PEMERINTAH DAERAH

Gubernur hirau setelah warga berpose di kubangan jalan

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

PAYAH | Kepala daerah bukan jabatan karier. Tantangan mereka adalah menggerakkan birokrasi. Padahal birokrasi cenderung lamban dan malas: kalau tak ada kabar di media, termasuk media sosial, maka semua urusan dianggap beres.

Kalau tak ada cewek berpose di kubangan maka jalan yang empat tahun dibiarkan hancur akan semakin dibiarkan agar menjadi arena off-road yang menantang. Itulah yang terjadi di Batumarta, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, pekan ini.

Gubernur Sumsel Herman Deru bilang sudah siapkan dana Rp500 miliar untuk perbaiki jalan. Mestinya sebelum ada protes warga, hal itu sudah jauh hari diumumkan.

Apakah birokrasi tak memberi masukan ke atas, siapa pun kepalanya, sampai jalan dibiarkan hancur selama empat tahun? Sejumlah kepala dearah yang berhasil — misalnya Basuki Tjahaja Purnama (saat menjadi gubernur DKI Jakarta) dan Tri Rismaharani (wali kota Surabaya, Jawa Timur — punya sistem pemantauan efektif.

Jika menyangkut jalan rusak, warga meledek kepala daerah yang bebal sudah ada sebelum kasus Sumsel. Misalnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lubang-lubang jalan sepanjang dua kilometer warga jadikan kolam.

Arsip Beritagar.id tahun 2015 mencatat sejumlah kasus rakyat memprotes pembiaran jalan rusak. Termasuk menanam pisang di jalan raya.

Di Facebook pekan ini muncul aneka pose di jalan rusak. Semoga tak ada lagi birokrasi lamban dan kepala daerah bebal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR