Heboh wacana patung kuntilanak di Pontianak tersebab Daily Mail

BUKAN KUNTILANAK | Foto adalah seorang gadis dalam permainan kostum (cosplay) berlagak sebagai hantu dalam film The Ring. Tabloid asal Inggris, Daily Mail, menyamakan hantu ini dengan kuntilanak, dalam warta soal rencana pembangunan patung kuntilanak di Pontianak.
BUKAN KUNTILANAK | Foto adalah seorang gadis dalam permainan kostum (cosplay) berlagak sebagai hantu dalam film The Ring. Tabloid asal Inggris, Daily Mail, menyamakan hantu ini dengan kuntilanak, dalam warta soal rencana pembangunan patung kuntilanak di Pontianak.
© Gage Skidmore/CC BY-SA 2.0 /Flickr

Situs tabloid asal Inggris, Daily Mail, memuat kabar rencana pembangunan patung kuntilanak di Pontianak, Kalimantan Barat. Judul warta itu dimulai dengan satu kalimat yang kira-kira terjemahannya: "Gagasan buruk lagi menakutkan?".

Sebenarnya, kabar pembangunan patung kuntilanak ini bukan hal baru, sebab telah beredar sejak Januari 2017. Namun Daily Mail baru memuatnya pada 12 Mei 2017. Alhasil, artikel itu memicu pemberitaan (ulang) dari sejumlah media nasional.

Adapun wacana patung kuntilanak ini pertama kali disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Pemprov Kalimantan Barat, Kartius.

Seperti dilansir Pro Kalbar (19 Januari 2017), Kartius mengaku ingin membangun monumen sekaligus menara berbentuk kuntilanak setinggi 100 meter. "Jadi wisatawan bisa melihat Kota Pontianak dari atas, tidak perlu keliling-keliling," kata dia.

Ia pun mengklaim "banyak orang mendukung" idenya. Bahkan, Kartius sudah punya rencana lokasi pembangunan yakni di tepi Sungai Kapuas dekat Jembatan Kapuas I.

Perkataan Kartius berbuah kontroversi. Sebagai misal, muncul penolakan dari sekelompok orang yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Tolak Patung Antu (GEMATOPAN).

Selama lima bulan terakhir, wacana ini juga mengundang pelbagai komentar dari warganet.

Sebagai informasi, beberapa hari setelah perkataan Kartius, terdengar tanggapan dari Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. Tokoh yang karib disapa Bang Midji itu menegaskan pihaknya tidak punya rencana membangun patung kuntilanak.

"Saya pastikan tidak akan dibangun di Pontianak selama saya masih jadi wali kota (hingga 2018)," katanya, dikutip Tribun Pontianak (1 Februari 2017). "Yang jelas, saya tidak akan izinkan hal itu. Kan saya yang wali kota, ini wilayah saya."

Adapun artikel Daily Mail tak memuat perkataan Bang Midji. Situs itu juga keliru lantaran menyamakan kuntilanak dengan hantu dalam film horor The Ring. Meskipun penampakan keduanya mirip, tetapi latar karakter itu sama sekali berbeda.

Hantu dalam The Ring, Sadako Yamamura adalah karakter anak-anak--dalam adaptasi lain digambarkan sebagai remaja. Adapun kuntilanak adalah sosok perempuan yang meninggal tatkala melahirkan--merujuk cerita rakyat.

Untuk diketahui, Daily Mail kerap dituding gemar memproduksi berita sensasional.

Bahkan, Wikipedia mengklasifikasikan informasi Daily Mail dalam kategori "pada umumnya tidak bisa diandalkan". Kategori itu ditujukan untuk para editor Wikipedia agar tak lekas percaya dengan Daily Mail.

Legenda Pontianak

Pontianak merupakan ibu kota Kalimantan Barat. Warga setempat melafalkannya sebagai Puntianak. Kota itu memang dekat dengan kuntilanak dalam legenda pendiriannya.

Alkisah, Pontianak dibangun Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang kelak jadi Raja Pontianak. Konon, guna mencari lokasi pembangunan istana, Syarif Abdurrahman mesti menyisir Sungai Kapuas.

Dalam perjalanan itu, sang raja kerap diganggu kuntilanak yang jadi penghuni Sungai Kapuas.

Guna mengatasi gangguan, Syarif Abdurrahman menembakkan meriam ke tiga titik, yang suaranya bikin kuntilanak tunggang-langgang. Titik jatuhnya tiga peluru meriam itu jadi lokasi pembangunan Kerajaan Pontianak.

Namun laiknya mitos atau legenda, klaim di muka sulit dibuktikan. Catatan lain ihwal pendirian Pontianak pernah ditulis sejarawan Belanda, V.J. Verth dalam bukunya Borneos Wester Afdeling.

Menurut Verth, Belanda masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah (1773 Masehi) dari Batavia. Verth menyebut Syarif Abdurrahman sebagai putra ulama Kerajaan Mempawah, Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie (dalam versi lain disebut sebagai Al Habib Husin).

Singkat cerita, Syarif Abdurrahman memutuskan merantau. Dalam perantauan, di wilayah Banjarmasin, Syarif Abdurrahman menikah dengan adik sultan Banjar, Sunan Nata Alam. Pernikahan itu bikin Syarif Abdurrahman beroleh gelar pangeran.

Kelak, Syarif Abdurrahman berhasil dalam perniagaan dan punya modal untuk melakukan pembajakan kapal Belanda, Prancis, dan Inggris.

Aksi itu bikin dia kaya dan mampu mendirikan permukiman di pesisir Sungai Kapuas hingga ke percabangan Sungai Landak. Wilayah itu jadi pusat kerajaan dan perdagangan, yang kini dikenal sebagai Pontianak.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.