DINASTI POLITIK

Langkah politik Gibran di Solo dan Bobby di Medan

Presiden Joko Widodo (kiri) menggandeng cucu Jan Ethes (kedu kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kanan), putra mereka Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan istri Selvi Ananda (kedua kanan), putri Kahiyang Ayu (tengah) bersama suami Bobby Nasution serta cucu Sedah Mirah berjalan di kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2018).
Presiden Joko Widodo (kiri) menggandeng cucu Jan Ethes (kedu kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kanan), putra mereka Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan istri Selvi Ananda (kedua kanan), putri Kahiyang Ayu (tengah) bersama suami Bobby Nasution serta cucu Sedah Mirah berjalan di kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2018). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Tokoh politik membangun dinasti politik sepertinya menjadi sebuah keniscayaan. Sudah banyak contohnya. Terbaru, keluarga Presiden RI, Joko "Jokowi" Widodo, sepertinya meretas jalan ke arah sana.

Setidaknya sudah dua anggota keluarga inti Jokowi yang mulai mengambil langkah ke dunia politik. Putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantu lelakinya, Bobby Afif Nasution.

Gibran (31) adalah seorang pengusaha kuliner yang bisa dibilang sukses. Beberapa kali ia menyatakan belum tertarik untuk masuk dunia politik, mengikuti jejak ayahnya.

Pada Juli lalu, survei bakal calon (balon) wali kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang dilakukan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jawa Tengah, menempatkannya sebagai tokoh paling populer. Ia mengalahkan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, dan adik kandungnya, Kaesang Pengarep.

Saat hasil survei itu beredar, Gibran menyatakan dirinya masih fokus mengurusi bisnis. Dalam wawancara dengan Kompas TV, setengah bergurau ia menyatakan, "Silakan kabari saya kalau pendaftaran sudah dibuka."

Sedangkan Jokowi menyatakan tidak akan melarang anak-anaknya untuk terjun ke dunia politik atau berusaha apapun. "Kita demokratis, apapun jabatannya harus bertanggung jawab," tegasnya menanggapi hasil survei itu.

Namun belakangan, candaan Gibran berubah menjadi serius. Ia mulai melangkah untuk mengikuti kontestasi politik di Solo.

Suami dari Selvi Ananda itupun kini tampak sibuk bersiap untuk mengikuti pemilihan wali kota (Pilwalkot) Solo, kota kelahirannya. Pada Rabu (18/9/2019), Gibran menemui Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (h/t Tribunnews.com)

Menurut Rudy--sapaan akrab sang wali kota--Gibran bertanya soal mekanisme pencalonan sebagai bakal calon wali kota di PDIP Solo. Pendaftaran balon walkot Solo dari PDIP dibuka sejak Senin (16/9) dan ditutup pada 15 Oktober 2019.

Namun tampaknya Gibran akan sulit masuk ke arena Pilwalkot Solo berseragam PDIP. Partai banteng itu punya peraturan untuk mendahulukan kader mereka. Gibran bukan kader dan PDIP sepertinya telah mantap mengusung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Waktu masih panjang dan masih banyak kendaraan lain. Gerindra, misalnya. Pengurus cabang Kota Solo dari partai yang diketuai Prabowo Subianto--lawan yang dikalahkan Jokowi pada Pilpres 2019--menyatakan ketertarikan untuk mengusung Gibran ke kursi Solo-1.

Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kurwinarno, bahkan menyatakan telah menghubungi langsung Gibran via telepon untuk menanyakan kesediaannya menjadi balon walkot dari partai itu.

"Gibran hanya ketawa. Jadi, jawaban belum jelas," kata Ardianto. Ia menambahkan, DPC Solo memang masih menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah soal balon yang diusung. Tapi, kalau arahan itu tak datang, Ardianto siap memilih calon sendiri.

Kalaupun Gibran menerima pinangan Gerindra, mereka mesti berkoalisi dengan partai lain. Gerindra hanya punya tiga kursi di DPRD Solo, sementara butuh minimal sembilan kursi untuk bisa mengusung calon wali kota dan wakil wali kota.

Menuju Medan-1

Bagaimana dengan Bobby?

Suami dari anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu, itu tengah bersiap mengikuti pilwalkot di Medan, Sumatra Utara. Bobby memang berasal dari daerah tersebut.

Dalam survei Pilwalkot Medan 2020 terhadap 1.225 warga Kota Medan yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM) pada 9-17 September 2019, nama Bobby menempati urutan ketiga (H/T Bisnis.com). Dia hanya kalah dari purnawirawan polisi, Maruli Siahaan, dan petahana Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Belum diketahui partai apa yang bakal menjadi kendaraan lelaki berusia 28 tahun itu dalam Pilwalkot Medan 2020. Namun ia dikabarkan telah sowan ke beberapa partai politik.

Pada Senin (16/9), dikabarkan CNN Indonesia, Bobby berkunjung ke kantor DPD Partai Golkar Sumut. Ia bertemu dengan para petinggi DPD Partai Golkar Sumut, termasuk plt Ketua DPD, Ahmad Doli Kurnia.

"Komunikasi ini bukan yang pertama kalinya ya. Jadi tujuannya hari ini sharing visi dan misi untuk maju sebagai wali kota Medan dalam Pilkada 2020," kata Bobby, yang berprofesi sebagai pengusaha, usai pertemuan itu.

Dia juga dikabarkan telah bertemu dengan pengurus Partai NasDem Medan dan sempat mengambil formulir pendaftaran balon walkot Medan dari kantor PDIP.

Perjalanan politik Gibran dan Bobby masih panjang. Usia merekapun terbilang muda. Akan tetapi, tumbuhnya benih dinasti politik baru di Nusantara jelas mulai terasa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR