POLA MAKAN

Komik: Konglomerat kok makan mi instan

Di LN, Dato Sri Tahir menginap di hotel luks. Di kamar dia makan mi instan bekal. Hemat bin pelit atau karena apa?
Di LN, Dato Sri Tahir menginap di hotel luks. Di kamar dia makan mi instan bekal. Hemat bin pelit atau karena apa? | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

TAJIR | Ada dua makna sebutan "konglomerat mi instan". Pertama: dia kaya karena salah satu usahanya yang tenar adalah mi instan. Kedua: biarpun kaya, apa pun bisnisnya, dia tetap suka mi instan.

Kategori dua itu misalnya pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir (67). Kepada Kompas.id, filantropis ini mengakui kalau ke luar negeri lebih suka menyantap mi instan dengan sambal bekal dari rumah.

Mi instan itu praktis. Tinggal seduh atau rebus tiga menit. Tapi jangan harap ada pesan "murah" dan "ekonomis" dalam iklan mi instan. Bisa menyinggung perasaan konsumen. Kalau pesan suasana ceria, rukun, dan mudah pasti lebih dikedepankan dalam iklan.

Mi instan bisa jadi alat tukar. Sama seperti uang. Soal porsi, Jokowi kaget karena di Nigeria porsi lebih tambun. Nigeria memang negeri penggemar mi instan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR