KULINER MANCANEGARA

Finlandia jual roti jangkrik pertama di dunia

Ilustrasi roti jangkrik
Ilustrasi roti jangkrik | Chamille White /Shutterstock

Menyantap roti bisa menambah energi yang Anda butuhkan pada pagi hari. Sebabnya, makanan yang biasanya beragi ini dikenal kaya karbohidrat dan protein.

Biasanya roti dibuat dari campuran telur, terigu/tepung gandum dan mentega. Namun, baru-baru ini, di Finlandia roti mulai dibuat dengan campuran serangga.

Dilansir BBC, 23 November lalu, toko roti Fazer di Finlandia berhasil membuat roti yang berbahan dasar tepung jangkrik. Menurut Fazer, ini merupakan roti berbahan baku serangga pertama di dunia yang dijual ke pasaran.

Roti jangkrik atau yang dalam bahasa Finlandia disebut sirkkaleipa ini pun dinilai lebih kaya protein ketimbang roti gandum biasa. "Kami membuat adonan yang renyah untuk menonjolkan rasanya. Hasilnya pun lezat dan bernutrisi," sebut Markus Hellstrom, Kepala Divisi Roti Fazer.

"Sirkkaleipa adalah sumber protein yang baik, serangga juga mengandung asam lemak, kalsium, zat besi, dan vitamin B12," terangnya lagi.

Untuk membuat roti jangkrik, Fazer menggunakan teknik yang mirip dengan pembuatan roti pada umumnya. Bedanya, mereka memasukkan olahan jangkrik yang telah dihaluskan ke dalam tepung sebagai campuran.

Setiap roti terdiri dari sekitar 70 ekor jangkrik yang diternak khusus. Dengan kata lain, kandungan jangkrik di dalam roti ini bisa mencapai tiga persen dari berat rotinya.

Untuk menikmatinya pun mudah. Roti yang dijual dalam kemasan kertas ini bisa diiris tipis lalu dioles mentega atau selai. Bisa juga menjadikannya sebagai padanan salad sayuran atau sup.

Roti ini pun dalam waktu singkat menjadi incaran. Apalagi menurut survei yang dilakukan Fazer, orang Finlandia dikenal gemar mencoba sesuatu yang baru. "Saya tak merasakan perbedaannya...Rasanya seperti roti," jelas Sara Koivisto, seorang pelajar asal Helsinki setelah mencicipi Sirkkaleipa.

Fazer memang berniat untuk menciptakan cara baru membuat roti. Menurut Juhani Sibakov, Kepala Departemen Inovasi Fazer, saat ini manusia membutuhkan sumber nutrisi baru yang berkelanjutan.

Jangkrik pun disebut-sebut sebagai bahan makanan yang bisa dengan mudah didapatkan. Jangkrik juga diharapkan dapat digunakan untuk memberi makan daerah-daerah yang terkena bencana kelaparan.

Dilansir Independent, PBB dan Organisasi Agrikultural saat ini juga mempromosikan serangga sebagai sumber makanan yang sehat, tinggi protein dan mineral yang sangat berguna bagi tubuh manusia.

Apalagi masih banyak jenis serangga yang juga memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Serangga seperti jangkrik juga terbilang mudah dan murah untuk diternak. Jangkrik tak memerlukan lahan yang luas serta pakan yang banyak jika dibandingkan dengan hewan ternak lainnya.

Menurut PBB, jangkrik sebagai bahan makanan telah lama populer di beberapa negara. Menurut data, setidaknya ada 2 juta orang di dunia yang mengonsumsi serangga dari 1.900 spesies berbeda pada 2016.

Adapun penjualan roti berbahan jangkrik ini pun baru saja mendapat izin dari legislatif Finlandia pada 1 November 2017. Kloter pertama penjualan roti ini berhasil dilempar ke pasaran pada akhir November 2017 dengan harga GBP 3,9 atau sekitar Rp70 ribu.

Penjualannya di 11 toko roti di Finlandia mendapat respon yang cukup baik dari para pelanggan. Fazer bahkan mengaku kewalahan karena pasokan tepung jangkrik dari peternakan di Belanda mulai menipis.

Padahal tahun depan, Fazer berencana menyebar pasokan roti ke 47 toko roti di Belanda. Distribusinya pun bukan tak mungkin sampai ke Indonesia, apalagi jangkrik bukan makanan yang cukup asing --terutama di sebagian Pulau Jawa.

A post shared by Radio City (@radiocitysuomi) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR