KESEJAHTERAAN RAKYAT

Pengemis dan pemulung belum tentu miskin

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

PAPA? | Bukan papa sebagai ayah, tapi papa sebagai padanan pauper. Lantas siapakah yang mudah kita labeli sebagai miskin dan papa?

Menurt kabar pekan ini, di Bogor, Jawa Barat, petugas polisi pamong praja memergoki seorang pengemis menghampiri sebuah mobil Toyota Avanza F 1663 NM lalu dia membuka pintu kanan.

Pria itu, Suherman alias Enur (87), sehari-hari meminta-minta di jalan dengan menunjukkan cacat hidung kepada pengendara mobil. Lantas satpol PP menaksir, dalam sehari Enur bisa beroleh Rp1,5 juta.

Akan tetapi menantu perempuan Enur, Aan Asnawati, membantah ayah mertuanya kaya. Soal mobil, kata Aan, itu dinikmati dari menyewa karena Enur malu naik angkutan umum.

Kabar pengemis bermobil pernah muncul dari cerita Sandiaga Uno saat ia masih menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, Juni 2018. Sandi sempat menguntit Toyota Fortuner yang dinaiki si pengemis.

Selain pengemis berduit, pekan ini juga terbit warta tentang keluarga pemulung di Dusun Tawangrejo, Desa Keseneng, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah. Di gubuk keluarga Sutarman (62) itu aparat desa dan militer (ya, komando rayon militer; koramil) mendapati uang tunai Rp35 juta dari beragam pecahan dan 22 gram emas.

Misalkan pengemis Enur itu berduit, dan begitu pula pemulung Sutarman, itu baik adanya. Terutama jika hal itu menyangkut sang pemulung.

Juga baik di mana pun juga jika orang kaya berlagak miskin (tapi tak kikir) daripada orang berduit mepet tapi berlagak makmur.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR