ATURAN LALU LINTAS

Wahai penumpang ojek, tempuhlah politik dua muka

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

MEMPERMALUKAN | Publik harus ikut mengawasi pemotor, termasuk ojek daring, yang melintasi trotoar. Perilaku pemotor macam itu memerkosa hak pejalan kaki.

Bagaimana ketika seorang pejalan kaki menumpang ojek ngawur? Ingatkanlah Bang Ojek agar tak masuk trotoar. Kalau tidak bisa, ya mengalahlah. Setelah turun laporkanlah ke perusahaan ojek daring. Atau bisa juga penumpang menyiarkannya di media sosial.

Melaporkan ojek tak paham adab juga bisa dilakukan siapa pun -- termasuk penumpang mobil --yang melihat pelanggaran dengan memotretnya. Usahakanlah agar pelat nomor terbaca.

Begitulah cara untuk mengajari perusahaan ojek, dengan mempermalukan, agar mendidik mitranya.

Tapi sabar dulu. Sebenanya ada dua macam politik dua muka. Pertama: ketika seorang pedestrian sepenuhnya menjalani peran, dia bisa menentang motor masuk trotoar. Tapi ketika menjadi pembonceng motor, termasuk ojek, dia bisa menenggang, tutup mata, karena diuntungkan. Perjalanan lebih cepat.

Kedua: seperti isi artikel ini. Menurut tapi kemudian melaporkan. Memetik manfaat lalu mengoreksi.

BACA JUGA