MAIN HAKIM SENDIRI

Isu vampir merebak, massa bertindak

Ilustrasi tokoh vampir
Ilustrasi tokoh vampir | Français /Pixabay

Ini bukan plot sebuah film fiksi. Setidaknya lima orang tewas akibat rumor tentang adanya "vampir" di selatan Malawi, Afrika. Sekelompok orang main hakim sendiri terhadap korban yang dituding minum darah manusia sebagai bagian dari ritual.

Malawi merupakan salah satu negara termiskin di dunia, sehingga PBB dan sejumlah lembaga nonprofit aktif di sana. Sekretaris Jenderal PBB, bahkan punya perwakilan di bagian selatan Afrika itu, untuk memonitor program kemanusiaan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB, pada Selasa (10/10/2017), melaporkan terpaksa mengungsikan sejumlah stafnya dari dua distrik, Phalombe dan Mulanje, karena insiden main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok orang bersenjata.

"Distrik-distrik ini sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengisapan darah dan kemungkinan adanya vampir," demikian laporan Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB (UNDSS) yang dilansir Reuters (h/t Antaranews).

Sekelompok orang bersenjata nekat memblokir jalan, dan memburu siapa saja yang mereka tuding sebagai "vampir" sejak pertengahan September lalu. BBC melaporkan, Pemerintah Malawi menerapkan "jam malam" selama 10 jam sehari di beberapa wilayah terdampak, yang berlaku justru mulai pagi pukul 07.00 hingga 17.00 waktu setempat.

UNDSS menyatakan rumor vampir tampaknya berasal dari negara tetangga Mozambik, meskipun tidak jelas apa pemicunya. UNDSS akan terus memantau situasi ini dengan ketat untuk memastikan semua staf PBB yang terkena dampak dapat kembali ke lapangan sesegera mungkin.

Presiden Malawi, Peter Mutharika, mengutuk tindakan main hakim sendiri itu, dan menyebutnya telah "mengkhawatirkan dan membuat orang menderita". Ia juga menyatakan situasi tersebut sangat memprihatinkan Presiden dan seluruh pemerintah.

Praktik ilmu hitam--layaknya santet yang dikenal di Indonesia--sudah lama jadi masalah di salah satu negara termiskin di dunia itu. Pada 2002, rumor serupa pernah muncul, ditambah isu bahwa pemerintah Malawi bersekongkol dengan para penghisap darah untuk mengumpulkan darah bagi lembaga internasional yang bekerja di sana.

Tangkapan layar peta Malawi, Afrika
Tangkapan layar peta Malawi, Afrika | /Google Maps

Selain isu vampir, dalam catatan Amnesti Internasional, di Malawi juga berkembang mitos terhadap pengidap albino. Anak-anak albino jadi korban penculikan dan pembunuhan, karena bagian tubuhnya dipercaya menjadi syarat untuk menguasai ilmu hitam.

Pada kasus 2002, rumor vampir ini merebak lantaran seorang penyiar radio membuat wawancara dengan warga yang mengklaim pernah diserang oleh vampir. Panik oleh rumor tersebut, satu orang tewas karena dilempari batu oleh massa yang main hakim sendiri.

Sang Penyiar pun ditangkap polisi. Polisi membantah klaim warga yang mengaku telah diserang "vampir". Dikisahkan The Guardian, hakim lantas membebaskan penyiar bernama Maganizo Mazeze itu karena tak terbukti menyiarkan informasi palsu.

"Persinggahan selama di penjara (saat ditahan polisi) justru telah memperkuat niat saya untuk mengungkap isu yang selama ini ditutupi pemerintah," ujar Tuan Mazeze dalam pembelaannya di pengadilan.

Dilaporkan Newsweek, belum pernah ada bukti bahwa vampir di Malawi itu benar adanya. Namun kepercayaan meluas terhadap adanya praktik ilmu hitam, menimbulkan ketakutan massal terhadap manusia yang melakukan ritual meminum darah manusia.

Adapun mitos tentang manusia penghisap darah untuk bertahan hidup, telah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Tahayul yang lebih sering diangkat ke dalam film fiksi tersebut mulai populer di Eropa pada Abad Pertengahan (abad ke-5 sampai abad ke-15), saat ada wabah menyerang.

Kematian mendadak akibat wabah penyakit menular yang belum bisa dijelaskan pada masa itu, diduga menjadi penyebab utama. Hingga akhir 1800-an, masih ada warga yang menggali kuburan kerabatnya untuk mengambil jantung dan membakarnya, karena percaya dengan tahayul itu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR