BIAYA PENDIDIKAN

Berlagak miskin itu (kadang) perlu

Saat mendaftarkan anak ke sekolah, orang tua mengaku miskin. Tapi setelah anak diterima, gayanya tak miskin.
Saat mendaftarkan anak ke sekolah, orang tua mengaku miskin. Tapi setelah anak diterima, gayanya tak miskin. | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

KEPENTINGAN | Kapan bermain sebagai orang mampu, dan kapan sebagai orang tak berpunya, bisa dilakukan sesuai kepentingan. Yang penting menguntungkan. Mengaku miskin agar anak diterima di sekolah incaran juga bisa ditempuh.

Sebelum media sosial marak, sejumlah sekolah swasta bisa tertipu oleh orang tua murid. Saat mendaftar dan tawar menawar uang sumbangan, orang tua berlagak tak makmur. Setelah anak diterima baru ketahuan kondisi aslinya: termasuk kaum mampu yang berkelebihan.

Di luar sekolah, permainan peran kaya dan miskin juga jamak dilakukan. Pelaku tak perlu merasa menipu orang lain.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR