REVISI KUHP

Paranormal protes pasal gaib dalam revisi KUHP

Ilustrasi suara gaib
Ilustrasi suara gaib | Zeke Nesher /Pexels.com

Bagi paranormal Mbah Mijan, yang tak setua namanya itu, pasal pengatur masalah gaib dalam revisi KUHP justru akan menghidupkan kegaiban.

"Padahal tanpa harus dibuat undang-undang, hal semacam ini akan tergerus dan punah dengan sendirinya," katanya di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Mijan juga berpendapat, "Di saat hampir separuh rakyat Indonesia berpikir modern, justru mereka diajak untuk berpikir tentang klenik kembali, ini kan lucu."

Lalu dia mengatakan, "Saya justru khawatir, jika ranah gaib disentuh, akan menimbulkan polemik yang gaib pula."

Hukuman untuk dukun

Pasal gaib yang dia maksudkan adalah Pasal 252. Ayat 1 mengancamkan hukuman maksimum tiga tahun bagi orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib memberikan harapan, menawarkan jasa untuk pengobatan.

Jika pelanggaran ayat 1 dilakukan untuk cari duit, hukuman ditambah sepertiga.

Sebagian kalangan menghubungkan praktik macam itu berhubungan dengan santet, tenung, sihir, dan sebangsanya.

DPR lupakan ahli santet

Dalam pandangan paranormal Ki Kusumo (45; akun Twitter belum terverifikasi), DPR tak mau melibatkan dan mendengarkan praktisi.

"Bicara santet, di DPR ada nggak ahli santet, kalo nggak ada yang ngerti tentang itu berarti mereka itu membicarakan apa?" ujarnya pekan ini.

Ada lanjutannya, "Mereka bicara tentang sesuatu yang bukan menjadi keahliannya atau bidang mereka. jadi kalau mau ngomong santet, kumpulkan ahlinya dulu."

Maka Kusumo cemas, "Saat ini nggak ada pasal santet saja aparat terkadang salah tangkap orang, apalagi kalau pasal ini disahkan. Akan ada berapa banyak orang lagi yang akan ditangkap tanpa punya kesalahan yang jelas."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR