KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Komnas Perempuan anggap Vina Garut korban perdagangan orang

Ilustrasi: Korban tindak pidana perdagangan orang mesti dibebaskan dan dilindungi.
Ilustrasi: Korban tindak pidana perdagangan orang mesti dibebaskan dan dilindungi. | Salni Setyadi /Beritagar.id

Anggota Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Thaufiek Zulbahar,i menilai V—yang tampil dalam adegan-adegan video porno Vina Garut— merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Menurutnya, perempuan berusia 19 tahun ini tidak tepat jika dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-undang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Ia menjelaskan, sejumlah unsur TPPO dalam perkara ini sudah terpenuhi. Thaufiek menandaskan; terdapat proses V diajak, dibawa, kemudian dieksploitasi. Bahkan V, tambahnya, berada di dalam posisi rentan dan di bawah kekuasaan AK --mantan suaminya.

"Unsur ketiga, tujuannya sudah jelas. Kita sudah tahu pemanfaatan organ tubuh seksual yang dari korban untuk pelaku mendapatkan keuntungan," ujar Thaufiek, Kamis (22/8/2019).

Dia menerangkan, pasal 18 UU TPPO berbunyi "Korban yang melakukan tindak pidana karena dipaksa oleh pelaku tindak pidana perdagangan orang, tidak dipidana."

"Kalau dia korban TPPO, maka pidana dalam UU Pornografi dan UU ITE tidak boleh dijatuhkan kepada korban TPPO," tandasnya.

Komnas Perempuan, tegasnya, akan melakukan pemantauan ke lapangan dan menemui keluarga untuk menggali fakta-fakta yang bisa dijadikan pembelaan kepada V.

Viral di Twitter

Kasus video porno berjudul Vina Garut menjadi perbincangan di kalangan masyarakat lantaran viral di media sosial. Kepolisian Resor (Polres) Garut mulai menggelar penyelidikan pada (13/8) menyusul viralnya video itu di Twitter.

Tak perlu waktu lama, Polres Garut mengungkap para pemeran video porno amatiran tersebut. Pada Rabu, (14/8) polisi menggiring V ke Mapolres Garut untuk diperiksa penyidik. Selain V, polisi menetapkan dua lelaki A (30) dan B (41) pemeran video Vina Garut lainnya sebagai tersangka.

Pelaku berinisial A (30) yang merupakan mantan suami V tak ditahan lantaran sedang menderita sakit parah.

Terkait pelaku penyebaran video porno dirinya dengan sejumlah lelaki yang viral itu, V mengaku sama sekali tak mengetahuinya. Yang ia tahu, semua video itu berada di ponsel milik mantan suaminya yang kini sakit parah.

"Setiap adegan (hubungan suami isteri) yang saya lakukan pasti ada dalam ponsel milik mantan suami saya karena ia selalu merekamnya. Namun kalau yang menyebarkan video itu, saya benar-benar tak mengetahuinya bahkan saya sendiri sama sekali tak menyangka akan menyebar seperti ini," ungkapnya.

V mengaku diminta suaminya melakukan adegan itu dengan alasan untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Permintaan itu disampaikan A dengan alasan agar ia tak berhubungan dengan perempuan lain.

Lantaran takut ditinggalkan, V pun menuruti keinginan suaminya. Apalagi V sudah tak tinggal dengan orang tuanya. Namun V tak terlalu ingat kapan ia pertama kali melakukan hubungan badan beramai-ramai.

Dia hanya mengingat melakukan itu pada 2017 atau 2018. Secara batin, V mengaku tak nyaman, apalagi menjadi tontonan beberapa orang. Namun ia harus bisa menikmati agar tak dimarahi suaminya.

"Jadi kepaksa seperti menikmati. Sebenarnya enggak nyaman cuma mau gimana lagi," ucapnya.

Setelah menetapkan tiga tersangka, polisi juga masih memburu dua tersangka lainnya yang diduga kabur ke daerah Jakarta.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR