KRIMINALITAS

Polda Jabar selidiki insiden polisi terbakar di Cianjur

Keluarga seorang anggota polisi korban terbakar Bripda F.A  Simbolon di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Kamis (15/8/2019) sore.
Keluarga seorang anggota polisi korban terbakar Bripda F.A Simbolon di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Kamis (15/8/2019) sore. | DPC Sahabat Polisi Cianjur

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) membentuk tim gabungan bersama Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk mengusut aksi unjuk rasa di Kabupaten Cianjur yang berakhir ricuh dan mengakibatkan empat anggota polisi terbakar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Karo Penmas DivHumas Mabes Polri) Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan, telah dibentuk tim gabungan dari Polda Jabar dan Polres Cianjur untuk menggelar penyelidikan.

Hingga kini, sebut Dedi, setidaknya 30 orang peserta unjuk rasa diamankan jajaran Polres Cianjur. "Mereka dari beberapa elemen, dari GMNI, PMII, HMI, Himmat, IMM, DPP. Sudah 30 orang diamankan," sebut Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dedi menjelaskan, akibat insiden tersebut empat anggota polisi mengalami luka cukup serius. Satu di antaranya Aiptu Erwin menderita luka bakar hingga 60 persen.

"Saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dari hasil observasi kondisi masih dalam pemulihan, pagi ini dirujuk lagi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina," terangnya.

Peristiwa bermula saat OKP Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 50 orang. OKP Cipayung Plus terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa antara lain DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF dan lainnya.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur, Kamis (15/8) siang. Para pengunjuk rasa memblokade ruas jalan Siliwangi di depan gerbang kantor bupati. Selain berorasi, massa juga sempat membakar ban.

Sejumlah petugas berusaha memadamkan kobaran api dari ban yang dibakar, namun tiba-tiba ada yang melempar plastik berisi cairan diduga bensin sehingga memicu api semakin membesar.

Empat orang anggota polisi disambar api dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang Cianjur. Dua anggota polisi masih dirawat, yakni Bripda Yudi Muslim (personel Satuan Sabhara Polres Cianjur), dan Bripda F A Simbolon (personel Satuan Sabhara Polres Cianjur). Sedangkan Bripda Anif sudah dipulangkan ke rumahnya.

Sementara Aiptu Erwin (anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojong Herang Polres Kota Cianjur) yang mengalami luka bakar hingga 60 persen dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina di Jakarta Selatan.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Sahabat Polisi Kabupaten Cianjur, Danil Mustafa menyayangkan adanya aksi pelemparan bensin, ke arah polisi yang berusaha mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.

"Sahabat Polisi DPC Cianjur mengecam keras kejadian pelemparan botol berisi bensin ke arah anggota kepolisian yang sedang berusaha memadamkan ban yang dibakar sehingga api menyambar ke beberapa petugas kepolisian," tegas Danil kepada Beritagar.id, (16/8).

Kapolres diminta mundur

Komisi Nasional Kepolisian (Kompolnas) meminta Kepala Kepolisian Resor Cianjur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Soliyah mengundurkan diri dari jabatannya lantaran tidak mampu menjaga unjuk rasa rasa berjalan tertib dan aman.

Komisioner Kompolnas Andre H Pulungan menegaskan, akibat unjuk rasa yang berakhir ricuh dan mengakibatkan tiga anggota polisi mengalami luka bakar mesti dipertanggung jawabkan para pimpinan.

"Sebagai pertanggungjawaban moral sebaiknya Kapolres mengundurkan diri," tegas Andre.

Menurutnya, Polda Jabar dan Mabes Polri harus segera turun tangan. "Empat pucuk pimpinan Polres Cianjur, yakni Kapolres, Kabagops, Kasat Sabhara, dan Kasat Intelnya segera dimintai pertanggungjawaban."

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, peserta unjuk rasa, termasuk penanggung jawab aksi unjuk rasa.

Alat bukti yang terkumpul, sebut Trunoyudo, sementara sudah diamankan ban bekas terbakar, baju anggota polri yang terbakar, serta kondisi korban. Dia menambahkan, kasus tersebut ditangani Polres Cianjur dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar.

Untuk sementara, polisi telah menetapkan satu tersangka, yakni RS (19) mahasiswa Universitas Surya Kencana. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa Satreskrim Polres Cianjur dan Ditreskrimum Polda Jabar.

"Yang bersangkutan elemen GMNI Cipayung Plus atas nama RS, oknum mahasiswa Universitas Surya Kencana Cianjur," ujar Trunoyudo, (16/8).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR