Lima peristiwa unik dalam perburuan Pokemon

Pengunjung bermain Pokemon Go di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta (16 Juli 2016).
Pengunjung bermain Pokemon Go di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta (16 Juli 2016). | Aditia Noviansyah /Tempo

Pokemon Go diperkirakan telah diunduh lebih dari 75 juta kali (hingga akhir Juli 2016).

Demam permainan realitas tertambah (augmented reality) itu juga memicu debat serius, mulai dari soal keamanan hingga keimanan. Di saat bersamaan, Pokemon Go telah memicu kreativitas seniman untuk menyuarakan seruan anti-perang di Suriah.

Di luar perkara serius itu, Pokemon Go telah menghadirkan fenomena unik lagi menarik. Berikut kami rangkum lima fenomena unik (yang terjadi sejauh ini) di seputar perburuan Pokemon.

Pokemon interupsi konferensi pers

Konferensi pers yang digelar Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terinterupsi aktivitas perburuan Pokemon.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/7/2016), saat juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, menyampaikan pernyataan pers soal menangkal ISIS dan mengantisipasi terorisme.

Di tengah pernyataannya, Kirby terganggu dengan aktivitas seorang jurnalis. Ia tiba-tiba berhenti dan bertanya, "apakah Anda sedang bermain Pokemon di situ?" Jurnalis yang ditanya, balik mengatakan bahwa dirinya sekadar mengawasi kemungkinan adanya monster Pokemon. Kirby pun segera melanjutkan pernyataannya.

Namun, usai memberikan pernyataan, Kirby bertanya kembali kepada sang jurnalis. "Apakah Anda berhasil mendapatkannya (monster)?" tanya Kibry. "Tidak. Sinyal di sini tak cukup baik," jawab jurnalis itu.

Insiden itu terekam kamera pewarta CNN, sebagai berikut:

Pokemon interrupts State Department briefing /CNN

Berhenti bekerja demi Pokemon

Boleh jadi ini keputusan besar yang diambil Tom Currie. Pria Selandia Baru itu memutuskan berhenti dari profesinya sebagai barista di sebuah restoran, demi satu alasan: berburu Pokemon.

Currie juga terkesan serius dengan aktivitas berburu monster itu. Demi berburu Pokemon, seperti dilaporkan The Guardian, pria 24 tahun itu langsung memesan 20 tiket bus untuk menjelajah Selandia Baru, dalam waktu kurang dari sepekan semenjak berhenti dari pekerjaannya.

Currie mengaku ingin menikmati sebuah petualangan. "Saya telah bekerja selama enam tahun dan sangat mendambakan istirahat. Pokemon telah memberi saya kesempatan untuk merealisasikan mimpi itu." kata Currie.

Apakah Anda ingin mengikuti jejak Currie?

Berburu Pokemon di konser musik

Bagi sebagian orang menonton konser musik adalah prosesi sakral. Kesakralan itu mungkin akan terganggu bila ada penonton yang berburu Pokemon.

Agaknya hal macam itu yang bikin penyanyi Rihanna mengeluarkan ultimatum dalam konsernya di Lile, Prancis.

"Saya tidak ingin melihat Anda menangkap Pokemon di sini," kata Rihanna, di hadapan penggemarnya.

Ultimatum itu tidak berlebihan, paling tidak sejumlah laporan pengguna media sosial menunjukkan bahwa perburuan Pokemon memang telah meluas hingga ke konser musik.

Semisal yang terjadi saat konser Beyonce di Paris, pekan lalu. Hal serupa juga terjadi dalam konser Adelle, di Chicago, AS, pertengahan bulan ini. Berikut laporan pengguna media sosial atas peristiwa itu:

She's lucky Solange never saw her. Side note I'm never showering again.

A video posted by Anand Desai-Barochia (@ananddb) on

Patah hati karena Pokemon

Anda bisa putus cinta karena berburu Pokemon. Itulah yang menimpa Evan Scribner, seorang penggila Pokemon Go yang berdomisili di New York, AS.

Dalam ceritanya kepada New York Post, Scribner mengaku putus dengan pasangannya, karena kedapatan berburu Pokemon di rumah mantan pacarnya.

Mula-mula, Scribner punya agenda pertemuan dengan mantan pacarnya. Namun setelah pertemuan singkat itu, dirinya tak sabar mencari Pokemon di sekitar rumah sang mantan.

Padahal, permainan itu mengaktifkan fitur geolokasi di ponselnya. Kebetulan, pacarnya bisa melacak keberadaan Scribner melalui fitur geolokasi itu. Walhasil, Scribner ketahuan main ke rumah mantan.

"Dia melihat lokasi saya saat menangkap Pokemon di rumah mantan saya. Sejak itu dia tak lagi menghubungi saya," kata Scribner.

Mendampingi istri melahirkan sambil main Pokemon

Warga Texas, AS, Jonathan Theriot, mungkin tengah terjebak dalam kegilaan permainan Pokemon. Saking tergila-gilanya, Jonathan menyempatkan diri mengecek keberadaan monster Pokemon, pada saat menemani istrinya, Jessica melahirkan anak ketiga mereka.

Jonathan pun mendapati seekor monster, Pidgey. Karena tak sempat berburu, ia sekadar mengabadikan tangkapan layar gambar monster itu di ponselnya. Sang monster tampak nangkring di samping tempat tidur istrinya, yang agaknya sedang kesakitan karena kontraksi.

Jonathan sempat pula membagikan foto itu di layanan berbagi gambar, Imgur. Foto itu langsung mengundang percakapan. Seperti diwartakan BuzzFeed, banyak orang di layanan itu memarahi Jonathan. Ia dianggap tak peduli dengan proses melahirkan yang dilalui istrinya, dan lebih mendahulukan Pokemon.

Meski begitu, Jonathan tak ambil pusing, demikian pula istrinya. "Dia hanya tertawa," kata Jonathan, soal reaksi istrinya atas peristiwa itu. Dalam komentarnya di Imgur, Jonathan pun mengaku beruntung memiliki seorang istri yang mendukung hobinya bermain Pokemon.

Tangkapan layar ponsel Jonathan Theriot, menampilkan sosok monster Pokemon di samping tempat tidur istrinya yang sedang menjalani proses melahirkan.
Tangkapan layar ponsel Jonathan Theriot, menampilkan sosok monster Pokemon di samping tempat tidur istrinya yang sedang menjalani proses melahirkan. | Jonathan Theriot /Imgur

Guna melengkapi fenomena unik di atas, dari Indonesia, ada lagu berjudul Cari Pokemon. Lagu berirama dangdut itu dibawakan penyanyi cilik, Faiha. Mungkin lagu ini bisa menemani Anda berburu monster.

Pokemon Pokemon

Dimana kamu

Ku mencarimu

Ingin menangkapmu

Cari Pokemon - Faiha /sanimusicindonesia
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR