Pelawak juga bisa jadi presiden

Calon Presiden Guatemala dari Partai National Front of Convergence, Jimmy Morales, menggendarai vespa dalam kampanye pamungkas di Tegucigalpa, Honduras, Jumat (22/10)

Lebih dari 7,5 juta warga Guatemala memilih presiden mereka Senin (25/10). Morales meraup suara dominan dan akan menjadi presiden empat tahun mendatang. Ia akan berkantor mulai 14 Januari nanti.
Calon Presiden Guatemala dari Partai National Front of Convergence, Jimmy Morales, menggendarai vespa dalam kampanye pamungkas di Tegucigalpa, Honduras, Jumat (22/10) Lebih dari 7,5 juta warga Guatemala memilih presiden mereka Senin (25/10). Morales meraup suara dominan dan akan menjadi presiden empat tahun mendatang. Ia akan berkantor mulai 14 Januari nanti. | Esteban Biba /EPA

Siapa bilang menjadi presiden harus berkarir dulu menjadi birokrat atau aktif di partai politik? Umumnya memang politisi di partai politik yang maju menjadi kandidat presiden. Tapi tidak bagi Jimmy Morales. Pria 46 tahun ini bukan pegawai negeri, ketua partai apalagi akademisi. Ia hanyalah seorang pelawak, yang biasa disebut komika alias pelawak tunggal di televisi. Sebagai seorang pelawak ia tentu tak punya pengalaman di pemerintahan. Namun Ini bukan bagian lelucon buatannya.

Senin (26/10) waktu Indonesia, sebagian besar warga Guatemala memilih Morales duduk di kursi Presiden untuk empat tahun mendatang. Hingga berita ini ditulis, ia sudah berhasil mengantongi 73 persen suara dari total 70 persen suara nasional yang sudah dihitung. "Rakyat memberi mandat pada saya. Mandatnya adalah bagaimana memerangi korupsi yang menggerogoti kami. Tuhan memberkati dan terima kasih," ujar Morales, seperti dikutip dari abc.net.au.

Sedang lawan Morales, hanya kebagian suara kecil, 27 persen. Padahal lawan Morales bukan sembarangan. Tapi politisi pengalaman yang juga mantan Ibu Negara, Sandra Torres. Torres menjadi pendamping Presiden saat suaminya Alvaro Colom Caballeros menjadi nahkoda negara itu pada 2008-2011.

Kekalahan ini tak membuat Torres marah. Ia mengakui kemenangan Jimmy Morales dan ingin Morales sukses memimpin. "Negeri kami memang sedang gawat, tapi rakyat sudah membuat pilihan," ujar Torres seperti dikutip Guardian.

Guatemala memang babak belur dihajar korupsi. Presiden mereka, Otto Perez Molina mendekam di bui sejak September lalu. Penyebabnya klise, korupsi. Wakilnya, Roxana Baldeti, justru terjerat kasus suap dan sudah dibui. Beberapa menteri dan pejabat pemerintah juga ikut terseret kasus korupsi.

Isu korupsi dan pemerintah yang transparan ini pula yang dipakai Morales dan Torres untuk menggaet pemilih. Dia berjanji memberantas korupsi.

Dalam urusan korupsi, Guatemala memang berat. Menurut Transparency International, indeks korupsi negeri itu mencapai 32. Diukur secara ranking, Guatemala ada di posisi 115 dari 175 negara. Ranking ini lebih buruk dari Indonesia yang memiliki indeks 34 dan ranking 107.

Nah, mengingat Guatemala ada di bawah Indonesia, semoga pelawak-pelawak di Indonesia juga bisa jadi Presiden.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR