KRIMINALITAS

Curilah roda, bukan motornya; colonglah dasbor, jangan mobilnya

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

ANEH | Dagelan Mataram pada abad lalu punya cerita maling kambing tertangkap. Ketika diinterogasi warga dia pun berkilah, "Lha wong nganu, saya cuma ambil tali pengikat, tapi kambingnya ikut."

Kilah serupa tak dapat ditiru pencuri sepasang roda sepeda motor di Wonogiri, Jawa Tengah. Faktanya berbeda. Motor Honda Beat AD 6893 ZI tidak ikut roda yang terdiri atas pelek dan ban. Peristiwa itu terjadi awal pekan ini Desa Pondoksari Kecamatan Nguntoronadi.

Lain motor lain mobil. Pada 2014 polisi Jakarta menangkap pencuri dasbor Toyota Alphard. Artinya si maling sudah masuk ke dalam mobil tapi tak sekalian menggondol kendaraan – misalnya dia bisa menyalakan mesinnya dan bisa menyetir.

Alasan maling memilih dasbor, menurut polisi, karena bagian itu mudah dicopot. Harga jualnya bagus, di tangan penadah dinilai Rp50 juta. Kalau harga baru sih Rp100 juta lebih.

Maling dasbor bukan hal baru. Pada 1980-1990 dasbor Toyota Kijang juga disikat. Namun ketika masuk penjara, si maling akan ditertawakan penghuni lain dan dianggap bodoh. Dianggap dungu, menurut istilah arkais yang belakangan laku dan ada saja orang yang menganggap itu istilah baru.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR