UJARAN KEBENCIAN

Kartun: Najwa Shihab, si cantik unta, bukan kadrun

Gen Arab Najwa Shihab cuma 3,4 persen, tapi dia disebut unta. Ternyata Grace Natalie punya gen Afgan. Mestinya latar etnis seseorang bukan alasan pihak lain untuk menghina.
Gen Arab Najwa Shihab cuma 3,4 persen, tapi dia disebut unta. Ternyata Grace Natalie punya gen Afgan. Mestinya latar etnis seseorang bukan alasan pihak lain untuk menghina. | Salni Setyadi /Beritagar.id

PEYORATIF | Sabar. Mohon maaf. Judul artikel ini sangat provokatif. Maka baca dulu sampai selesai.

Telusur DNA Historia.id memberikan kesimpulan gen Arab dalam diri bintang televisi Najwa "Nana" Shihab (42) hanya 3,4 persen. Namun menurut Nana, saat bocah teman-temannya ada yang memperolok dirinya "onta".

Nana mengenang, "Hanya sebatas julukan atau bercanda anak kecil saja. Jadi saya tidak pernah terganggu dengan itu." Jika bicara konteks, dulu dan sekarang berbeda.

Grace Natalie berdarah Afgan

Adapun Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie (37), semasa menjadi wartawan pernah ditanya seorang wartawan pria, "Ngapain Lo jadi wartawan? Kenapa gak buka toko aja?"

Pertanyaan stereotip terhadap orang-orang keturunan Tionghoa itu, kata Grace, "Teringat sampai sekarang."

Menurut Historia.id, dalam diri Grace ada 0,01 persen gen Afganistan selain Asia Timur 76,92 persen.

Taruh kata gen Arab Najwa 100 persen, dan gen Tionghoa Grace juga 100 persen, maka tak ada alasan siapa pun untuk menerapkan prasangka rasial terhadap mereka.

Kadal gurun dan Cina kafir

Akan tetapi perkembangan politik Indonesia menguarkan aneka sebutan beraroma prasangka bahkan hinaan pun kebencian. Ada istilah Aseng untuk menyebut pebisnis Sino-Indonesia maupun warga Tiongkok.

Lalu ada sebutan kadrun, akronim kadal gurun, untuk kaum yang setidaknya punya salah satu atribut ini: (1) keturunan Arab, tak pro-Jokowi, cenderung sektarian; (2) WNI non-Arab namun berbusana Timur Tengah (dan bukan pendukung Jokowi); (3) salah satu, atau gabungan, dua unsur tadi dan menyandang label intoleran, pro-NKRI bersyariah, bahkan disebut pro-khilafah.

Bahkan "kadrun" menjadi judul berita demonstrasi Banser Nahdlatul Ulama di Purwokerto, Jawa Tengah (3/10/2019).

Ada pula sebutan sobat gurun. Meski di Tiongkok ada Gurun Gobi, dan di Amerika ada Gurun Mojave, semua orang tahu bahwa gurun dalam sahabat gurun bukanlah di Sahara, Afrika, melainkan di Timur Tengah. Ada ejekan dalam sebutan itu.

Sampai kapan kita begitu?

Menyedihkan jika itu ditanamkan kepada anak-anak. Seperti tiga tahun lalu, anak-anak disuapi racun tentang Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama yang "Cina dan kafir" – bahkan layak dibunuh.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR