KESEHATAN MENTAL

Menghukum karyawan untuk mengunyah garam dan terasi

| Tito Sigilipoe / Beritagar.id

GANJARAN | Ada dua cara memajukan orang. Menghukum dan mengganjar. Menghukum kalau seseorang bersalah. Mengganjar jika orang itu berlaku baik.

Dalam ungkapan bahasa Inggris ada stick and carrot. Mulanya ini tamsil untuk keledai — ada juga yang mengartikan buat kelici — bahwa pentungan adalah hukuman, dan wortel adalah penghargaan.

Dan inilah yang terjadi di distributor Oppo di Tuban, Jawa Timur. Gemilang Indra Yuliarti (perempuan, 24), seorang promotor ponsel, tak mencapai target, lalu penyelia (supervisor) menghukum dengan menyuruhnya memakan garam dan terasi.

Hal itu Gemilang ungkapkan pekan lalu. Dua setengah tahun ia menjadi promotor, dan mengungkapkan aneka sanksi jika target tak tercapai: "Ya dihukum lari memutar Alun-alun, push up, squat jump juga."

Maka urusan sampai ke polisi. Sang penyelia, Dwi Prawoto Hadi, menjadi terlapor. Dwi menjelaskan, "Gemilang sudah lama tidak pernah menaati hukuman dan promotor yang paling sulit diatur."

Dwi juga mempertanyakan, "Kalau memang keberatan kenapa tidak protes sejak dulu, kok baru sekarang?"

Selain makan terasi, hukuman juga bisa berupa makan belimbing wuluh, jeruk nipis, pare mentah, cabai, dan bawang putih. Hukuman tersebut divideokan dengan ponsel, lalu diunggah ke grup media sosial yang berisi seluruh anggota tim.

Tak adakah cara lain untuk memotivasi karyawan agar menjadi lebih produktif?

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR