ULASAN

Sabak pemula dari Samsung dengan baterai tahan lama

74
Galaxy Tab A 2017
RATING
  • DESAIN 75
  • DISPLAI 65
  • FITUR 75
  • KINERJA 70
  • MULTIMEDIA 70
  • BATERAI 85
  • HARGA 75
Samsung Galaxy Tab A 2017.
Samsung Galaxy Tab A 2017. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Belakangan ini peminat sabak (tablet) memang menurun. Berdasarkan hasil survei Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kementerian Komunikasi dan Informatika 2017, dikutip Bisnis Indonesia, hanya 6,52 persen responden di Indonesia yang masih menggunakan tablet sehari-hari.

Kehadiran ponsel tanpa tepi (bezel)--yang membuat tampilan layar lebih luas tanpa memperbesar ukuran ponsel secara drastis--diperkirakan menjadi salah satu penyebab banyak konsumen tak lagi memilih sabak.

Akan tetapi, walau pasarnya mengecil, tidak berarti sabak lantas ditinggalkan dan dibiarkan mati oleh para vendor. Beberapa bahkan terus memperbarui sabak produksi mereka, seperti Samsung.

Raksasa teknologi dari Korea Selatan itu baru saja meluncurkan varian terbaru dari lini gawai Tab mereka, yaitu Galaxy Tab A 2017.

Tab A 2017 bukanlah sabak kelas atas. Ia menyasar pasar pemula dengan menawarkan pengalaman menggunakan OS Android di layar besar dengan daya tahan baterai yang lama. Ada tiga warna yang ditawarkan, yaitu hitam, perak, dan emas.

Saya berkesempatan mencoba tablet ini selama beberapa hari. Kita lihat apakah sabak seharga Rp3,499 juta yang dijual eksklusif di toko daring JD.id ini layak untuk dimiliki.

Spesifikasi Galaxy Tab A 2017:

  • GSM/HSPA/LTE
  • Single SIM
  • Layar LCD 8,0 inci WXGA 1280x800 piksel
  • Android 7.1 Nougat
  • Prosesor Qualcomm Snapdragon 430 empat inti 1,4 GHz
  • RAM 2GB ROM 16GB
  • Kartu memori sampai 256GB
  • Kamera belakang 8 MP (AF) LED flash
  • Kamera depan 5MP
  • USB Tipe-C
  • Baterai 5.000 mAh
Isi paket penjualan Samsung Galaxy Tab A 2017.
Isi paket penjualan Samsung Galaxy Tab A 2017. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bodi khas Galaxy Tab

Saat deretan ponsel Samsung mulai beralih ke konsep layar penuh, tanpa tombol fisik di bagian muka, mereka tak menerapkan desain serupa itu pada Galaxy Tab A 2017.

Bentuknya masih sama dengan generasi Tab sebelumnya. Tombol kapasitif di bagian bawah tak dilengkapi lampu sehingga agak sulit digunakan saat gelap, juga membuatnya terasa seperti gawai murahan.

Nilai plus untuk desain ada pada penggunaan pelat metal di bagian belakang, yang membuat sabak ini terlihat kokoh dan memberi kesan premium.

Bagian belakang Samsung Galaxy Tab A 2017.
Bagian belakang Samsung Galaxy Tab A 2017. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Meskipun memiliki layar 8-inci namun dimensinya (212,1 x 124, x 8,9 mm) masih memungkinkan untuk dipegang dengan satu tangan--jika tangan Anda selebar tangan saya, tentunya. Akan tetapi tak mungkin mengoperasikan tablet ini dengan satu tangan. Bobotnya 364 gram, lumayan ringan.

Di tepi kanan terdapat tombol daya dan volume dan di tepi kiri ada selot kartu SIM dan microSD. Tepi atas memiliki lubang 3,5mm, lubang USB Tipe C, sementara di bawah ada kisi speaker.

Tampilan keempat sisi Samsung Galaxy Tab A 2017.
Tampilan keempat sisi Samsung Galaxy Tab A 2017. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Layar dengan rasio 16:9-nya menurut saya kurang tajam dan jernih. Saat digunakan di bawah sinar matahari langsung, layar cenderung memantulkan cahaya sehingga tampilan gambarnya kurang jelas.

Dengan harga Rp3,5 juta--setara dengan ponsel kelas menengah--akan lebih baik jika Samsung lebih dermawan dengan memasang layar yang lebih baik. Jujur saja, melihat layar Galaxy Tab A 2017 pertama kali, saya merasa melihat sabak jadul. Meski demikian, tingkat akurasi warna, kecerahan, dan sudut pandangnya terbilang baik.

Antarmuka dipangkas

Ketika dinyalakan, barulah terlihat bahwa ini adalah gawai baru, dengan tampilan antarmuka terkini juga ada Bixby. Bentuk-bentuk ikon dan tata letaknya seperti gawai Samsung terbaru dan minim bloatware.

Namun, saat menjelajah lebih dalam ternyata ada sejumlah fitur yang dipangkas di tablet ini. Misalnya, tidak ada dukungan untuk tema, hanya tersedia pilihan wallpaper layaknya gawai lama Samsung.

Tampilan antarmuka Samsung Galaxy Tab A 2017.
Tampilan antarmuka Samsung Galaxy Tab A 2017. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Mungkin hal ini dilakukan agar performa Galaxy Tab A 2017 ini terasa mulus, mengingat spesifikasi yang diberikan juga tidak "wah".

Sabak ini telah menggunakan Android 7.1.1 alias Nougat, tetapi saya ragu Samsung akan memperbaruinya ke Android Oreo.

Ada satu fitur bawaan yang membuat menarik Galaxy Tab A 2017, yaitu mode Kids. Seperti yang terjadi sekarang ini, gawai sabak kini lebih sering kita lihat digunakan oleh penggunanya sebagai gawai untuk membaca, berselancar situs, dan gawai pengalih perhatian anak-anak.

Nah, dengan mode Kids, orang tua bisa membatasi akses anak saat menggunakan gawai tersebut. Pada mode ini tampilan antarmuka juga akan terlihat lebih menarik dengan warna dan bentuk kartun yang cerah.

Orang tua juga dapat mengatur aplikasi apa saja yang dapat dibuka, lengkap beserta penguncian dengan kata sandi jika ingin keluar dari mode Kids.

Tampilan mode Kids
Tampilan mode Kids | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Performa tidak spesial

Karena spesifikasi perangkat keras yang tidak tinggi, performanya jelas tak spesial. Akan tetapi, prosesor empat inti dan RAM 2GB yang digunakan Galaxy Tab A 2017 ini, selama saya memakainya, masih tergolong mumpuni untuk berselancar, menonton video, membaca, dan bermain gim ringan.

Tapi jangan harap Anda dapat memainkan gim tiga dimensi yang ukurannya bergiga-giga di sini. Untuk keperluan itu, mungkin Anda bisa melirik lini atasnya yaitu seri Galaxy Tab S3 yang masih belum diketahui apakah akan ada penerusnya.

Berikut beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark:

  • AnTuTu Benchmark: 42711
  • Geekbench 4: 660 (single-core) 1804 (multi-score)
  • Basemark OS II: 732
  • 3D Mark: 72 (Sling Shot)
  • PC Mark: 3427 (Work 2.0)
Hasil skor aplikasi benchmark Samsung Galaxy Tab A 2017
Hasil skor aplikasi benchmark Samsung Galaxy Tab A 2017 | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kamera sekadar memenuhi kebutuhan

Sejauh ini, belum ada vendor yang memasangkan kamera berkualitas tinggi pada sabak produksi mereka. Samsung pun tampaknya tak berminat menjadi yang pertama.

Galaxy Tab A 2017 hanya dilengkapi kamera yang termasuk "terbelakang" untuk ukuran masa kini.

Kamera belakangnya yang memiliki resolusi 8MP memiliki fokus otomatis dan dilengkapi dengan lampu kilat LED. Hasilnya biasa saja, tidak terlalu jelek namun tidak bisa dibandingkan dengan hasil dari kamera ponsel di rentang harga yang sama pada umumnya.

Kamera depannya saya berikan kesimpulan yang sama. Cukup untuk berbagi foto dan video ke platform media sosial, terbantu dengan perangkat lunak yang ditanamkan.

Hasil kamera di luar ruangan
Hasil kamera di luar ruangan | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera belakang dan depan Samsung Galaxy Tab A 2017
Hasil kamera belakang dan depan Samsung Galaxy Tab A 2017 | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Baterai layaknya sabak

Galaxy Tab A 2017 menggunakan baterai berkapasitas 5.000mAh. Angka tersebut tidak kecil tapi juga tidak besar, karena kini ponsel pintar saja rata-rata menggunakan baterai berkapasitas 3.000mAh.

Tapi, sekali lagi, karena spesifikasi yang tidak tinggi, daya baterai pada tablet ini bisa digunakan jauh lebih lama.

Dengan terisi kartu SIM yang terhubung dengan internet, kecerahan 50 persen, sinkronisasi sejumlah akun surel dan media sosial, dan sesekali menonton video dari YouTube, baterai Tab A 2017 mampu bertahan hingga dua hari.

Tidak ada pengisian daya cepat di sini, jadi luangkan waktu hingga sekitar 3 jam untuk mengisi penuh baterai dari kondisi habis.

Konektivitas belum VoLTE

Sabak ini merupakan sabak yang berfungsi layaknya ponsel pintar. Dengan dukungan kartu SIM dan keberadaan earpiece, membuat penggunanya dapat melakukan panggilan seluler. Tidak ada masalah jika menggunakan layanan para operator GSM, kecuali Smartfren.

Mengapa demikian? Saat ini Smartfren merupakan operator yang hanya mengandalkan jaringan 4G LTE tanpa adanya jaringan di GSM. Jika menggunakan Smartfren, gawai ini hanya bisa digunakan untuk menjelajah internet, tidak untuk menelepon atau SMS.

Hal itu disebabkan karena tidak adanya dukungan teknologi VoLTE di Tab A 2017. Namun sabak ini dilengkapi WiFi, Bluetooth, dukungan kartu memori, dan GPS.

Kesimpulan

Jika Anda hanya ingin menjelajah dunia maya, streaming film saat santai dengan gawai berlayar lebar, atau menawarkan alternatif hiburan kepada anak, Galaxy Tab A 2017 bisa menjadi pilihan.

Material dan kualitas sabak tergolong baik. Nama Samsung juga setidaknya memberikan jaminan layanan purnajual yang jelas jika sabak ini rusak.

Akan tetapi, harga Rp3,499 terlalu mahal untuk sebuah gawai dengan spesifikasi perangkat keras serendah ini. Apalagi ada pengurangan aplikasi perangkat lunaknya juga.

Calon pembeli bisa beralih ke ponsel pintar kelas menengah yang lebih canggih walau layarnya tak terlalu lebar.

Kelebihan

  • Baterai tahan lama
  • Kualitas bodi baik
  • Mode Kids

Kekurangan

  • Layar terasa kuno
  • Harga mahal jika melihat spesifikasi yang diberikan
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR