beritagar.id

Secara keseluruhan, performa Vivo cukup mumpuni kecuali buat aktivitas gim berat. Namun, untuk sekadar menunjang aktivitas sehari-hari seperti chatting, akses media sosial, hiburan, browsing, dan lainnya, Vivo V9 jelas sangat mampu diandalkan.

Guna mengoptimalkan performa, Vivo juga telah membenamkan fitur AI Smart Engine yang sangat agresif menghentikan aplikasi yang berjalan di latar belakang dan memastikan aplikasi yang dibuka berjalan lancar.

Soal baterai, berdasarkan aplikasi AIDA 64, V9 memiliki kapasitas baterai 3.900 mAh yang tergolong cukup besar. Dalam pemakaian normal Vivo V9 dapat bertahan seharian dengan waktu standby hingga sekitar 16 jam.

Sementara itu untuk pengisian daya, Vivo V9 juga tergolong cepat. Dengan menggunakan charger 5V 2A, Vivo V9 mampu mengisi daya mulai 20 persen hingga 100 persen dalam waktu 2 jam.

Berikut beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark:

  • AnTuTu Benchmark: 77173
  • Geekbench: 774 (single-core), 3896 (multi-core)
  • Basemark OS II: 1124
  • 3D Mark: 439 (SlingShot)
  • PC Mark: 4598 (Work 2.0)
Tangkapan layar hasil pengukuran benchmark Vivo V9
Tangkapan layar hasil pengukuran benchmark Vivo V9 | Ivan /Beritagar.id

Face Unlock

Fitur keamanan Vivo V9 sebetulnya tergolong umum, di antaranya pemindai sidik jari serta pemindai wajah (face unlock) yang kinerjanya cukup cepat. Saat saya mencoba selama beberapa minggu, sensor pemindai wajah yang dimiliki V9 cukup bagus bahkan bekerja dengan lancar di kondisi yang minim cahaya.

Kamera

Kamera belakang Vivo V9
Kamera belakang Vivo V9 | Ivan /Beritagar.id

Spesifikasi kamera utama Vivo V9 yang hadir di Indonesia menggunakan sistem dual camera dengan konfigurasi lensa normal 13MP (f/2.0) dan lensa sekunder 2MP untuk menangkap depth of field (DOF). Kemudian, kamera depannya 24MP.

Proses fotografi pada Vivo V9 tidak hanya didukung oleh phase detection autofocus (PDAF) dan dual-LED flash, tapi juga telah dipersenjatai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sederet fitur yang mengatasnamakan AI telah dibenamkan, mulai dari AI Bokeh, AI HDR, AI Scene Recognition, AI Face Beauty, AI Selfie Lighting, hingga AR Sticker.

Antarmuka kamera Vivo V9 cukup intuitif karena mudah digunakan, cukup swipe untuk mengganti mode yang tersedia di bagian kanan dan berbagai shortcut tersedia di bagian kiri. Sayangnya tidak banyak pengaturan kamera yang disediakan.

Sementara bagi yang butuh kontrol lebih, masih bisa mengandalkan mode profesional yang menawarkan pengaturan kamera manual seperti ISO, shutter speed, exposure, white balance, dan focus manual.

Mengenai kualitas jepretannya, dalam kondisi cahaya yang ideal hasilnya lumayan memuaskan, warna hasil foto cukup akurat sesuai aslinya. Namun ketika di dalam kondisi low light, kamera kurang mumpuni untuk menangkap detail foto dengan baik. Sementara, kamera hanya bisa merekam video hingga resolusi 1080 30fps.

Hasil kamera

Hasil foto di luar ruangan dalam kondisi siang hari.
Hasil foto di luar ruangan dalam kondisi siang hari. | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto makanan di dalam ruangan dengan mode bokeh.
Hasil foto makanan di dalam ruangan dengan mode bokeh. | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto makanan di dalam ruangan dengan mode bokeh.
Hasil foto makanan di dalam ruangan dengan mode bokeh. | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto dalam ruangan.
Hasil foto dalam ruangan. | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto dalam ruangan dengan mode normal.
Hasil foto dalam ruangan dengan mode normal. | Ivan /Beritagar.id
Hasil swafoto kamera depan dengan mode normal (kiri) dan mode bokeh (kanan).
Hasil swafoto kamera depan dengan mode normal (kiri) dan mode bokeh (kanan). | Ivan /Beritagar.id

Kesimpulan

Desain layar dengan notch ala iPhone X harus diakui memang menarik perhatian para pengguna gawai di Tanah Air, meski kompabilitas terhadap aplikasi pihak ketiga dipertanyakan.

Fotografi dengan AI juga menyenangkan dan bisa diandalkan, meski kamera belakang hanya 13MP dan 2MP. Kemudian performa secara keseluruhan cukup bisa diandalkan, tetapi tak cocok untuk gim.

Satu hal lagi, versi Vivo V9 yang diluncurkan di Indonesia memiliki spesifikasi lebih rendah dibandingkan di negara lain seperti di India, yakni cip Snapdragon 450. Jadi dengan harga Rp3.999.000, menurut saya Vivo harusnya meluncurkan V9 dengan cip Snapdragon 626 yang terbukti lebih mumpuni.

Jika tidak, V9 akan kalah menarik dari berbagai ponsel berspesifikasi tinggi dengan harga hampir sama, seperti Xiaomi Mi A1, Redmi Note 5, dan Asus Zenfone Max Pro M1.

Kelebihan

  • Layar penuh dengan rasio 19:9
  • Memiliki layar berponi
  • Sudah diterapkan penggunaan AI pada kamera dan performanya
  • Kapasitas baterai cukup besar 3.900 mAh
  • Kamera depan 24MP
  • Sensor pemindai wajah yang cepat

Kekurangan

  • Hanya menggunakan prosesor Snapdragon 450
  • Bodi plastik
  • Kamera belakang ganda dengan resolusi kecil 13MP+2MP
  • Harga yang cukup tinggi
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR