SENGKETA LAHAN

Infografik: Di Mesuji konflik berdarah berulang kali

Kerusuhan di Mesuji, Lampung, berkelindan dengan hak penguasaan lahan. Ada unsur korporasi dan rakyat.
Kerusuhan di Mesuji, Lampung, berkelindan dengan hak penguasaan lahan. Ada unsur korporasi dan rakyat. | Bagus Triwibowo /Beritagar.id

Berita panas kali ini datang dari Kabupaten Mesuji, Lampung. Lagi-lagi konflik berdarah. Kabar terakhir, lima orang tewas. Puluhan orang terluka. Polri dan TNI menurunkan 500 personel untuk meredakan.

Sesungguhnya konflik antarkelompok pekan ini (17/7/2019) bukanlah yang pertama. Dalam konflik berdarah 2011, malah terjadi pemenggalan kepala. Menyangkut tujuh raga korban dari pihak-pihak yang bertikai. Teras Lampung menyebutnya "disembelih". Dua nyawa dari warga, lima nyawa dari perusahaan sawit.

Apa yang tersaji dalam infografik hanyalah beberapa contoh, dengan meringkas kasus. Hampir semuanya berhubungan dengan penguasaan lahan. Sebutan Register 45 menjadi sering tersebut dalam kabar.

Register 45

Register 45 adalah nama kawasan yang dulunya tanah adat, milik sejumlah marga, di Kabupaten Tulangbawang. Pada 1940, enam kepala desa menyerahkan kawasan seluas 33.500 hektare itu kepada pemerintah Hindia Belanda untuk dijadikan hutan larangan. Hal tersebut diatur dalam Besluit Resident Lampongsche District Nomor 249.

Dalam perjalanan waktu sebagian wilayah Register 45 di Sungai Buaya dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit dengan konsep inti plasma. Di antara para penggarap terjadi persaingan.

Menurut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Register 45 Mesuji bukanlah wewenang pemerintah provinsi maupun Pemkab Mesuji. Kawasan itu adalah kewenangan pusat.

"Kawasan itu tanggung jawab Kementerian Kehutanan. Kementerian harus lebih serius masuk wilayah itu. Tidak bisa dilepas, itu bisa jadi konflik lagi karena tidak ada solusi," Arinal berujar.

Sertifikasi lahan

Perihal sertifikasi lahan, awal tahun ini Pemkab Mesuji usul kepada Badan Pertanahan Nasional Tulangbawang untuk menerbitkan 3.036 sertifikat. November 2018, Presiden Joko Widodo sudah membagikan 1.300 sertifikat tanah — tapi untuk warga Kabupaten Lampung Tengah.

Desa yang mengitari hutan itu ada yang menjadi bagian dari Mesuji — menjadi kabupaten sejak 2008, sebelumnya ikut Tulangbawang — dan ada pula yang menjadi bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.

Catatan Redaksi: Infografik telah direvisi karena jumlah korban kasus Juli 2019 bertambah, dari tiga orang menjadi lima orang tewas.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR