Kehamilan Serena Williams dan kehebohan warganet

Serena Williams berpose dengan trofi juara turnamen grand slam tenis Australia Terbuka 2017  di  Melbourne, Australia, 28 Januari 2017.
Serena Williams berpose dengan trofi juara turnamen grand slam tenis Australia Terbuka 2017 di Melbourne, Australia, 28 Januari 2017.
© Aaron Favila /AP Photo

Kehamilan seorang wanita seharusnya hanya peristiwa alami nan lazim. Tapi tidak demikian bila Serena Williams yang mengalaminya.

Melalui akun Snapchat dan kemudian dikonfirmasi kepada NBC News, 19 April 2017, ratu tenis dunia itu mengumumkan kehamilan berumur 20 pekan. Tak berapa lama juru bicaranya membenarkan kabar itu.

Sang juru bicara, yang tak disebut namanya dalam laman Voice of America, juga mengabarkan bahwa Williams akan rehat dari dunia tenis selama setahun. Namun demikian atlet 35 tahun itu diharapkan kembali ke lapangan pada 2018.

Williams, penguasa 39 gelar juara Grand Slam, diperkirakan akan melahirkan pada musim gugur mendatang (September-November). Belum diketahui pula identitas jabang bayi dalam rahimnya.

Adapun bayi itu adalah hasil tunangannya dengan salah seorang pendiri laman jejaring sosial Reddit, Alexis Ohanian. Mereka bertunangan pada 29 Desember 2016 dan Williams mengumumkannya lewat sebuah gambar kartun di laman Reddit pada Januari 2017.

Kabar kehamilan Williams pun disambut luas, bahkan heboh, oleh warganet di Twitter. Pada umumnya mereka kaget, takjub, seolah tak percaya, dan bahkan cemburu.

Persoalannya, warganet heboh bukan hanya urusan kehamilan semata. Sejumlah orang pun menghitung mundur.

Apabila saat ini usia kandungan Williams adalah 20 pekan, berarti dia sedang hamil sekitar delapan minggu saat menjuarai tunggal putri Australia Terbuka 2017. Ketika itu ia menundukkan Venus Williams, kakak kandungnya.

Publik pun makin heboh. Sebagian tak percaya bagaimana Williams mampu melakukannya dan kandungannya tetap aman.

Bahkan salah seorang perempuan mengaku kesulitan bangun dari tempat tidur saat datang bulan, tapi Williams bisa memainkan partai final Grand Slam.

Washington Post menulis, Williams bukan atlet pertama yang tetap bermain dan juara meski sedang mengandung. Legenda voli pantai Kerri Walsh pernah meraih medali emas Olimpiade London 2012 saat tengah mengandung anak ketiga berusia lima pekan. Uniknya, ketika itu Walsh belum tahu tengah mengandung.

Jawara balap sepeda Inggris Raya, Laura Kenny, juga pernah menjuarai lomba saat sedang mengandung. "...ketika itu kandungan saya berumur lima atau enam pekan," katanya kepada BBC Radio 5 live.

Apapun, aksi Williams kala tengah mengandung membuat para dokter spesialis kandungan kagum. Dokter spesialis kandungan, Dr. Sheryl Ross, kepada Inside Edition mengatakan bahwa Williams adalah salah seorang atlet terbesar sepanjang masa nan profesional.

Jadi meski sedang hamil, petenis nomor satu dunia dalam tujuh kesempatan (2002 hingga 2017) itu relatif tak punya masalah dalam pertandingan. "Padahal biasanya pada 12 pekan pertama, seorang wanita hamil merasa lelah dan mual," ujar Dr. Ross.

Sementara Cynthia Gyamfi Bannerman, guru besar Women's Health in Obstetrics and Gynecology Maternal-Fetal Medicine at the Columbia University Medical Center, mengatakan ada sejumlah kondisi medis berbeda pada para wanita hamil selama 12 pekan awal. Tentu saja yang paling umum adalah lelah dan mual tadi.

Persoalannya, seperti diungkapkan Dr. Ross, Williams menjaga kesehatannya dengan baik --termasuk beristirahat cukup. "Jadi, saya tak terkejut melihat Williams masih bisa menjuarai turnamen Australia Terbuka dalam kondisi mengandung," ujar Bannerman kepada USA Today.

Professor Janice Rymer dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakan ada kelompok ahli yang membantu asupan latihan dan nutrisi bagi kalangan atlet elite yang tengah hamil. Dengan begitu, latihan berat ketika sedang hamil delapan pekan tidak akan memberi pengaruh signifikan pada kandungan.

"...apalagi jika ini terjadi pada para atlet yang memang terbiasa berlatih dalam level tinggi. Apalagi pada pekan-pekan pertama kehamilan, hormon perempuan justru meningkatkan performa fisik...," ujar Rymer.

Sementara Dr. Markos Klonizakis, peneliti senior di Sheffield Hallam University, Inggris, mengatakan pencapaian Williams memang mengagumkan. Pasalnya, tidak mudah bagi para perempuan untuk beradaptasi pada perubahan tubuhnya sembari menjalani pertandingan level elite.

Jadi, lanjut Klonizakis, Williams justru lebih banyak menghadapi tantangan psikologis. "...tantangan utamanya adalah sistem cardiovascular berubah karena tubuh mengandung lima pekan.

"Sitem jantung bekerja dengan cepat untuk memastikan janin memperoleh asupan darah dan oksigen dengan baik. Banyak perempuan merasa sesak napas saat detak jantungnya meningkat. Jadi sudah pasti Williams mendapat tantangan besar, termasuk jika Anda memperhitungkan rasa mual yang dialaminya," kata Klonizakis.

Eks petenis Amerika Serikat, Pam Shriver, mengatakan aturan dan batas normal memang tak bisa menahan Williams. Dalam usia 35 dan sedang mengandung pun ia masih bisa menjuarai turnamen besar.

Williams menjadi petenis putri tertua yang pernah menjuarai turnamen Grand Slam. Ia adalah atlet dengan keterampilan paling lengkap dan paling berbakat.

Namun Shriver tak yakin apakah Williams masih bisa berprestasi setelah melahirkan nanti. Meski begitu, lanjutnya, kita tak pernah tahu bagaimana seseorang akan menyikapi situasi seperti itu.

"Serena bisa membersit untuk pensiun setelah menjadi seorang ibu. Atau dia akan mengamati situasi seperti Roger Federer melakukannya saat tergoda untuk pensiun tahun lalu. Menurut saya, Serena pasti tertantang untuk kembali bermain," ujar Shriver yang melahirkan tiga anak setelah mundur dari lapangan tenis kepada ESPN.

Pada masa lalu terdapat sejumlah contoh bagaimana atlet putri masih bisa berprestasi tak lama setelah melahirkan. Atlet marathon Inggris Raya, Paula Radcliffe, pernah menjuarai New York Marathon 2007 --10 bulan setelah melahirkan anak pertama pada usia 33.

Di lapangan tenis, Kim Clijsters asal Belgia melahirkan bayi perempuan pada 2007. Dua tahun kemudian Clijsters tampil di US Open dengan starus wild card dan mengalahkan Williams pada semifinal lantas menjuarai turnamen itu.

Clijsters pun menjadi ibu pertama yang menjuarai ajang Grand Slam sejak Evonne Goolagong Cawley memenangi Wimbledon 1980. Namun saat Clijsters melakukannya, usianya 26.

Catatan redaksi: Telah terjadi kesalahan penulisan nama pada paragraf kedelapan. Seharusnya tertulis Venus Williams, tapi ditulis Serena Williams. Kesalahan telah diperbaiki.
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.