MENJELANG PILPRES 2019

Memilah kasus Ratna Sarumpaet

| Salni Setyadi /Beritagar.id

KASUS | Ratna Sarumpaet sudah meminta maaf. Bahkan ia menyebut dirinya telah berbohong dan bertindak bodoh.

Sebagian pendukung Ratna mengharapkan persoalan selesai. Sebagian seteru menanggapi dengan menggali pembanding: ada orang yang sudah meminta maaf tapi tetap dipenjarakan – maksud mereka Ahok.

Di mana sebetulnya kotak persoalan?

Soal bedah plastik, itu hak pribadi dia. Soal penggunaan rekening penampung bantuan, perlu pembuktian apakah ongkos bedah memakai uang donasi.

Soal hoaks? Jadi ke mana-mana. Pihak yang terkecoh lalu menyebarkan dan membela, bahkan menggalang simpati dan dukungan – karena belum tahu hal itu fiktif – akhirnya berposisi disalahkan.

Ratna mengarang cerita untuk kepentingan keluarga adalah masalah domestik dia. Perlu pembanding, berapa kali dia menyatakan kepada publik secara verbal bahwa dirinya dipukuli, dan berapa kali orang lain menjadi pelantang nyanyian Ratna.

Ah, soal diam dan bicara pun laik debat. Bisa saja muncul tafsir macam ini: untuk pelakon atau bukan, afirmasi juga bisa dilakukan tanpa mengucapkan kata ketika dia bersama penjenguk. Kebetulan Ratna orang teater.

Misalkan Ratna yang aktivis itu bukan partisan salah satu kubu calon presiden, apakah persoalan menjadi bola salju? Jika faktor posisi Ratna dalam kontestasi politik menentukan bobot isu, ada dua pertanyaan.

Pertama: ketika fiksi Ratna masih dipercayai, siapakah yang diuntungkan? Kedua: ketika kemudian kebohongan terbongkar, siapakah yang diuntungkan?

Spekulasi soal keuntungan akan mengarah kepada spekulasi lain: persekongkolan, konspirasi. Terhadap pihak mana pun. Padahal orang yang diuntungkan belum tentu menggoyang pohon; dia hanya memanfaatkan buah jatuh.

Persoalan akan berlanjut, buah jatuh karena angin ataukah ada orang yang mengguncangkan dahan?

Supaya teks ini tak semakin melantur, kami sudahi saja dengan cara gampang meski tak bermutu: penggoyang cabang, dahan, dan ranting pohon adalah seorang anak pengejar layangan putus. Anak itu tak meminati buah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR