KETERTIBAN KOTA

Wajah warga Indonesia dalam data negara

| Tito Sigilipoe /Beritagar.id

WAJAH | Bayangkan seandainya tak ada teknologi fotografi. Pemerintah daerah, misalnya Kota Surabaya, Jawa Timur, harus mengerahkan ahli gambar wajah. Namun bisa saja imajinasi itu keliru. Ketika belum ada fotografi tak ada kebutuhan bagi negara untuk menyimpan wajah warganya.

Kehidupan kian kompleks. Urusan terus bertambah. Keamanan membutuhkan penanganan serius. Foto dan video warga yang menjadi data adalah keharusan.

Sebagai data. Bukan cuma ribuan bahkan jutaan gambar dalam penyimpanan tapi tak dapat dimanfaatkan.

Masalahnya siapa dan dengan alat milik siapa yang mengambil gambar warga?

CCTV di ruang publik memunculkan perasaan sebagian warga, seakan hidup dalam tatanan Orwellian. Mirip fiksi George Orwell (1903 – 1950) dalam 1984, buku yang terbit pertama kali pada 1949. Negara mematai-matai kehidupan warga dengan kamera televisi. Negara menjadi pedoman kebenaran tapi tak memercayai warga.

Untunglah kehidupan nyata tak semuram itu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR