INDUSTRI KECANTIKAN

Bulu ketiak dalam kehidupan sosial

Tak ada hubungan dengan suara pemilu meskipun soal angka seputar bulket bisa diada-adakan. Eva Arnaz bilang, bulunya dulu palsu.
Tak ada hubungan dengan suara pemilu meskipun soal angka seputar bulket bisa diada-adakan. Eva Arnaz bilang, bulunya dulu palsu. | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

EHM... | Maaf jika Anda jengah lagi risi terhadap komik kali ini. Yeah, daripada Anda menghirup info pemilu melulu, kan? Ihwal bulu, bukan rambut, di pangkal lengan perempuan sering menimbulkan silang pendapat. Bagi umumnya pria hal itu bukanlah masalah — kecuali misalnya bagi binaragawan.

Pekan lalu pencinta fesyen olahraga tercengang oleh iklan Nike Women di Instagram yang menampilkan model Nigeria-Amerika, Annahstasia Enuke, mengangkat lengan untuk memamerkan bulu.

Persoalan bulu berkelindan dengan selera zaman tentang kecantikan. Dalam banyak perkara bisa saja hal itu merupakan preferensi pribadi. Serupa opsi bagi pria: memiara kumis atau memilih kelimis.

Jika menyangkut kecenderungan personal tentu masalahnya bukan cuma si pemilik bulu. Bagi orang lain, terutama lawan jenis, kesukaan terhadap bulu tertentu mungkin merupakan kecenderungan fetisistis. Tugas psikolog untuk menjelaskan hal itu penyimpangan atau bukan.

Namun sebagian orang menentang standar kecantikan oleh industri. Salon waxing dan laser, selain silet khusus perempuan, dianggap memformat nilai baku. Bagi mereka setiap orang berhak merumuskan kecantikan dirinya. Tak harus meniru model iklan yang serbamulus. Hirsuitisme adalah hak. Memilih mulus juga hak.

Maka selalu saja ada berita hiburan tentang pemberontakan, membiarkan ketiak tampil alami sehingga mengundang reaksi. Misanya Ussy Sulistiawaty, Maret lalu.

Jika menyangkut dunia hiburan Indonesia, ada masa ketika aktris dan model membiarkan bulu ketiak menjumbai. Bintang film Eva Arnaz (kini 60) adalah ikon. Padahal pada eranya, 1970-1980, dia tak sendirian.

Tujuh tahun lalu Eva mengatakan, "Astaghfirullah, itu palsu bulu keteknya. Ditambah-tambahin itu sama orang di internet. Di film juga gak selebat itu."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR