MELEKMEDIA

Mengenal propaganda (cara) Rusia

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

SEMBURAN | Aktris Ratna Sarumpaet, sebelum menjalani bedah plastik tapi mengaku dianiaya, pernah bilang di televisi bahwa jika seseorang terbiasa berbohong dan mengarang cerita aneh, lama-lama dia tak dapat membedakan kebenaran dan kebohongan.

"Karena terus menerus," kata Ratna saat itu.

Jika menyangkut serangkaian kebohongan yang sedang ramai, yakni semburan dusta, bukan hanya satu hal berulang-ulang melainkan sejumlah terus disemburkan dengan kencang. Seperti air yang memancar dari selang pemadam kebakaran.

Banyak rujukan tentang penyembur dusta – atau firehose of falsehood. Versi ringkas ada di NiemanLab, berupa prediksi jurnalisme 2018. Versi lengkap, tentang propaganda Rusia, ada di laman Rand Corporation, sebuah lembaga tangki pikiran di Amerika Serikat.

Propaganda ala Rusia dikenal pada 2014 saat negeri itu akan mencaplok Semenanjung Krimea, Ukraina. Rusia mempergunakan segala macam informasi palsu dan saluran secara masif dan terencana untuk mengaduk opini.

Apa yang menarik dari sisi propaganda dalam kampanye capres di negeri ini? Lontaran petahana capres Joko "Jokowi" Widodo tentang propaganda Rusia dan konsultan asing dengan cepat dibelokkan pihak lawan sebagai tuduhan tentang propaganda memanfaatkan konsultan Rusia.

Di Twitter Anda dapat mengikuti perang propaganda ini. Jika suatu lontaran dari sebuah kubu terbalas dan terbantah, segara diganti dengan isu lain. Tagar utama harian di Twitter dirajai isu capres.

Maka jangan mudah percaya – tapi juga jangan antipati menolak – jika ada informasi bertubi-tubi tentang suatu isu. Hmmm, tapi bukankah itu bikin Anda kecapaian? Memang sih.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR