KRIMINALITAS

Komik: Motor bodong dan kegemaran orang beli curian

Polisi menendang pemotor ngacir yang menunggang motor curian. Barang colongan punya pasar. Pembeli pura-pura tak tahu, padahal bisa diterungku.
Polisi menendang pemotor ngacir yang menunggang motor curian. Barang colongan punya pasar. Pembeli pura-pura tak tahu, padahal bisa diterungku. | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

ASBAK | Peristiwa polisi menendang motor yang mencoba kabur dari razia pekan lalu, di Tangerang, Banten, menguak satu hal klasik: motor curian selalu punya pembeli.

Secara hukum, pembeli barang curian — dari motor, mobil, sampai ponsel — adalah penadah. Asbak, menurut istilah di kalangan polisi dan penjahat; berjodoh dengan pemetik, istilah untuk pelaku. Penadah bisa dikurung empat tahun.

Sebenarnya setiap orang bisa menduga jika barang apa pun ditawarkan amat sangat murah nian, apalagi tanpa kejelasan riwayat, ada kemungkinan itu barang ilegal.

Barang itu hasil selundupan yang mengelak dari pajak. Bisa juga barang colongan, jarahan, atau malah hasil perampokan berdarah yang mengorbankan nyawa korban — misalnya motor hasil kerja begal bengis.

Tentu bisa juga sih barang murah tak wajar tadi hasil menemukan tanpa sengaja. Tapi penemu yang berbudi pasti melapor RT, satpam, polisi, atau mengumumkan di media sosial.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR