KULINER EKSTREM

Daging anjing laku di Solo

Siapa bilang anjing dan kucing itu sahabat manusia? Di Solo saban bulan 13.700 ekor anjing dibantai untuk hidangan. Pemkot menyerah.
Siapa bilang anjing dan kucing itu sahabat manusia? Di Solo saban bulan 13.700 ekor anjing dibantai untuk hidangan. Pemkot menyerah. | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

GUKKK! | Orang bilang ini soal selera: menyantap daging binatang piaraan yang diperkawan. Kenyataannya di Surakarta, Jawa Tengah, saban bulan 13.700 ekor anjing jadi hidangan.

Jika data yang Dog Meat Free Indonesia (DMFI) paparkan di DPRD pekan lalu (9/5/2019) itu benar, berarti rerata sehari ada 450 ekor lebih gukguk dibunuh dan jadi lauk.

Sejauh ini belum ada kabar bahwa di Sala atau Solo itu daging anjing itu hasil perburuan di hutan. Tapi untuk mengatakan bahwa belasan ribu aning per bulan itu piaraan yang direnggut dari tuannya tentu perlu bukti dan saksi.

Pemkot Surakarta tak dapat melarang perdagangan daging anjing karena belum ada peraturan daerah yang melarangnya.

Bulan lalu DMFI sudah berunjuk rasa menentang perdagangan daging anjing. Anjingnya tak tercukupi oleh stok lokal, maka didatangkanlah anjing dari provinsi tetangga, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur. DMFI mengkhawatirkan penyebaran rabies.

Menurut Republika.co,id, daging anjing di Solo diolah menjadi sate, tongseng, rica goreng, rica basah, dan sate goreng. Harga per porsi Rp18.000, sudah termasuk nasi dan es teh.

Bagi pengonsumsi, daging anjing bisa mendatangkan penyakit.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR