Menggeliat sejak zaman pra-kemerdekaan

Penyebaran bulu tangkis di berbagai daerah
1930

Penyebaran bulu tangkis di berbagai daerah

Geliat klub bulu tangkis di Nusantara (1)
1940
Menggeliat sejak zaman pra-kemerdekaan
1920

Geliat klub bulu tangkis di Nusantara (1)

Geliat klub bulu tangkis di Nusantara (2)
1940
Penyebaran bulu tangkis di berbagai daerah
1930

Geliat klub bulu tangkis di Nusantara (2)

Terorganisir berkat berdirinya PBSI
1950
Geliat klub bulu tangkis di Nusantara (1)
1940

Terorganisir berkat berdirinya PBSI

Piala Thomas 1958, lahirnya Sang Juara
1958
Geliat klub bulu tangkis di Nusantara (2)
1940

Piala Thomas 1958, lahirnya Sang Juara

Torehan tinta emas pasca-Piala Thomas
1959
Terorganisir berkat berdirinya PBSI
1950

Torehan tinta emas pasca-Piala Thomas

Dunia mengabadikan nama Sudirman
1989
Piala Thomas 1958, lahirnya Sang Juara
1958

Dunia mengabadikan nama Sudirman

Memastikan Merah Putih berkibar
1992
Torehan tinta emas pasca-Piala Thomas
1959

Memastikan Merah Putih berkibar

Ikhtiar lima dekade membangun prestise
2000
Dunia mengabadikan nama Sudirman
1989

Ikhtiar lima dekade membangun prestise

Memastikan Merah Putih berkibar
1992

Tokoh Inggris, Sir George Thomas Bart yang telah berkecimpung selama 70 tahun, memperkirakan periode 1863-1868 sebagai masa awal badminton.

Penyebutan istilah badminton nyaris tidak ada hubungan dengan permainan itu sendiri. Dalam buku Sejarah Bulu Tangkis terbitan PBSI tahun 2004, istilah badminton adalah sebuah misteri. Namun dalam buku itu disebutkan, permainan itu dikenal oleh masyarakat luas diperkirakan sekitar abad ke 17, di pinggiran kota London, Inggris.

Bernard Adam dalam The Badminton Story terbitan BBC 1980 menuliskan sekitar 1940-1950, Duke of Beaufort VII bersama keluarganya sering memainkannya di istana "Badminton House", Gleucestershire, sebelah barat Kota London. Kesebelas anak bangsawan itu kerap memainkannya di ruang depan istananya.

Dari segi cara memainkannya, mulanya dikenal dengan nama battledore yakni, dua pemain saling menepak bola (shuttlecocks/kok) ke depan (forehand) atau ke belakang (backhand) selama mungkin.

Dalam catatan Bernard Adam, tujuh putra dan empat putri bangsawan itu suatu ketika bosan hanya dengan saling menyepak kok dari bulu angsa. Kemudian mereka merentangkan tali antara pintu dan perapian, lantas para pemain menyeberangkan kok melewati tali. Itulah awal diperkirakan keberadaan net.

Hal itu juga tergambar lewat paparan Isaac Spratt dalam Badminton Battledore; A new game. Issac menyebut, sekitar 1860 keberadaannya bisa ditemukan pada penjual battledore yang juga menjual sepaket alat permainan bersama net-nya di London. Dalam tulisan itu, Isacc mengulas tentang evolusi permainan itu di Badminton House.

Tokoh bulu tangkis Inggris, Sir George Thomas Bart--salah satu tokoh yang membaktikan hidupnya untuk badminton--memiliki versi sendiri atas sejarah dan muasal bulu tangkis. Dalam buku PBSI (2004), disebutkan sosok yang berkecimpung selama 70 tahun untuk bulu tangkis itu memperkirakan periode 1863-1868 sebagai awal keberadaan badminton.

Menurut Thomas, hujan begitu deras saat pesta berlangsung di istana sang Duke, di Gleucester Shire. Tamu pesta mencoba mencari hiburan lain dari permainan battledore . Akhirnya, salah seorang peserta merentangkan tali dan menyingkirkan penghalang dalam ruangan. Kemudian terjadilah permainan saling sepak dari bulu angsa itu antarpemain agar melewati tali.

Semua peserta pesta, menurut Sir Thomas, terhibur dengan permainan itu. Lantas menjadi permainan yang kerap dilaksanakan di istana sang Duke. Sampai akhirnya, pemilik nama yang diabadikan sebagai kejuaraan beregu putra bulu tangkis dunia, itu menyebut Istana Duke Beaufort, Badminton House, sebagai nama dan istilah yang otoritatif untuk permainan badminton.

Sejarah muasal badminton versi Sir George Thomas tidak menyebut spesifik persona yang menginisiasi permainan itu di istana sang Duke. Namun Thomas mengakui dari istana sang Duke itulah masyarakat luas mulai mengenal permainan badminton. Kini Badminton House menjadi museum yang menyimpan peralatan bulu tangkis pada masa-masa awal dan cagar budaya yang dilindungi keberadaannya.

Nama India disebut sebelum Inggris

Beberapa sumber lain menyebut keberadaan badminton bukan dari Inggris, seperti tertuang dalam Encyclopedia Britannica terbitan 1911. Dalam lema penjelasan istilah Badminton, dinyatakan permainan ini diperkirakan muncul sekitar 1873 di Inggris. Penjelasan itu menambahkan kalimat, "...Sebelumnya dimainkan di India yang masa itu masih populer."

Sumber lain ihwal muasal permainan itu termuat dalam naskah, "Lawn Tennis, Croquet, Racquet etc". Naskah yang tidak diketahui pengarangnya itu sedikit memberikan penjelasan tentang badminton. Dalam beberapa paragraf bagian pembukaan, penulis tak bernama itu percaya badminton pertama kali dimainkan di India dan diperkenalkan oleh Duke of Beaufort pada musim panas 1874.

Dalam buku PBSI (2004) bagian "Misteri Badminton" yang merangkum beberapa sumber, badminton diperkirakan berasal dari India. Hal itu bermula ketika para perwira-perwira Inggris yang bertugas di India sudah memainkan permainan sejenis badminton, dan permainan itu sudah menjadi permainan yang populer dikenal dengan nama Poona.

Para legiun itu diceritakan mengakui permainan itu memiliki unsur adu fisik, ketangkasan, kejelian, dan kecepatan. Kemudian mereka membawa permainan itu ke Inggris lengkap dengan peralatan raket dan kok-nya. Layaknya seorang pahlawan negara, setelah bertugas di wilayah koloni Inggris Raya, beberapa perwira ini diundang Duke of Beaufort untuk sebuah acara sekaligus menunjukkan permainan itu di Badminton House.

Para tentara yang kembali ke Inggris itu serius memainkan dan mengenalkan bulu tangkis ke masyarakat luas. Mereka adalah S. S. C. Dolby, J. H. E. Hart, Bagnet Wild, dan G. W. Vidal yang secara perlahan menyusun aturan permainan baru. Kegiatan mereka kian masif dan memunculkan sejumlah klub badminton di beberapa kota Inggris dalam kisaran 1893.

Pada 1893 diadakan pertemuan seluruh klub di Southsea, Hampshire untuk membentuk asosiasi badminton Inggris atau Badminton Association of England. Berdirinya organisasi itu menghasilkan sistem kompetisi dan aturan permainan. Dalam catatan sejarah asosiasi badminton Inggris, pada 1898 diadakan turnamen terbuka di Guilford dengan sistem permainan ganda. Turnamen itu dikenal sebagai awal mula kompetisi badminton.

Setahun kemudian, tepatnya 4 April 1899 dilaksanakan kejuaraan All England yang berlangsung di London-Scottish Drill Hall, Buckingham Gate, London. Kejuaraan pertama dan dikenal sebagai kejuaraan tertua dunia itu hanya berlangsung selama satu hari. Baru pada 1901, diberlakukan peraturan baru yang sampai hari ini berlaku, di antaranya bentuk dan ukuran lapangan permainan.

Populer dan menyebar dari Inggris

Setelah mendapat perhatian masyarakat luas dengan gempita pertandingan terbuka dan kejuaraan All England. Kejuaraan itu kemudian memunculkan majalah khusus badminton yakni, Badminton Gazette. Majalah itu untuk mengenalkan badminton kepada khayalak lebih luas.

Memiliki majalah khusus dan tersendiri, menaikkan posisi badminton dibanding olahraga yang lain. Sebelumnya, informasi dan pemberitaan tentang badminton hanya menjadi sempilan dalam majalah The Field--majalah khusus tentang tenis. Masa itu disebut sebagai era emas badminton hingga meletusnya Perang Dunia I pada 1914 - 1918.

Layaknya negara besar, apapun kegiatan populer di Inggris akan diikuti oleh negara lain, termasuk badminton. Permainan ini juga menyebar ke wilayah persemakmuran dan koloni Inggris lainnya.

Badminton diperkirakan masuk ke Irlandia dan Skotlandia sebelum kejuaraan All England berlangsung. Kemudian sekitar 1907 badminton menyeberangi lautan menuju Afrika Selatan, Kanada, Kepulauan Malvinas, hingga ke New York. Secara gradual, sebaran badminton tidak menggembirakan di daratan Eropa, meski pada 1908 berdiri sebuah klub badminton di Hamburg, Jerman.

Perkembangan badminton di Eropa masa itu justru mendapat sambutan di Denmark. Badminton menjadi olahraga yang istimewa di negeri itu. Dijadikan sebagai permainan musim dingin dengan aktivitas dalam gedung dengan fasilitas memadai. Pada 1939 Denmark memiliki juara All England pertama, Tage Mansen dan melahirkan pemain kelas dunia lainnya. Dari Denmark, kemudian merambah ke Norwegia dan Swedia.

Pada era 1920-an badminton merambah kawasan Eropa Utara, Amerika Utara, dan Asia, termasuk Malaysia (masa itu dikenal dengan Malaya) dan Indonesia. Pada 1935 badminton mendapat sambutan hangat di Amerika Serikat, terlebih dahulu singgah di New York dan memasuki Hollywood hingga difilmkan dalam judul Good Badminton.

Penyebaran badminton begitu cepat dan pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya asosiasi badminton di berbagai negara. Para pengurus badminton berbagai negara pun berkumpul membentuk asosiasi internasional pada Juli 1934, sekaligus terbentuknya Internasional Badminton Federations (IBF).

Dalam catatan sejarahnya, tertulis beberapa negara pendiri, yakni Inggris Raya (Inggris, Irlandia, Wales, dan Skotlandia), Denmark, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis.

Seperti halnya misteri muasal permainan ini, dari Poona hingga Badminton House, kekuatan badminton dunia juga mengalami perpindahan pada masa-masa tertentu. Dari Inggris, negara Eropa lainnya, hingga negara-negara Asia.