KONSERVASI SATWA

Australia pinjam 4 gajah dari Indonesia

TIMBANG | Foto ilustrasi: salah satu gajah TSI Prigen, Jawa Timur, sedang diukur beratnya di penimbangan khusus.
TIMBANG | Foto ilustrasi: salah satu gajah TSI Prigen, Jawa Timur, sedang diukur beratnya di penimbangan khusus. | Berita TSI /Taman Safari Indonesia

Megawati, Raflesia, Widya, dan Christina akan berangkat ke Australia, naik kapal terbang dari Bandara Juanda, Surabaya.

Keempat gajah itu milik Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Kebun Binatang Australia di Beerwah, Queensland, meminjamnya untuk pengembangbiakan.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, M. Musyaffak Fauzi, Selasa (1/10/2919) mengatakan, keempat gajah itu akan tinggal di Negeri Kanguru, "Sampai dapat bereproduksi di negara peminjam. Anak hasil reproduksi akan diserahkan ke negara asalnya." (→ Radar Surabaya).

Pinjam meminjam gajah itu dipayungi Peraturan Menteri Kehutanan No. P.83/Menhut-II/2014. Isinya mengatur peminjaman satwa untuk pengembangbiakan (breeding loan).

Permen tersebut membolehkan peminjaman satwa untuk pelestarian dan pengembangbiakan non-komersial. Juga boleh untuk perbaikan genetik atau penambahan darah baru (fresh blood) bagi satwa sejenis yang menjadi koleksi lembaga konservasi luar negeri.

Belum pasti kapan Megawati dan tiga gajah lainnya akan bertolak. Sampai kini mereka sudah sepuluh bulan dikarantina sejak November 2018. Biasanya masa karantina gajah sekitar setahun.

Nanti setelah terbukti sehat dan kuat barulah mereka diterbangkan dengan didampingi dua pawang dari TSI dan seorang dokter hewan serta seorang manajer operasional dari Australia Zoo.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR