PERBANKAN

Kesalahan penyesuaian sistem kacaukan layanan Bank Mandiri

Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/7/2019).
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/7/2019). | Risyal Hidayat /Antara Foto

Layanan keuangan Bank Mandiri mengalami gangguan pada Sabtu (20/7/2019) pagi dan membuat panik sejumlah nasabah. Keluhan dengan tagar mandiri error beredar di media sosial sejak pagi tulisan ini dibuat.

Nasabah melaporkan keganjilan yang terjadi pada saldo rekening di bank pelat merah tersebut. Sebagian nasabah mengungkapkan jumlah uang di tabungannya bertambah, sebagian lain mengeluhkan nilainya berkurang drastis.

Engkus Kusnawati (35), satu di antaranya, mengeluhkan tabungan di rekeningnya tiba-tiba lenyap saat hendak melakukan transfer melalui aplikasi Mandiri Mobile. Alih-alih berhasil transfer, keterangan di layar ponsel justru menunjukkan bahwa saldo tabungannya tidak mencukupi dengan angka nol rupiah.

"Saya kaget kok uang saya tidak mencukupi, padahal tabungan saya di rekening itu masih ada sekitar Rp20 juta," ujar Engkus kepada Beritagar.id, Sabtu (20/7).

Antaranews juga melaporkan sejumlah nasabah Bank Mandiri mendatangi kantor bank tersebut untuk meminta penjelasan terkait hal ini, misalnya di Pekanbaru, Riau. Nasabah bernama R. Andika Permana menuturkan dirinya kaget ketika ingin mengambil uang tunai di ATM pada Sabtu ini.

"Saya cek di ATM dan internet banking Mandiri, saldo saya jadi nol rupiah," kata Andika.

Gangguan layanan ternyata tidak hanya berdampak kepada perubahan saldo rekening nasabah. Gangguan juga berdampak kepada sistem top up e-money milik Bank Mandiri.

Merespon kejadian tersebut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa perubahan saldo rekening nasabah terjadi akibat adanya kesalahaan saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan. Ia mengatakan, kesalahan sistem terjadi hanya pada data saldo 10 persen nasabah.

Rohan pun meminta maaf atas kesalahan tersebut dan menjamin dana nasabah tetap aman. Bank Mandiri saat ini sedang melakukan normalisasi saldo rekening yang terdampak pemeliharaan sistem IT tersebut.

"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saldo nasabah dan kami juga memastikan bahwa dana nasabah tetap aman serta tidak hilang," kata Rohan dilansir dari Tempo.co.

Ia menjamin perubahan yang terjadi dan dampak error system ini akan kembali normal pada Sabtu siang. Bank Mandiri kata dia sudah memiliki data saldo rekening nasabah sehingga tinggal perlu waktu untuk memulihkan kembali normal.

Ia mengimbau nasabah untuk mengecek saldonya dalam dua-tiga jam ke depan. Menurut dia, apabila nasabah melakukan pengecekan saldo secara masif dalam waktu yang sama akan berdampak pada lambatnya sistem perbaikan.

"Tentunya traffic pada sistem menghambat untuk orang bertransaksi jadi lemot dan sulit masuk," kata dia.

Bank Mandiri mempersilakan nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri. Rohan meminta nasabah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Kami pastikan rekening nasabah aman," tegas Rohan.

Menanggapi gangguan layanan tersebut, Bank Indonesia (BI) mengharapkan gangguan sistem pembayaran yang menimpa Bank Mandiri segera diatasi.

"Segera memberitahukan atau berkomunikasi kepada nasabah untuk memberikan perlindungan nasabah dan kepastian layanannya terjaga dan terkendali," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko.

Onny mengatakan, saat ini Bank Mandiri sudah memberikan informasi resmi ke masyarakat mengenai gangguan sistem pembayaran itu. Apabila nasabah menemukan kejanggalan pada saldo rekening atau mengalami gangguan saat bertransaksi, nasabah harus segera konfirmasi ke bank terkait.

Jika ada sengketa, bank sudah memiliki prosedur penyelesaiannya. "Itu perlu agar nasabah mendapatkan kepastian dan ketenangan serta keamanan asetnya," ujar dia.

Menurut dia, bisnis sistem pembayaran yang melibatkan banyak nasabah harus memiliki ketahanan sistem operasi dan terus memperkuat rencana cadangan untuk mendukung bisnis. Dengan begitu perbankan dapat sigap dan cepat untuk menjaga kualitas dan kontinuitas operasinya dalam situasi dan kondisi apa pun.

"Hemat saya, masalah itu segera teratasi. Mengingat bank telah melakukan komunikasi kepada masyarakat," ujar dia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR