PEDAGANG KAKI LIMA

Dari mana datangnya setrum dan air untuk PKL?

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

KEAJAIBAN | Bisnis pedagang kaki lima (PKL), terutama yang ilegal karena melanggar peraturan daerah, berisi aneka keajaiban. Hari ini aparat polisi pamong praja menggebah, pedagang langsung enyah, tapi esok segera berbenah, lalu hari berikutnya berdagang lagi dengan semringah. Lantas lain waktu, tanpa jadwal, pola yang sama berulang. Lagi dan lagi.

Di Sukabumi, Jawa Barat, pekan ini, lapak liar PKL terbukti menggunakan listrik resmi dari Perusahaan Listrik Negara (detikcom, 30/8/2018).

Hal serupa terjadi di Medan, Sumatra Utara. Tahun lalu saat satpol PP membongkar kios liar PKL mereka harus berhati-hati karena kabel listrik terentang bergelantungan. Sumber setrum dari PLN. Para pedagang memiliki meteran (Tribun-Medan.com, 14/9/2017).

Jika bicara sumber daya bagi PKL sebenarnya bukan hanya listrik. Air bersih juga mereka perlukan. Untuk setrum ada tiga cara. Pertama: melanggani PLN. Kedua: mencuri setrum melalui koordinator.

Ketiga? Jika berada di kawasan perkantoran, PKL yang buka malam hari bisa bekerja sama dengan orang dalam, termasuk petugas keamanan, untuk mendapatkan setrum disertai sekering pengaman.

Untuk air bersih, polanya sederhana. Pertama: membeli air jeriken yang dijajakan gerobak. Kedua: meminta bantuan kantor, atau rumah tinggal, agar PKL boleh memanfaatkan keran air di halaman. Bisa gratis bisa bayar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR