BUDAYA KERJA

Kompak berjam karet di DPR, DPRD, dan pengadilan

ARLOJI | Foto arsip: perajin membuat tali jam tangan dari paracord di  Bakul Gelang, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/12/18). Harga Rp100.000 - Rp150.000 per utas.
ARLOJI | Foto arsip: perajin membuat tali jam tangan dari paracord di Bakul Gelang, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/12/18). Harga Rp100.000 - Rp150.000 per utas. | Maulana Surya /Antara Foto

Maka berkatalah Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bangkalan (Jawa Timur) Muhammad Fahad, siang tadi (2/9/2019): "Selama ini (kami) kental dengan sebutan DPR molor. Saya harap kata-kata molor sudah tidak ada lagi."

Lantas dia Fahad meneruskan, "Perlahan, hal-hal yang kurang baik akan kami perbaiki." (→ TribunMadura.com)

Tak hanya di DPRD Bangkalan jam karet jadi penyakit. Di DPRD Kota Serang, Banten, juga. Tadi siang acara pelantikan anggota dewan molor 34 menit (→ TOPmedia).

Bulan lalu di DPRD Kota Jambi, sidang pengesahan RAPBD-P mundur dua jam. Seorang lurah mengeluh, "Tiap paripurna macam inilah, dak pernah tepat waktu. Padahal kami sebagai lurah sudah meninggalkan tugas kami di kantor." (→ TribunJambi.com)

Sudah molor, absen pula

Kalau di DPR, Senayan, Jakarta? Ah, cerita lama. Sidang paripurna sepekan lalu (27/8/2019), pas HUT ke-74 DPR RI, ngaret 40 menit. Hanya 110 dari 560 anggota yang hadir. Artinya cuma 19,64 persen.

Lalu sidang paripurna keenam, hari ini, mundur satu jam 17 menit. Jumlah hadirin hanya 82 dari 560 anggota (→ SenayanPost.com).

Jika ingin membuang waktu, cobalah ketik "dpr ri molor" di Google. Niscaya Anda akan menuai hasil berlimpah.

Membaca jam

Selain badan legislatif, yang gemar jam karet adalah pengadilan. Misalnya PN Batam, Riau.

Siang menjelang sore hari ini, Edward Kamaleng, seorang pengacara, mengeluh, "Bagaimana mungkin ada keadilan jika dijanji jam sembilan pagi sidang, tapi diundur sampai jam tiga sore." (→ TribunBatam.id)

Apakah para tuan itu tak punya jam, atau punya namun tak dapat membaca jam analog maupun digital?

Menurut detikcom tujuh tahun silam, ada anggota parlemen yang berarloji di atas Rp100 juta.

Lalu pada 2017 IDN Times mewartakan, sejumlah politikus berjam tangan mewah — antara lain Fadli Zon dan Setya Novanto.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR