KENDARAAN DINAS

Fitur Mercedes-Benz S 600 Guard, bakal tunggangan anyar Jokowi

Mobil Mercedes Benz S600 Pullman Guard berplat RI 1, yang dipakai oleh Presiden Jokowi merupakan warisan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Mobil Mercedes Benz S600 Pullman Guard berplat RI 1, yang dipakai oleh Presiden Jokowi merupakan warisan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. | Istimewa /Sekretariat Kabinet

Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih periode 2019-2024 akan menggunakan fasilitas baru dalam menjalankan tugas sehari-harinya nanti. Pasalnya, pemerintah, melalui Sekretariat Negara (Setneg), telah memesan kendaraan anyar bagi mereka.

Adalah Mercedes-Benz S 600 Guard yang akan menemani Joko "Jokowi" Widodo dan Ma'aruf Amin saat menjalankan tugasnya nanti. Pemilihan Mercedes sekaligus mengakhiri harapan pesaingnya sesama pabrikan Jerman, BMW, untuk menjadi mobil kenegaraan Indonesia.

Dalam proses tender yang dilakukan Setneg, ada dua pabrikan yang mengajukan tender. Pertama adalah Mercedes-Benz dengan seri S 600 Guard. Dan kedua adalah BMW yang menawarkan seri 7 Security Vehicle F02.

"Akhir tahun ini mungkin kendaraannya sudah dapat kami terima," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, kepada jurnalis di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Sebagai mobil bagi kendaraan orang nomor satu dan dua di Indonesia, tentu fitur yang tertanam di S 600 Guard tak sama dengan standar S-Class lainnya, terutama fitur keselamatan.

Melansir informasi keluaran Media Daimler, Mercedes-Benz mengeluarkan dua jenis S 600 Guard. Yang pertama, High-Protection dan Highest-Protection. yang pada dasarnya sama-sama antipeluru.

Yang membedakan, daya tahan terhadap jenis senjata. Misalnya, jenis High-Protection masih mampu menahan peluru dengan tingkat resistensi B4. Sedangkan Highest-Protection mampu menahan peluru B6 atau B7 dan tahan ledakan granat.

"Dua kategori perlindungan itu telah dikembangkan sesuai dengan standar keamanan yang diakui secara internasional dan berhasil menjalani pengujian serta sertifikasi oleh organisasi negara independen," tulis Daimler.

Itu baru dari sisi bodi S 600 Guard. Pun demikian dengan bannya.

Menggunakan Michelin seri PAX 245-700 R470 AC, ban mobil tersebut memiliki teknologi antikempes (Run Flat Tyre). Meski tekanan bannya 0, mobil masih bisa melaju sejauh sekitar 30 km.

Fitur keselamatan pun tersedia di dalam kabin mobil. Misal terjadi penyerangan dengan menggunakan asap beracun, S 600 Guard menyediakan oksigen darurat di dalam bodinya.

Tersedia pula sistem pemadam api di dalam mobil, masing-masing dua belas nozel dan dua silinder tabung pemadam.

Semua fitur keselamatan tersebut belum termasuk kecanggihan teknologi yang dapat membuat penumpang dapat menunggangi S 600 Guard sangat nyaman. Seperti penggulung tirai elektrik, sistem Alarm Panic, hingga Night View Assist Plus, yang membuat pengendara bisa melihat objek lain dalam kondisi luar yang gelap.

Untuk jeroan mesin, S 600 Guard menggunakan mesin berkonfigurasi 12 silinder produksi Mercedes. Dengan cc mencapai 5.500, mobil ini mampu menghasilkan 517 tenaga kuda. Sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai 210 Km/jam.

Sejauh ini, menurut Heru, istana baru akan mendapatkan dua S 600 Guard pada awal tahun depan. Jumlah ini tentu tidak ideal karena aktivitas presiden dan wakil presiden bakal padat.

Misalnya saja, untuk mobil presiden yang saat ini dipakai, Mercedes-Benz S600 Pullman Guard, jumlahnya mencapai delapan. Angka tersebut untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, misalnya keluar kota atau salah satu mobil mengalami kerusakan.

"Standar hitung kami, 5 tahun ke depan idealnya 12; untuk bapak-ibu presiden dan bapak-ibu wakil presiden. Saya mendengar, tahun ini dua unit dulu," katanya.

Soal pengadaan kendaraan dinas baru bagi presiden dan wakil presiden ini, menurut Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, ini adalah kali pertama pemerintahan Jokowi membeli mobil kenegaraan baru.

Sejak dilantik menjadi presiden ketujuh Indonesia pada Oktober 2014, pemerintahan Jokowi belum pernah membeli kendaraan dinas. Kendaraan-kendaraan yang ada sekarang merupakan "warisan" dari pemerintahan zaman Susilo Bambang Yudhoyono.

"Yang penting semua prosedur sudah malalui mekanisme yang ada, baik dalam proses tender maupun penganggaran terbuka disetujui DPR," kata Tjahjo kepada Antaranews.com.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR