Permen kelinci putih ala 90-an populer lagi, kali ini melalui es krim

Ilustrasi es krim
Ilustrasi es krim | Julia Metkalova /Shutterstock

Beberapa waktu belakangan, es krim berwarna putih di atas corong (cone) dengan balutan kertas permen kelinci putih viral di media sosial. Permen bermerek White Rabbit ini adalah salah satu cemilan ikonis era 90-an.

Permen itu terasa manis dengan cita rasa susu vanila. Di bagian luar, permen tersebut dibungkus kertas bergambar kelinci putih dengan dominasi warna desain biru, merah, dan hitam. Di dalamnya, permen dibalut lagi dengan kertas transparan.

Kertas inilah yang menjadi ciri khas dan membuatnya sulit lepas dari ingatan. Kertas itu terbuat dari olahan beras sehingga akan lumer di mulut dan aman untuk dikonsumsi.

Kendati populer, belakangan permen asal Tiongkok itu kian sulit dicari. Kini Anda hanya bisa menemukannya di toko makanan partai besar atau di toko daring.

Itu sebabnya Wonderlust Creamery, toko es krim di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), terinspirasi untuk mengolah es krim berbahan permen White Rabbit. Konon, kertas berbahan berasnya juga ikut diolah bersama es krim tersebut.

"...saat berbincang dengan @reach_hard dari @foodbeast tentang momen nostalgia yang menginspirasi beberapa rasa es kami, dia menyarankan rasa permen White Rabbit," tulis Wanderlust Creamery dalam akun Instagram resminya.

Es krim ini diluncurkan pada 5 Februari 2019 dalam rangka memeringati Tahun Baru etnis Tionghoa (Imlek). Tak tercantum harga jual es krim tersebut, tapi biasanya Wanderlust Creamery menjual satu buah es krim AS $4 atau setara Rp56 ribu.

Konsumen datang dari berbagai penjuru, bahkan ada yang rela datang dari negara bagian lain. Hasil penjualan pun di luar dugaan.

Pada saat musim panas Wanderlust Creamery bisa menghabiskan 40 galon es krim dalam satu minggu. Namun khusus rasa White Rabbit, mereka bisa menjual 39 galon atau sekitar 1.000 porsi hanya dalam waktu setengah hari saja.

Sebenarnya permen White Rabbit pun sulit ditemukan di AS. Adrienne Borlongan dan Jon-Patrick Lopez dari Wanderlust Creamery pun harus ekstra keras mencari distributor yang dapat menjamin pasokan White Rabit.

Mereka menghampiri setiap produsen yang dapat menyediakan aroma rasa permen tersebut hingga ke San Fransisco, California. "Kami khawatir orang tidak akan bisa mendapatkannya," kata Borlongan, kepada Foodbeast, Kamis (28/2/2019).

Awalnya mereka hanya menyediakan es krim selama Februari. Namun, tingginya permintaan akibat berita yang viral membuat pasa penjualan diperpanjang hingga Maret 2019.

Meskipun Wanderlust Creamery hanya ada di AS, s krim buatannya telah menginspirasi toko-toko di negara lain. Inside Scoop, toko es krim di Malaysia pun meluncurkan es krim rasa White Rabbit versinya pada Kamis (28/2).

Inside Scoop menjual es tersebut seharga RM8.30 atau sekitar Rp28 ribu. Toko es krim yang memiliki beberapa cabang di Malaysia ini hanya menjual 100 porsi di setiap gerai.

Seperti halnya donat Indomie goreng yang sempat viral beberapa waktu lalu, bukan tak mungkin Indonesia juga sebentar lagi akan membuat hal yang sama.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR