Samsung mengenang masa lalu dengan Galaxy J7 Duo

72
J7 Duo
RATING
  • DESAIN 65
  • DISPLAI 80
  • FITUR 75
  • KINERJA 70
  • MULTIMEDIA 70
  • KAMERA 75
  • BATERAI 65
  • HARGA 75
Tampak depan Galaxy J7 Duo yang sudah menggunakan panel layar Super AMOLED
Tampak depan Galaxy J7 Duo yang sudah menggunakan panel layar Super AMOLED | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Samsung kini dikenal dengan ponsel-ponsel kelas atas yang terbukti memiliki performa yang baik dan fitur yang lengkap. Meski begitu Samsung tidak rela jika pangsa pasar ponsel kelas menengah mereka diambil pemain-pemain lain.

Oppo, Vivo, Asus, dan Xiaomi bisa dikatakan jenama-jenama ponsel pintar yang kerap memenuhi industri ponsel kelas menengah. Seri J kemudian menjadi senjata Samsung untuk berperang di segmen pasar ini.

J7 Duo misalnya. Ponsel tersebut diperkenalkan Samsung Indonesia pada awal Mei 2018.

J7 Duo merupakan varian terbaru seri J7 yang sudah beberapa kali dilahirkan Samsung, seperti J7 2015, J7 2016, J7 Prime, J7 Pro, dan J7+.

Ponsel ini jelas ditujukan sebagai pengisi pasar kelas menengah karena dibanderol dengan harga Rp3,699 juta. Mari kita simak apakah J7 Duo mampu disandingkan dengan kompetitornya di pasar ponsel saat ini

Spesifikasi Galaxy J7 Duo:

  • GSM/HSPA/LTE
  • Dual SIM
  • Layar 5,5 inci HD 720x1280 piksel Super AMOLED
  • Android 8.0 Oreo
  • Prosesor Exynos 7885 delapan inti 1,6GHz
  • RAM 3GB, ROM 32GB (dukungan microSD slot terdedikasi)
  • Kamera belakang ganda 13 MP (f/1,9, AF) + 5 MP (f/1,9, no AF) LED flash
  • Kamera depan 8MP, f/1,9 LED flash
  • Sensor sidik jari, microUSB
  • Baterai 3.000 mAh
Isi paket penjualan Samsung Galaxy J7 Duo
Isi paket penjualan Samsung Galaxy J7 Duo | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Bodi kembali ke masa lalu

Ya, dapat katakan bahwa bodi J7 Duo membawa saya ke era Samsung beberapa tahun yang lalu. Saat pertama kali menggenggam ponsel berbobot 174 gram ini, saya langsung teringat tampilan ponsel Galaxy Note 3.

Ditambah, entah menghemat ongkos produksi atau memang sengaja agar citra seri J tidak mengalahkan seri A, seluruh bodi terbuat dari plastik. Padahal seri J7+, seri sebelumnya yang juga disematkan konfigurasi kamera dual sudah tampil meyakinkan dengan bodi metal.

Bagian belakang Samsung Galaxy J7 Duo
Bagian belakang Samsung Galaxy J7 Duo | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Bagian bawah, kanan , kiri, dan atas ponsel J7 Duo
Bagian bawah, kanan , kiri, dan atas ponsel J7 Duo | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kualitas bahan plastik ini sulit untuk saya katakan baik. Jika dipandang mata saja memang terlihat rapi dan tidak terlihat murah, namun begitu memegangnya langsung terasa bahwa plastiknya terasa tipis dan mudah tergores.

Tapi bagi yang merindukan tutup belakang yang bisa dibuka, ditambah baterai yang dapat dicabut, beruntunglah seri J7 Duo ini kembali menghadirkannya.

Semakin memperkuat kesan “ketinggalannya” ternyata slot kartu SIM juga masih berukuran micro SIM jadi bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki kartu SIM berukuran nano, Anda harus mencari adapter agar bisa diselipkan di J7 Duo.

J7 Duo memiliki bagian belakang yang dapat dibuka
J7 Duo memiliki bagian belakang yang dapat dibuka | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Unit ulasan yang Beritagar.id terima adalah warna biru, ada juga pilihan warna lain yaitu hitam dan emas. Warna birunya terlihat muda dan segar ketimbang dua varian warna lainnya. Tidak ada ciri premium sama sekali di sini, karena mayoritas bodi ponsel dipoles dengan warna sama.

Sangat disayangkan tombol fungsi kapasitif di samping kiri dan kanan tombol home fisik bagian muka tidak disematkan lampu. Layarnya juga tidak diberikan sensor cahaya, jadi Anda harus mengatur tingkat kecerahan secara manual jika pengaturan awal dirasa kurang pas.

Ketika menghadapi paparan sinar matahari, Samsung mengakali dengan menghadirkan mode luar ruangan yang secara cepat akan meningkatkan tingkat kecerahan layar ke posisi paling tinggi.

Tombol fungsi Android Galaxy J7 Duo tidak dilengkapi lampu latar
Tombol fungsi Android Galaxy J7 Duo tidak dilengkapi lampu latar | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Meski sudah mengusung panel Super AMOLED, resolusinya hanya HD sehingga terlihat kurang tajam. Terlebih layar dengan dengan rasio 16:7 ini kelasnya dibedakan.

Terasa tidak sebaik panel Super AMOLED ponsel dengan seri A8 misalnya. Tampilan tetap terlihat kontras namun sedikit kusam.

Antarmuka yang efektif dan efisien

Untuk yang satu ini akhirnya saya dapat menemukan hal yang sebenarnya tidak baru hanya saja serupa dengan ponsel-ponsel Samsung kini. Berjalan di Android 8.0, antarmuka J7 Duo berikan fitur-fitur yang mengikuti zaman meski tidak lengkap.

Tidak lengkap di sini paling terlihat pada ketiadaan Bixby yang lengkap. Fitur cerdas buatan Samsung ini hanya hadir sebagai laman tambahan di homescreen, layaknya laman Google Now. Tidak ada Bixby Voice maupun Vision.

Antarmuka Galaxy J7 Duo yang berbasiskan Android Oreo 8.0
Antarmuka Galaxy J7 Duo yang berbasiskan Android Oreo 8.0 | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Di sini Samsung tampaknya ingin memfokuskan J7 Duo sebagai ponsel yang efektif dan efisien, bukan untuk pamer fitur. Salah satunya terlihat dari dibenamkannya fitur Samsung Max yang dapat mengompres data dengan klaim hingga 50 persen.

Tidak hanya itu, Samsung Max yang berjalan di latar ini juga akan memastikan aktivitas penggunanya aman dengan mengenkripsi data dan penggunaan VPN.

Tampilan aplikasi Samsung Max yang dapat menghemat data sekaligus mengamankan koneksi internet
Tampilan aplikasi Samsung Max yang dapat menghemat data sekaligus mengamankan koneksi internet | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Fitur lainnya yang menjadi sorotan adalah Dual Messenger. Layaknya ponsel-ponsel Tiongkok, kini ponsel Samsung juga mampu mengklon aplikasi perpesanan seperti WhatsApp. Memanfaatkan dua kartu SIM, pengguna dapat mengaktifkan layanan perpesanan dari masing-masing nomor yang dipasangkan.

Meski sudah mengusung panel layar Super AMOLED, Samsung tidak selipkan fitur Always on Display di J7 Duo. Padahal panel ini terkenal dengan kehematan dayanya ketika menampilkan warna hitam.

Performa cukup saja

Tidak seperti versi internasionalnya, J7 Duo untuk pasar Indonesia disunat kapasitas RAMnya. Dari yang seharusnya 4GB menjadi 3GB saja.

Cip prosesor yang digunakan kembali dipercayakan ke buatan sendiri yaitu Exynos seri 7885, dari sebelumnya MediaTek di J7+. Seri cip yang diusung ini sama seperti yang digunakan seri A8 dan A8+.

Oleh sebab itu mungkin Samsung percaya diri dengan mengurangi RAM tidak akan berpengaruh ke melambatnya performa.

Kenyataanya memang bisa dikatakan demikian, meski bukan berarti bebas sendat (lag). Untuk penggunaan perpesanan, telepon, media sosial, ponsel dapat diandalkan.

Tapi untuk gim, apalagi gim tiga dimensi yang menampilkan grafik terbaik, J7 Duo kurang bisa berikan performa yang mulus. Saat memainkan gim Tekken, sesekali saya merasakan sendatan meski tidak parah.

Berikut beberapa hasil pengujian menggunakan aplikasi benchmark:

  • AnTuTu Benchmark: 87014
  • Geekbench 4: 1217 (single-core) 3993 (multi-score)
  • Basemark OS II: 1665
  • 3D Mark-Sling Shot Extreme: 595 (Open GL 3.1) 551 (Vulkan)
  • PC Mark-Work 2.0: 5012
Hasil skor benchmark dari Galaxy J7 Duo
Hasil skor benchmark dari Galaxy J7 Duo | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kamera jadi barang jualan utama

Kamera menjadi bahan pemasaran unggulkan untuk J7 Duo. Seperti J7+, ponsel ini dibekali kamera belakang dual yang masing-masing memiliki resolusi 13Mp dan 5MP—sama seperti J7+. Bukaannya f/1,9 bukan angka terbaik saat ini tapi sudah cukup untuk pemotretan di lingkungan rendah cahaya.

Kamera dual yang berada di bagian belakang Galaxy J7 Duo, diapit oleh LED flash dan speaker
Kamera dual yang berada di bagian belakang Galaxy J7 Duo, diapit oleh LED flash dan speaker | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Karena keberadaan kamera dual, maka mode pengambilan gambar bernama Live Focus menjadi sorotan utama juga. Melalui mode ini Anda dapat menikmati keunggulan mengambil foto dengan efek bokeh.

Mode ini memberikan Anda pilihan untuk mengatur seberapa besar efek bokeh pada foto sebelum diambil. Jangan khawatir jika tidak sempat pun tetap diberikan pengaturan efek bokeh setelah foto diambil.

Hasil foto menggunakan mode Live Focus
Hasil foto menggunakan mode Live Focus | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Dengan kombinasi perangkat lunak yang mumpuni, hasil foto bokeh terlihat rapi. Batasan antara area foto yang tajam dan buram dapat diaplikasikan dengan benar, meski tidak sempurna.

Saat memasuki lingkungan rendah cahaya, hasil foto terlihat cukup terang namun harus mengorbankan tingkat ketajaman dan pewarnaan yang natural. Terlebih karena ketiadaan penstabil optik (OIS), maka pengambilan foto di lingkungan redup rentan blur karena goncangan tangan.

Hasil kamera belakang J7 Duo di lingkungan redup
Hasil kamera belakang J7 Duo di lingkungan redup | Yoseph Edwin /Beritagar.id
Hasil kamera belakang J7 Duo di lingkungan bercahaya cukup
Hasil kamera belakang J7 Duo di lingkungan bercahaya cukup | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Mengingat kamera depan yang tunggal, maka meski ada mode Selfie Focus yang memberikan efek bokeh, Anda tidak bisa mengatur besaran efek juga pengaturan setelah foto diambil.

Hasilnya kerapiannya juga di bawah hasil dari efek bokeh kamera belakang. Fitur beautify juga hadir yang dapat dikombinasikan dengan efek bokeh. Anda dapat memanipulasi kecerahan warna kulit, ketirusan wajah, dan besar mata pada mode ini.

Hasil foto kamera depan dengan mode reguler dan Selfie Focus
Hasil foto kamera depan dengan mode reguler dan Selfie Focus | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Mode yang diunggulkan berikutnya adalah mode Sticker. Sesuai namanya, mode ini akan secara langsung mengaplikasikan stiker sesuai pilihan. Beberapa dari koleksi stiker yang disediakan berupa animasi dan dilengkapi suara.

Hasil foto kamera depan menggunakan efek stiker
Hasil foto kamera depan menggunakan efek stiker | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Baterai sehari

Kapasitas baterai Galaxy J7 Duo sebesar 3.000mAh. Angka ini tentu tidak spesial untuk sekarang karena banyak ponsel yang lebih murah hati memberikan kapasitas lebih besar.

Dengan panel Super AMOLED sebesar 5,5 inci juga ketiadaan sensor cahaya untuk mengatur tingkat kecerahan sesuai kondisi lingkungan, maka akan menjadi penyedot utama daya baterai.

Saat saya gunakan dengan kondisi terisi satu kartu SIM, untuk aktivitas standar seperti bermain media sosial, gim, dan YouTube sesekali, baterai ini mampu menyokong ponsel satu hari saja.

Ketiadaan fitur pengisian daya cepat juga disayangkan sehingga Anda harus menyempatkan waktu hingga sekitar dua jam untuk menunggu baterai kembali terisi penuh.

Konektivitas standar

Apa yang dibutuhkan secara dasar hadir di sini. J7 Duo memberikan konektivitas dasar untuk memenuhi kebutuhan penggunanya yang seharusnya merupakan pengguna kasual yang tidak terlalu mengulik fitur-fitur canggih. Ada WiFi, Bluetooth, GPS, Radio FM, serta lubang microUSB untuk pengisian daya dan koneksi ke komputer.

Untuk urusan keamanan, demi kenyamanan pengguna J7 Duo menyediakan dua pilihan. Pertama adalah dengan memanfaatkan sensor sidik jari yang terbenam di tombol home.

Satu lagi adalah pengenalan wajah. Kedua sensor dapat berfungsi dengan baik asalkan tidak dalam kondisi ekstrem.

Maksud ekstrem di sini adalah seperti sensor sidik jari mengharuskan jari tertekan secara sempurna dan tidak basah. Sedangkan jika di pengenalan wajah, pastikan saat menggunakannya Anda berada di lingkungan dengan cahaya cukup.

Kesimpulan

Dengan semakin padatnya pasar ponsel kelas tiga-empat jutaan, Samsung tidak rela jika hanya kebagian pamor di ponsel kelas atas. Seperti lewat J7 Duo, Samsung ingin berikan kehadirannya dengan andalan kamera dual.

Untuk ukuran Samsung saya akui J7 Duo merupakan usaha yang baik. Tapi jika hanya melihat spesifikasi dan performa ponsel tanpa mengindahkan keistimewaan jenama, masih banyak pilihan ponsel tiga jutaan lain yang menawarkan kelebihan.

Sebagai contoh Xiaomi dengan jajaran Redmi 5, kemudian ada juga Asus yang mulai membombardir dengan deretan ponsel terjangkau tapi spesifikasi mumpuni.

Kembali lagi ke tangan kosumen, jika hanya ingin berfokus ke spesifikasi dan performa jelas J7 Duo bukanlah pilihannya. Namun jika ingin masuk ke ekosistem Samsung dan menikmati pengalaman yang lebih matang, J7 Duo bisa jadi pilihan terjangkau yang cukup mumpuni.

Kelebihan

  • Kamera dual
  • Layar Super AMOLED

Kekurangan

  • Desain tertinggal
  • Hilangnya fitur-fitur kecil (sensor cahaya, lampu latar tombol fungsi)
  • Performa secukupnya
BACA JUGA