UNJUK RASA

Majuuu... jalan, mari cari perhatian

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

JALAN! | Jalan kaki sebagai aksi — bukan kegiatan pribadi yang tak perlu diketahui khalayak — memang bertujuan mencari perhatian agar pesan lebih bergema. Misalnya demi kemanusiaan dan keadilan. Contoh mutakhir adalah aksi jalan mundur para jurnalis pekan lalu di Malang, Jawa Timur.

Bisa juga aksi jalan kaki, meskipun bersifat pribadi sebagai nazar, melibatkan masyarakat. Mungkin tak dirancang, tetapi informasi di media sosial tentang sebuah kaul bisa mendorong banyak orang melibatkan diri. Misalnya aksi jalan kaki Amiruddin pekan lalu. Banyak orang mendukung, bahkan dengan uang, sampai terkumpul hampir Rp75 juta.

Alasan Amiruddin (43), yang berjalan kaki dari Serdang Bedagai, Sumatra Utara, ke Ketapang, Banyuwangi, Jatim, untuk mencari ibunya, ternyata mengada-ada. Ia pun sudah meminta maaf di Masjid Jami Jombang.

Jalan kaki, sebagai aksi, menjadi menarik karena data ponsel yang diteliti Universitas Stanford, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa orang Indonesia malas berjalan kaki.

Senyampang menyambut Imlek, komik ini pun menyisipkan adegan Perjalanan ke Barat, cerita klasik Tiongkok gubahan Wu Chengen dari abad XVI. Salah satu tokoh terkenal dari babad itu adalah Sun Go Kong si raja monyet. Gong xi fat cai.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR