Surat imbauan lagu ''Indonesia Raya'' di bioskop dicabut dan dikaji

Ilustrasi penonton di bioskop
Ilustrasi penonton di bioskop | Stock-Asso /Shutterstock

Kisruh soal imbauan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" sebelum pemutaran film di bioskop, semakin membingungkan. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan surat itu sedang dalam kajian dan akan dicabut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, sempat menyatakan surat itu dicabut pada Jumat (1/2/2019), dua hari setelah penerbitan surat imbauan kepada bioskop untuk memutar lagu "Indonesia Raya" sebelum penayangan film.

"Alhamdulillah, surat imbauan untuk menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' setiap menjelang pemutaran film di bioskop sudah dicabut. Hal itu atas dasar berbagai pertimbangan dan juga karena resistensi dan kegaduhan yang sangat tinggi. Mohon maaf," demikian Gatot menyatakannya melalui Twitter.

Gatot mengatakan pencabutan surat tersebut sudah disetujui Menpora Imam Nahrawi yang menandatanganinya. Kepada Antaranews, Jumat (1/2), Gatot menjelaskan bahwa pencabutan surat ditempuh untuk melakukan pengkajian.

"Ada kata-kata sedang dikaji, ditelaah. Sekarang rancangan pencabutan sedang dalam perjalanan. Jadi belum ditandatangani. Apa yang saya sampaikan pagi ini kan hari ini akan dicabut," kata Gatot.

Adapun Imam dalam kesempatan terdahulu menyatakan bahwa menyanyikan lagu nasional "Indonesia Raya" bisa meningkatkan rasa nasionalisme. Dan ini ditujukan kepada para generasi muda.

Di sisi lain, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh, justru belum tahu bahwa surat imbauan itu sudah dibatalkan atau dicabut. Kepada Tirto, Jumat (1/2) sore WIB, Asrorun menegaskan bahwa belum ada surat pencabutan.

“Sampai detik ini, saya belum mengetahui adanya pencabutan surat itu. Suratnya belum ada,” kata Asrorun. Gatot kemudian mengamini ucapan koleganya yang disampaikan melalui jumpa pers tersebut.

Lebih lanjut Asrorun menyatakan bahwa Kemenpora memang sedang mengkaji surat tersebut menyusul respon dari masyarakat. Surat yang ditembuskan ke Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Komunikasi dan Informatik, serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif tersebut memang memicu kehebohan publik dan pelaku industri bioskop.

Ketua Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia, Djonny Syafruddin, mengatakan bingung dengan campur tangan Kemenpora. Kata Djonny, selama ini hubungan bioskop dengan pemerintah adalah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Di negara lain, pemutaran lagu kebangsaan sebelum film bioskop dimulai juga sudah biasa. Contohnya, di Thailand, India, dan Myanmar. Namun sejak Januari 2018, India tidak lagi mewajibkannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR