PILPRES 2019

Prabowo dan Amien Rais: Dulu berseberangan, kini sehaluan

| Salni Setyadi /Beritagar.id

KISAH | Soal lama itu terangkat lagi pekan ini. Calon presiden Prabowo Subianto, semasa menjadi Panglima Kostrad 20 tahun silam dengan pangkat letnan jenderal (sat itu 47 tahun), pernah diperintah (oleh Presiden Soeharto atau panglima ABRI?) untuk memburu aktivis prodemokrasi, antara lain Amien Rais (saat itu 54).

"Sekarang mereka yang dukung saya," kata Prabowo.

Bagi pemerintah Order Baru paad 1998, rencana Amien untuk menggerakkan massa berdemonstrasi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, dianggap berbahaya.

Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra tiga tahun lalu mengenang, "Saya dan Prabowo lalu susah payah mengingatkan Amien. ‘Woi, jangan bawa mahasiswa ke Istana. Pak Harto pasti turun. Dia sudah gelisah. Kalau Pak Amien gerakkan mahasiswa, Tragedi Tiananmen akan terjadi di Jakarta. Perang saudara bakal terjadi."

Sekjen Dewan Nasional Perhimpunan Aktivis '98, Adian Napitupulu, Januari lalu menyebut Amien tak konsisten. "Karena dia telah mengkhianati Majelis dengan tidak melaksanakan Tap MPR 11/1998."

Tap MPR 11/1998 mengamanatkan pengadilan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan Presiden Soeharto dan kroni-kroninya. Ketua MPR saat itu adalah Amien.

BACA JUGA