NATAL DAN TAHUN BARU

Pengikut Jokowi pilih libur akhir tahun di rumah

Presiden Joko Widodo menyapa wisatawan mancanegara saat mengunjungi objek wisata Pantai Kuta, Bali, Jumat (22/12/2017).
Presiden Joko Widodo menyapa wisatawan mancanegara saat mengunjungi objek wisata Pantai Kuta, Bali, Jumat (22/12/2017). | Fikri Yusuf /Antara Foto

Kalian berlibur di mana akhir tahun ini? Ada dua jawaban: di rumah atau berwisata.

Pertanyaan berupa jajak pendapat itu muncul di laman facebook terverifikasi Presiden Joko Widodo pada Selasa (26/12/2017).

Jika berlibur di rumah, warganet bisa memilih gambar di sebelah kiri. Di gambar itu, tampak Jokowi tengah bersantai di rumahnya, di Istana Bogor.

Jokowi tampak mengenakan sarung dan kemeja, sementara di langit tampak meriahnya pesta kembang api.

Sementara, jika memilih berwisata, warganet diminta memilih gambar yang di sebelah kanan. Di gambar itu, Jokowi bersama putera bungsunya Kaesang Pangarep tengah santai di atas kapal pesiar.

Pada Rabu (27/12/2017), jajak pendapat presiden itu diikuti 88,3 ribu pemilih. Hasilnya, mayoritas (70 persen) pemilih memilih di rumah dan hanya 30 persen menyatakan akan berwisata.

Ragam alasan muncul melalui kolom komentarnya seperti menghabiskan waktu dengan keluarga dan anak-anak, menghindari macet, sampai mengaku tak mempunyai uang.

Meski banyak yang memilih di rumah ketika, Presiden Jokowi tetap mengajak masyarakat berwisata di Indonesia.

Setelah menayangkan jajak pendapat itu, Jokowi mengunggah video blog bertajuk keindahan alam Raja Ampat, Papua Barat. Keindahan alam Raja Ampat, kata Jokowi, selalu membuatnya ingin kembali.

"Saat musim liburan seperti sekarang ini, marilah kita menikmati wisata alam Indonesia," ujar Jokowi.

Pemerintah memang sedang menggenjot sektor pariwisata sehingga diharapkan menjadi penyumbang devisa terbesar Indonesia. Pemerintah mempercepat pengembangan 10 destinasi wisata baru yang memakan biaya senilai $200 miliar AS atau Rp270 triliun.

Tujuan wisata itu adalah Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

Pada 2015 sektor pariwisata menduduki peringkat keempat penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3 persen dibandingkan industri lainnya. Pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata tertinggi, yaitu 13 persen, dibandingkan industri minyak gas bumi, batubara, karet olahan, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya negatif.

Potensi wisata itu didukung pula oleh kecenderungan berwisata orang Indonesia yang relatif besar. Masyarakat Indonesia lebih memprioritaskan piknik dan hiburan daripada pakaian dan perhiasan.

Berdasarkan survei sosial ekonomi nasional Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 yang dirangkum Lokadata Beritagar, porsi pengeluaran penduduk Indonesia mayoritas masih dialokasikan untuk makanan (41,9 persen), perumahan (22 persen), dan transportasi (10,9 persen).

Setelah kebutuhan pangan dan papan, baru rekreasi dan hiburan yang mencapai 7 persen. Porsi pengeluaran untuk piknik itu di atas kesehatan (5,1 persen), pakaian dan perhiasan (3,7 persen), komunikasi (3,5 persen), pendidikan (3,4 persen), perayaan agama (1,7 persen), dan perabot rumah (0,8 persen).

Pengeluaran penduduk Indonesia per kapita dalam sebulan
Pengeluaran penduduk Indonesia per kapita dalam sebulan | Lokatada /Beritagar

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR