ULASAN

LG G7+ ThinQ cocok untuk gamer tapi kamera biasa saja

LG G7+ ThinQ.
LG G7+ ThinQ. | Ivan /Beritagar.id

Untuk menandingi para kompetitornya yang ada di Indonesia, perusahaan teknologi asal Korea Selatan, LG beberapa bulan lalu resmi menghadirkan perangkat ponsel terbarunya dari lini G7, yakni LG G7+ ThinQ ke Tanah Air.

Awalnya hanya varian tertinggi, G7+ ThinQ dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB, yang masuk ke Indonesia. Namun kemudian LG membawa juga versi terendahnya, G7 ThinQ, dengan RAM 4GB dan ROM 64GB.

Selama sepekan lalu Beritagar.id mencoba dan menguji satu unit G7+ ThinQ berwarna aurora black yang didapatkan dari mitra kami yaitu Indokom.

Apakah LG G7+ ThinQ bisa bersaing dengan produk-produk sekelasnya? Berikut ulasan ponsel kelas atas terbaru dari LG ini.

Spesifikasi:

  • GSM / HSPA / LTE
  • Dual SIM dan Dual 4G on
  • Layar 6,1 inci (19,5:9) FHD+ 1440x3120 piksel IPS LCD
  • Android 8.0 Oreo
  • Prosesor Qualcomm Snapdragon 845 octa-core (4x2.8 GHz Kryo 385 Gold & 4x1.7 GHz Kryo 385 Silver)
  • Adreno 630
  • RAM 6GB, ROM 128GB, dan dukung microSD
  • Kamera belakang ganda 16MP+16MP
  • Kamera depan 8MP
  • Sensor pemindai sidik jari, USB Type-C, DTS-X sound
  • Baterai 3.000 mAh
  • Warna Aurora Black

Paket penjualan

Handset LG G7+ ThinQ, kabel data, charger, sim ejector, dan buku panduan
Handset LG G7+ ThinQ, kabel data, charger, sim ejector, dan buku panduan | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Desain mainstream

LG G7+ ThinQ tampak depan
LG G7+ ThinQ tampak depan | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Desain yang dihadirkan oleh ponsel ini pun cukup bergaya dan elegan. Bodinya menggunakan bahan bermaterial metal yang pastinya kuat dan solid. Bagian depan dan belakang menggunakan material kaca. Hal inilah yang menurut saya membuat G7 terlihat semakin elegan, apalagi jika Anda memilih warna hitam (Aurora Black).

Masalah dari bahan kaca adalah mudah menempelnya sidik jari sehingga cepat tampak kotor, meski tak terlalu mengganggu penggunaan. Sayangnya, LG tidak menyertakan kover tambahan sehingga Anda harus segera membelinya untuk menghindari bercak sidik jari, menambah keamanan, serta kenyamanan.

LG G7+ ThinQ tampak depan
LG G7+ ThinQ tampak depan | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

LG G7+ ThinQ berdimensi 153,2 x 71,9 x 7,9 mm dan berat 162 gram. Bagian layarnya terasa panjang. Selain karena rasionya yang 19,5:9, juga karena bezel layarnya yang makin tipis dibandingkan pendahulunya.

Bodinya dikemas dengan empat sudut membulat sehingga nyaman saat digenggam dan dioperasikan. Untuk bobotnya sendiri mencapai 162 gram dengan bodi bongsor yang tetap memberikan kenyamanan. Saya justru suka dengan desain ini dan juga handling-nya, terasa pas jika dipegang dengan satu tangan.

Dengan ukuran seperti itu juga, ponsel flagship LG ini menjadi perangkat yang memiliki aspek rasio layar terbesar di kelasnya. Kemudian untuk kualitas tidak perlu diragukan lagi, semuanya presisi, tidak ada celah, rasa premiumnya juga didapat dan solid.

Untuk ketahanan, G7 gunakan pelindung Gorilla Glass 5 pada panel depan dan belakangnya, serta punya standar militer MIL-STD 810G.

Sisi kiri dan kanan LG G7
Sisi kiri dan kanan LG G7 | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Aspek desain lainnya tidak berbeda jauh dari pendahulunya. Tombol daya ada di sisi kiri bodi dan tombol volume di sisi kanan. Hanya penempatan kameranya yang berubah serta ada penambahan tombol khusus di sisi kiri untuk mengaktifkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) buatan Google, Google Assistant.

Cara menggunakannya pun cukup sederhana. Anda hanya perlu menekan sekali untuk mengaktifkan Google Assistant dan dua kali untuk Google Lens.

Pada G6, posisi kamera belakang terletak horizontal di tengah, sedangkan posisi kamera belakang di G7 adalah vertikal. Selain itu sensor pemindai sidik jari juga masih ada pada bagian tengah bodi belakang.

Sisi bawah LG G7
Sisi bawah LG G7 | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Pada bagian sisi bawah ponsel ini terdapat lubang speaker, satu lubang USB Type-C, mikrofon, dan lubang audio 3.5 mm. Bagian ini yang menjadi keunggulan G7 dibandingkan ponsel sekelasnya yang sudah menghilangkan lubang tersebut demi menjadikan bodinya lebih tipis.

Layar penuh kekinian

Layar LG G7.
Layar LG G7. | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

LG G7+ ThinQ hadir dengan desain layar kekinian, yakni layar poni atau notch pada bagian atas perangkat. Namun LG memberikan pilihan bagi Anda yang tidak ingin menggunakan poni tersebut. Notch itu bisa disembunyikan dalam bagian pengaturan.

Pengaturan untuk menghilangan poni pada layar kedua
Pengaturan untuk menghilangan poni pada layar kedua | Ivan /Beritagar.id

Bentang layarnya seluas 6,1 inci dan aspek rasio 19,5:9 menyajikan layar penuh kekinian. LG tidak memasangkan layar OLED pada G7, melainkan IPS LCD berkedalaman 16,7 juta warna yang didukung pula kemampuan Full Vision Display, HDR 10 Compliant, dan Super Bright Display.

Sektor layar ini menjadi salah satu keunggulan LG G7. Kenapa? Karena bisa menampilkan brightness hingga 1.000 nits yang bisa bikin mata kita silau. Jadi, layarnya harusnya bakal kelihatan terang dan cerah waktu penggunaan di luar ruangan.

Resolusi layarnya adalah QHD+ atau 1440x3120 piksel dalam kerapatan mencapai 573 ppi. Permukaan layarnya juga telah mendukung kemampuan multitouch yang responsif dan dilindungi kaca anti gores Corning Gorilla Glass 5 serta kaca 3D Curved Glass.

Lalu bagaimana dengan kualitas layarnya? Menurut saya bagus, warnanya lebih keluar dan terang dengan tingkat kontras dan saturasi seperti layar OLED, hanya saja warna hitamnya tidak bisa sepekat OLED.

LG juga menyajikan fitur Always on Display (AOD) pada pengaturan layar. Namun, saran saya, jika tidak terlalu digunakan mending dimatikan untuk menghemat daya baterai. Layar jenis IPS LCD tidak efisien daya, beda dengan OLED atau AMOLED yang bisa menyala per piksel sehingga lebih irit baterainya.

Performa ngebut

Tangkapan layar dalam sebuah gim balap
Tangkapan layar dalam sebuah gim balap | Ivan /Beritagar.id

Ditenagai Qualcomm Snapdragon 845 yang didukung RAM 6GB, G7+ ThinQ bisa melibas semua pekerjaan-pekerjaan berat.

Selama satu minggu menggunakan perangkat tersebut, saya tidak merasakan adanya lag. Membuka tutup aplikasi media sosial, kamera, pesan instan dapat dijalankan dengan sangat mudah dan tanpa masalah sama sekali.

Berbagai gim berat seperti PUBG Mobile, Mad Out Big City 2, dan Into The Dead 2, mampu dijalankan G7+ ThinQ tanpa kendala.

Hanya saja, saat memainkan PUBG dengan pengaturan paling tinggi, saya merasakan adanya sedikit stutter (patah-patah) terutama jika sudah dimainkan lama dan ponsel terasa agak panas. Baterai juga terasa lebih boros saat ponsel tersebut mengeluarkan hawa panas.

Bagi yang suka memainkan gim yang berat, LG menyediakan Game Tools pada G7+ ini. Salah satu fungsinya untuk mengatur resolusi grafis dan frame rate setiap judul gim yang sudah diinstall di ponsel. Sehingga bermain menjadi lancar.

Pengisian daya cepat pada G7
Pengisian daya cepat pada G7 | Ivan /Beritagar.id

LG G7 juga sudah mendukung sistem pengisian daya cepat (fast charging).

Nilai plus G7 bagi yang suka dengan multimedia adalah fitur Boombox speaker. Kualitasnya? Juara. Meski hanya tersedia sebuah speaker, alias mono, di sisi bawah, tetapi suara yang keluar bisa tetap meggelegar, baik saat mendengarkan musik maupun menonton film.

Apalagi saat ditaruh di permukaan seperti kayu atau kardus bahkan gitar, suaranya bisa menyebar luas dan kencang. Boombox speaker menggunakan metode merambatkan suara lewat getaran melalui bodi G7.

Suara yang dikeluarkan bukan hanya adu kencang-kencangan saja, namun hasilnya juga lebih bertenaga dan jernih suaranya. Efek bassnya pun terasa.

Fitur Hi-Fi Quad DAC juga masih dipertahankan oleh LG. Ini salah satu fitur yang memang dinanti-nantikan bagi penyuka audio, semenjak LG merilis pertama kali di V20.

Berikut adalah hasil pengujian performa LG G7+ ThinQ melalui beberapa aplikasi pengujian:

  • AnTuTu Benchmark: 220086
  • Geekbench 4: 2423 (single-core), 9005 (multi-core)
  • Basemark ES 3.1: 1177
  • GFX Bench GL: 883,8 (Skor terbaik G7, namun kalah jauh dibandingkan yang lainnya)
  • 3D Mark: 4373 (Open GL), 3225 (Vulkan)
Hasil pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark dan Geekbench 4.
Hasil pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark dan Geekbench 4. | Ivan /Beritagar.id
Hasil pengujian menggunakan Basemark ES 3.1.
Hasil pengujian menggunakan Basemark ES 3.1. | Ivan /Beritagar.id
Hasil pengujian menggunakan GFX Bench GL.
Hasil pengujian menggunakan GFX Bench GL. | Ivan /Beritagar.id
Hasil pengujian menggunakan 3D Mark.
Hasil pengujian menggunakan 3D Mark. | Ivan /Beritagar.id

Perbaikan pada kamera depan

Kamera LG G7.
Kamera LG G7. | Ivan /Beritagar.id

Bicara soal kamera, LG masih menerapkan desain kamera ganda, namun hanya berbeda penempatannya saja. Komposisi jenis lensanya masih sama seperti pendahulunya, G6 yaitu lensa normal 16MP f/1.6 dan lensa super wide 16MP f/1.9.

Tiga mode kamera pada G7.
Tiga mode kamera pada G7. | Ivan /Beritagar.id

Namun ada perbedaan teknologi kamera yang digunakan di G6 dan G7. Kamera ganda G7 sudah ditunjang AI. Hal inilah yang menambah embel-embel ThinQ pada penamaan G7. Saat Anda membuka aplikasi kamera bawaan, Anda akan disuguhkan pilihan utama, yakni Google Lens, Portrait, dan AI Cam.

Anda bisa memperoleh lebih banyak detail atau mengambil tindakan pada foto Anda menggunakan Google Lens. Misalnya, saat Anda memotret buku, Anda bisa mendapatkan detail dan ulasannya tentang buku itu.

Google Lens di LG G7+ ThinQ.
Google Lens di LG G7+ ThinQ. | Ivan /Beritagar.id

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan detail lebih lanjut tentang landmark atau bangunan saat memotret gedung, lukisan di museum, atau tanaman dan hewan. Google Lens bisa digunakan di semua perangkat yang menjalankan Google Foto versi terbaru.

Namun saat ini Google Lens hanya dapat digunakan jika bahasa perangkat disetel ke bahasa Inggris.

Selanjutnya ada fitur yang saat ini sudah menjadi fitur wajib pada semua ponsel, yakni mode Portrait atau yang biasa lebih dikenal dengan bokeh.

Sama dengan iPhone X, Anda harus mengambil foto pada jarak yang sudah ditentukan. Jika tidak sesuai syarat, foto yang Anda ambil tidak maksimal dan mengeluarkan notif berbunyi mode portrait tidak tersedia karena objek tidak dikenali.

Mode portrait.
Mode portrait. | Ivan /Beritagar.id

Terakhir ada AI Cam. Jika Anda ingin menggunakannya, tinggal pilih menu AI Cam. Kameranya bakal langsung mendeteksi jenis objek foto berdasarkan 18 scenes dan menerapkan konfigurasi yang optimal. Misalnya, saat Anda memotret langit, otomatis akan muncul tulisan "sky" dan warna dioptimalkan menjadi warna biru langit.

Contoh foto AI Cam, ada logo orang (person) saat kamera diarahkan ke orang
Contoh foto AI Cam, ada logo orang (person) saat kamera diarahkan ke orang | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Untuk kamera depannya, terjadi peningkatan seperti yang diharapkan. Dari zaman G5 dan G6, kamera swafoto flagship LG kualitasnya bisa dibilang di bawah standar. Akhirnya LG sudah sadar dan sekarang pakai kamera depan 8MP di LG G7. Sudutnya-nya luas, ada mode beautify, juga AR sticker.

Berikut beberapa foto yang saya ambil menggunakan G7:

Hasil foto di luar ruangan dengan menggunakan mode AI Cam
Hasil foto di luar ruangan dengan menggunakan mode AI Cam | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto di luar ruangan
Hasil foto di luar ruangan | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto makanan di dalam ruangan dengan menggunakan mode AI Cam
Hasil foto makanan di dalam ruangan dengan menggunakan mode AI Cam | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto dalam ruangan
Hasil foto dalam ruangan | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto di luar ruangan kondisi malam hari menggunakan AI Cam
Hasil foto di luar ruangan kondisi malam hari menggunakan AI Cam | Ivan /Beritagar.id
Hasil foto di dalam ruangan
Hasil foto di dalam ruangan | Ivan /Beritagar.id
Hasil kamera dengan mode portrait
Hasil kamera dengan mode portrait | Ivan /Beritagar.id
Hasil kamera dengan mode portrait
Hasil kamera dengan mode portrait | Ivan /Beritagar.id

Baterai irit

G7 dibekali baterai berkapasitas 3.000 mAh. Kecil? Memang iya, tapi ternyata daya tahannya melebihi ekspetasi. Ada satu catatan penting yang terasa dibandingkan dengan perangkat lain, yakni soal waktu standby.

Saat G7 tidak digunakan atau lagi ditinggal tidur, baterainya tidak drain dan sangat tahan. Bahkan saat ditinggal tidur 7-8 jam, baterai hanya turun 3 persen saja. Perangkat lain yang pernah saya coba daya baterainya bisa turun 5-10 persen saat dalam posisi standby.

Untuk penggunaan harian, biasanya mulai jam 7 pagi baterai 100 persen dan tiba di rumah jam malam sisa 20-25 persen. Untuk SOT (screen on time) rata-rata harian dapat 5-6 jam. Namun SOT itu tergantung berbagai faktor lain, seperti soal sinyal, penggunaan banyak di dalam atau luar ruangan, serta efisiensi sistem.

Kesimpulan

Kalau Anda sedang mencari ponsel untuk multimedia, G7 sangat cocok dijadikan sebagai pilihan. Namun, jika mencari ponsel dengan kualitas kamera yang bagus, saya tidak menyarankannya karena kualitas kameranya tergolong biasa-biasa saja.

Soal harga, LG membanderolnya Rp11.499.000. Menurut saya, harga tersebut terlalu tinggi meski setara dengan spesifikasi yang diusung.

Jika dibandingkan dengan ponsel-ponsel sekelasnya yang pernah saya ulas, seperti Black Shark dan Mi Mix 2s, LG seharusnya bisa memangkas harga tersebut. Apalagi LG juga sudah memiliki pabrik sendiri di Indonesia.

Kelebihan

  • Layar penuh kekinian
  • Nyaman digenggam dengan 1 tangan
  • Masih tersedia lubang audio 3.5mm
  • Performa tinggi (Snapdragon 845 dan RAM 6GB)
  • Perbaikan pada kamera depan
  • Boombox speaker
  • Pengisian daya cepat
  • Baterai irit

Kekurangan

  • Kamera standar
  • Mudah panas
  • Harga terlalu tinggi
Indokom
Indokom | Beritagar.id
BACA JUGA