Nama Cristiano Ronaldo juga dipakai bandara di Portugal

Pemandangan di dalam Bandara Internasional Madeira, Portugal, pada media 2012.
Pemandangan di dalam Bandara Internasional Madeira, Portugal, pada media 2012. | ANA Aeroportos de Portugal /Flickr

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro atau Cristiano Ronaldo, tak hanya jadi pahlawan bagi publik sepak bola di Portugal. Bagi warga di tanah kelahirannya, Pulau Madeira, ia pun disanjung setinggi langit. Tak tanggung-tanggung, namanya jadi eponim bagi bandara salah satu pusat wisata Portugal tersebut.

Pengumuman nama Ronaldo dilakukan Jumat (22/7/2016) oleh Presiden Madeira, Miguel Albuquerque (55). Menurutnya, pemain klub Real Madrid, Spanyol, itu punya kontribusi yang luar biasa pada Madeira. Keputusan pun tidak diambil sembarangan. Bandara Internasional yang asalnya bernama Santa Catarina (FNC), secara resmi diganti setelah rapat Dewan Pemerintahan Daerah pada Kamis.

Eponim adalah nama orang (bisa nyata atau fiksi) yang dipakai untuk menamai suatu tempat, penemuan atau benda tertentu. Kontribusi tokoh pada objek yang dinamai, biasanya punya hubungan khusus. Misalnya dalam bidang sains dan teknologi, sebuah penemuan biasanya diberi nama sesuai dengan penemunya.

Dalam kasus Ronaldo, yang menghubungkannya dengan bandar udara dan Madeira adalah ia memang putra kebanggaan Funchal, ibu kota Madeira. Lahir 31 tahun lalu di Funchal, Madeira, Sang Kapten Tim Nasional Sepak bola Portugal itu baru saja sukses mengantar negerinya menjuarai Piala Eropa (Euro 2016) yang berlangsung di Prancis Juni-Juli lalu.

Landas pacu Bandara Internasional Madeira, medio 2012
Landas pacu Bandara Internasional Madeira, medio 2012 | ANA Aeroportos de Portugal /Flickr

Bandara itu nanti akan menyandang nama "Aeroporto de Cristiano Ronaldo" atau "Cristiano Ronaldo Airport". Butuh pilot selincah dan secerdas Ronaldo di lapangan hijau untuk mendaratkan pesawat di bandara ini. Pasalnya, bandar udara internasional ini terkenal sebagai salah satu bandara paling sulit didarati di dunia karena lokasi dan ukuran landas pacunya.

Laman Popular Mechanics menggambarkannya, "Anda mungkin perlu segelas anggur Madeira sebelum terbang (mendarat) di sana [...]". Awalnya, landas pacu bandara di Madeira hanya sepanjang 1,6 kilometer, lalu sempat diperpanjang menjadi 1,8 kilometer. Sejak 2000 landasannya memang diperpanjang hampir dua kali lipat, menjadi 2,78 kilometer.

Selain itu, karena posisinya nyaris di atas laut, angin kencang kerap jadi tantangan. Sebagian landas pacunya memang dibangun di atas laut, disangga 180 pilar. Pembangunan landas pacu ini menjadi salah satu yang terbesar di Madeira. Saking canggihnya, mendapat berbagai penghargaan, di antaranya menjadi salah satunya dari "100 Works of Civil Engineering from the XX century".

Bandingkan saja dengan Bandara Internasional Kualanamu, Medan, yang panjang landas pacunya mencapai 3,75 kilometer. Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, punya landas pacu (runway) sekitar 3 kilometer.

Kiri-kanan: President Pestana Hotel Group, Dionisio Pestana, Presiden Pemerintah Regional Madeira, Miguel Albuquerque, saat pembukaan Hotel Pestana CR7 (22/7/2016)
Kiri-kanan: President Pestana Hotel Group, Dionisio Pestana, Presiden Pemerintah Regional Madeira, Miguel Albuquerque, saat pembukaan Hotel Pestana CR7 (22/7/2016) | Homem de Gouveia /EPA

Namun keindahan Madeira terlalu menggiurkan para pelancong untuk berkunjung. Data Eurostat (2013) menunjukkan Madeira termasuk di antara 20 kawasan di Uni Eropa yang sesak oleh para pelancong. Lebih dari 10 ribu pelancong menginap per 1000 penduduk, dan lebih dari 2000 pelancong yang menginap per kilometer persegi. Gampangnya, kawasan terpadat kegiatan perpelancongan di Eropa.

Pulau Madeira, kawasan otonom bagian dari Portugal di Atlantik Utara, merupakan bagian dari kepulauan di sebelah utara-barat Afrika. Wilayah ini menjadi bagian Portugal sejak 1400-an. Jaraknya bahkan lebih jauh dari Lisbon, sekitar 900 kilometer ke arah selatan, dibanding dari lepas pantai Maroko (600 kilometer). Cuacanya sub-tropis, populer anggur, dan berbagai tujuan wisata alam.

Bisnis hotel pun tumbuh subur. Cristiano Ronaldo, juga baru saja meluncurkan secara resmi hotel yang menyandang inisialnya, CR7. Hotel Pestana CR7 namanya, yang sudah beroperasi sejak awal Juli di Madeira. Bekerja sama dengan grup Pestana Hotel, hotel dengan inisial nama dan nomor punggungnya itu juga akan hadir di Lisbon, Portugal; Madrid, Spanyol; dan New York, Amerika Serikat.

"Pada usia 31, menjadi nama hotel masih agak aneh buat saya. Saya biasa melihat diri saya sebagai pemain sepak bola, mencetak gol, dan menghibur orang", katanya saat peluncuran hotel Pestana, dilansir media Portugal, Ojogo, Jumat (22/7). Berbarengan dengan peluncuran hotel inilah, penggunaan namanya untuk bandara Madeira diumumkan.

Di Funchal, Madeira, Ronaldo bukan cuma "punya" hotel dan bandara, tetapi sebelumnya juga sudah ada museum, "CR7 Museum". Museum ini berlokasi persis di sebelah hotel CR7. Di dalamnya ada dua piala pemain terbaik dunia "Ballon d'or", patung lilin dirinya, dan 145 penghargaan individu atau tim yang pernah diterimanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR