KRIMINALITAS

Meteran PDAM raib, pelanggan didenda Rp460 ribu

Di Solo dan Karanganyar banyak meteran air raib. Di daerah lain juga pernah terjadi, pelakunya eks-pegawai PDAM. Maling mengincar bahan kuningan pipa sambungan.
Di Solo dan Karanganyar banyak meteran air raib. Di daerah lain juga pernah terjadi, pelakunya eks-pegawai PDAM. Maling mengincar bahan kuningan pipa sambungan. | Delo /Pixabay.com

Likuran pelanggan PDAM Tirta Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah, melapor air tak mengalir. Setelah petugas mengecek laporan hari ini (9/9/2019), jelaslah musababnya. Meteran pencatat debit dicopot maling.

Ada 22 pelanggan yang melapor. Menurut Dirut Tirta Lawu Prihanto, peristiwa ini adalah pertama kali. Pihaknya kehilangan 40 liter per detik karena pipa bocor akibat meteran raib (→ TribunSolo.com).

Prihanto menduga, bahan kuningan pada sambungan pipa pencatat meter laku dijual di pasar loak. Bisa laku Rp30.000-50.000 per kilogram (→ SuaraMerdekaSolo.com)

Karanganyar tak sendirian...

  • Hari ini di Surakarta, Jateng, PDAM Tirta Dharma mengakui selama sepekan terakhir ada sepuluh laporan pelanggan kehilangan pencatat meter.
  • Namun menurut Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tirta Dharma, Bayu Tunggul, itu tanggung jawab konsumen. Mereka harus membayar pengganti Rp460.000 (→ RadarSolo).
  • Pelanggan yang kehilangan juga harus mengganti biaya alat pun terjadi di Melawi, Kalimantan Barat, April 2018. Sekitar 7.000 pelanggan PDAM Tirta Melawi yang sial tiga kali: kehilangan pencatat, air mati, dan bayar denda (→ Indopos.co.id).
  • Di Tenggarong, Kalimantan Timur, Desember tahun lalu juga terjadi pencurian pencatat meter. Ada 45 unit yang dicopot maling, kerugian PDAM Tirta Mahakam mencapai Rp14,4 juta (→ TribunKaltim.co).
  • Juni 2018, pelanggan PDAM Tirta Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat, juga kehilangan pencatat meter. Polisi mendapati 29 unit yang belum terjual. Pelakunya bekas pegawai harian PDAM (→ PosKotaNews).
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR