PILPRES 2019

Memang angka sementara, tapi kalah itu mengesalkan

Kubu 02 menolak indikasi kalah. Malah exit poll sepihak kasih angka 62 persen. Pada Pilpres 2014 persoalan berlarut hingga MK.
Kubu 02 menolak indikasi kalah. Malah exit poll sepihak kasih angka 62 persen. Pada Pilpres 2014 persoalan berlarut hingga MK. | Antyo® /Beritagar.id

Hiruk pikuk itu belum berubah jadi senyap. Hasil hitung cepat Pemilu 2019 kemarin (17/4/2019), terutama Pilpres 2019, tak diterima oleh kubu pasangan capres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Malah kemarin malam Prabowo berpidato lagi di depan pendukungnya. Sore sebelumnya dia juga berpidato. Pun dalam kedua kesempatan itu tak tampak sang cawapres Sandiaga Uno. Sandi ada di rumah itu, tapi tak muncul. Menurut asisten pribadi, Sandi sedang cegukan.

Bahkan di depan rumah peninggalan sang ayahanda, Soemitro Djojohadikusumo, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu Prabowo mengatakan, "Saudara-saudara sebangsa sekalian, saya mau memberikan update. Berdasarkan real count kita, kita berada di 62 persen."

Angka itu, kata Prabowo, dari exit poll yang secara statistis dapat dipertanggungjawabkan. "Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 320.000 TPS," katanya.

Sebuah artikel dalam laporan langsung Beritagar.id kemarin, "Pesta demokrasi Indonesia", membahas perbedaan quick count (hitung cepat) dan exit poll (jajak pendapat pasca-pencoblosan).

  • Quick count: mengambil sampel di beberapa TPS untuk mewakili semua TPS. Karenanya, tidak bisa memastikan kemenangan kandidat.
  • Exit poll: survei terhadap pemilih setelah pemungutan suara. Caranya dengan bertanya langsung siapa calon yang dipilih di TPS tertentu.
  • Real count: mengumpulkan data angka resmi dari tiap TPS, bukan berdasarkan sampel. Proses lebih lama dari dua metode di atas.

Kembali ke soal 62 persen tadi, setelah mengumumkan hasil maka Prabowo pun melantangkan takbir dan bersujud syukur.

Kekecewaan pendukung 02 terhadap hasil hitung cepat meluas. Twitter merekam sebagian. Antara lain ajakan untuk tak memirsa televisi; cukup memantau media sosial.

Komisi Pemilihan Umum tentu saja sudah mengantisipasi sengketa hasil – untuk kelima jenis pemilihan dalam Pemilu 2019. Untuk sengketa Pilpres 2019, sudah tersedia waktu 23 Mei 2019 - 15 Juni 2019.

Pada Pilpres 2014 ada sengketa hasil, lalu Prabowo membawa persoalan hingga ke Mahkamah Konstitusi. Kubu Prabowo - Hatta Rajasa waktu itu menjanjikan akan membawa sepuluh truk berisi barang bukti.

Namun tak ternyata pada hari yang dinantikan khalayak, 25 Juli 2014, tak ada barisan truk ke MK. Kubu Prabowo hanya membawa empat bundel berkas.

Di atas semua itu, baik petahana Joko "Jokowi" Widodo maupun Prabowo dalam pidato terpisah, menanggapi hasil sementara, meminta semua pihak menjaga persatuan.

Catatan Redaksi: angka Median di infografik kurang satu digit, sudah kami revisi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR