PERUSAHAAN RINTISAN

Jokowi santai tanggapi cuitan heboh CEO Bukalapak

Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, Sabtu (9/2/2019)
Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, Sabtu (9/2/2019) | Puspa Perwitasari /Antara Foto

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengimbau agar warganet tak lagi meributkan soal Bukalapak. Dia pun meminta agar masyarakat menyetop gerakan "uninstall Bukalapak" yang sempat viral di media sosial.

Kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, pada 14 Februari 2019 malam, berbuntut panjang. Menulis frasa presiden baru pada akhir cuitannya tentang perbandingan dana riset dan pengembangan yang bersumber dari APBN di beberapa negara, dia dianggap tidak tahu terima kasih karena Jokowi memberi banyak perhatian pada Bukalapak.

Menyusul insiden itu, pendukung Jokowi membuat tagar #uninstallbukalapak sebagai ajakan untuk mencopot aplikasi toko daring itu dari ponsel. Tagar itupun sempat jadi topik tren, sementara Zaky sudah menghapus kicauan dimaksud.

Hanya selang sehari setelahnya, Jokowi pun mengundang Zaky ke istana. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit, Jokowi mengaku tidak tersinggung dengan kicauan Zaky. Ia tetap akan terus mendorong unicorn seperti Bukalapak, Tokopedia, Go-Jek dan Traveloka untuk memajukan ekonomi Indonesia.

“Oleh sebab itu, saya mengajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak,” kata Presiden dalam keterangannya, Jumat (15/2).

Presiden juga menegaskan bahwa Pemerintah mendukung upaya penelitian dan pengembangan sektor swasta, termasuk industri start-up, terutama di bidang sumber daya manusia dan inovasi teknologi.

Pemerintah juga ingin mendorong UMKM dari offline supaya masuk sistem daring marketplace. Sehingga pemerintah juga akan mendorong unicorn Indonesia agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain.

Jokowi pun mengimbau agar masyarakat lebih bijak dan matang dalam bersikap, menghadapi situasi apapun. Apalagi kini dana pengembangan riset sudah Rp26 triliun. Maka diharapkan agar tepat arahan dan sasarannya.

Sedangkan untuk swasta, hingga saat ini masih dalam proses pembicaraan lebih lanjut.

"Itu masih dalam proses dibicarakan untuk berikan super deductible tax dalam rangka pengembangan sdm dan inovasi. Bahwa kita harus mendorong san mendukung baik yang namanya gojek traveloka wikipedia Bukalapak untuk memajukan ekonomi kita semuanya kita dorong dan start up," tegasnya di hadapan wartawan, Jumat (15/2).

Achmad Zaky mengungkapkan Jokowi yang mengundangnya untuk bertemu pasca-viral cuitannya mengenai industri 4.0 itu. Zaky juga mengaku dalam pertemuan itu, dia dan Jokowi banyak berdiskusi mengenai rancangan pemerintah untuk kemajuan Indonesia.

"Presiden yang mengundang. Makanya saya terima kasih sekali diluangkan waktu untuk ngobrol secara pribadi," kata Zaky, seperti dikutip Tempo.co, Sabtu (16/2).

Sebelumnya, Zaky pun telah melontarkan permintaan maafnya kepada Jokowi. Zaky mengakui bahwa data yang ia gunakan terkait anggaran pengembangan dan riset di Indonesia dan perbandingannya dengan negara lain, merupakan data lama.

Data itu ia dapat dari hasil penelusuran di Wikipedia. Sementara soal kata "presiden baru" dalam kicauannya, ia menegaskan bahwa itu bisa merujuk kepada siapapun pemenang Pilpres 2019, baik Jokowi sebagai petahana maupun Prabowo Subianto sebagai penantang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR