PILPRES 2019

Jangan mengajari ikan berenang

Jangan ajari ikan maupun bebek untuk berenang. Dalam politik tangkisan ini muncul. Prabowo lebih tahu kudu ngapain. Maka dia tak perlu kudeta.
Jangan ajari ikan maupun bebek untuk berenang. Dalam politik tangkisan ini muncul. Prabowo lebih tahu kudu ngapain. Maka dia tak perlu kudeta. | Salni Setyadi /Beritagar.id

RENANG | Pekan lalu (18/4/2019) di Jakarta, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, tak terima atas saran seorang politikus muda agar capres Prabowo Subianto belajar dari caleg Grace Natalie.

Andre bilang, "PSI itu jangan ajari ikan berenang. Karena Pak Prabowo itu adalah seorang patriot, seorang negarawan." (→ detikcom)

Si politikus itu adalah Raja Juli Antoni (41), sekretaris jenderal Partai Solidaritas Indonesia. Adapun Grace (36) juga ketua umum partai baru itu.

Pekan lalu Grace bersikap legawa setelah PSI tak dapat kursi di DPR. Maka Raja pun meminta Prabowo, yang kalah menurut hitung cepat, untuk meneladan Grace.

Contoh kenegarawanan Prabowo, kata Andre, "... tahun 1998, jadi Pak Prabowo itu memegang pasukan ada 34 batalyon dan juga seluruh khusus adalah teman beliau yang memimpin, beliau bisa mengambil alih negara ini, tapi karena beliau patriot, beliau negarawan, beliau percaya konstitusi dan beliau percaya demokrasi adalah jalan terbaik bagi bangsa Indonesia, beliau tidak melakukan hal itu."

Tamsil jangan mengajari ikan — pun jangan mengajari bebek — untuk berenang juga pernah dilontarkan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan saat menanggapi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tahun lalu.

Saat itu Hasto menganjurkan Demokrat mengadukan perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau, kepada polisi.

Maka Hinca, seorang pengacara, menyindir Hasto, "jangan ajari bebek berenang" dan jangan ajari ikan berenang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR