TOLERANSI BERAGAMA

Entah kenapa isu salib menjadi peka

| Salni Setyadi /Beritagar.id

LAMBANG | Beda kasus dan tempat tapi sama-sama menyangkut salib. Peristiwa pertama di Yogyakarta, Desember lalu. Warga memenggal nisan makan seorang Katolik berbentuk salib.

Peristiwa kedua di Solo, Jawa Tengah, pekan lalu. Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan Lembaga Umat Islam Surakarta (LUIS) menolak ornamen paving block di Jenderal Sudirman yang menurut mereka mirip salib. Kebetulan sang wali kota, F.X. Hadi Rudyatmo, adalah Katolik.

Padahal ornamen tersebut melambangkan mata angin. Bagi Majelis Ulama Indonesia di Surakarta, ornamen tersebut juga bukan salib.

Akan tetapi bagi penentang ornamen, hal tersebut adalah "salibisasi". Lantas marak meme di media sosial tentang segala bentuk yang bisa dianggap mirip salib, termasuk tiang jemuran dan orang-orangan di sawah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR