KEBIJAKAN PEMERINTAH

TNI jelaskan jabatan baru perwira tinggi yang dijanjikan Jokowi

Prajurit TNI mengikuti upacara peringatan HUT TNI ke-74 yang dipusatkan di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (5/10/2019).
Prajurit TNI mengikuti upacara peringatan HUT TNI ke-74 yang dipusatkan di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (5/10/2019). | Rahmad /Antara Foto

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Kapuspen TNI) Mayor Jenderal Sisriadi menjelaskan soal janji Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang akan memberikan 450 jabatan baru untuk kolonel dan 300 jabatan baru untuk perwira tinggi. Para perwira itu akan mengisi jabatan di satuan baru.

Satuan baru tersebut jelas Sisriadi, merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI dan Perpres Nomor 62 tahun 2016 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010.

"Yang disampaikan Presiden (kemarin) itu bukan langkah yang akan, tapi yang sudah dilakukan oleh pemerintah," kata Sisriadi kepada detikcom, Minggu (6/10/2019).

Perpres tersebut tegas Sisriadi, terkait peresmian satuan-satuan baru di TNI.
"Itu terkait peresmian satuan-satuan baru yang sudah diamanatkan oleh Perpres 10 tahun 2010 dan Perpres 62 tahun 2016," tandasnya.

Dalam pidato upacara peringatan HUT ke-74 TNI di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10) pagi, Jokowi mengatakan pemerintah saat ini telah menambah jabatan baru untuk para perwira tinggi TNI hingga 60 unit untuk mengoptimalkan peran prajurit.

Tak hanya itu, Jokowi juga menyebut sudah menyiapkan ratusan jabatan baru untuk perwira TNI berpangkat kolonel. Selain itu, ada ratusan jabatan baru juga untuk para perwira tinggi.

"Pemerintah saat ini tengah mengharmonisasi rancangan peraturan presiden tentang organisasi TNI yang akan menambah lebih dari 450 posisi baru untuk perwira berpangkat kolonel dan 300 lebih posisi baru untuk perwira tinggi TNI," ungkap Jokowi.

Korem dipimpin Brigjen

Satuan-satuan baru yang diatur dalam Perpres Nomor 62 tahun 2016 tersebut di antaranya satu Koarmada, satu Koops AU, satu Divisi Infranteri baru, pembentukan tiga Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dan satuan lainnya.

Selain itu, sebut Sisriadi, beberapa Komando Resimen Militer (Korem) juga akan dipimpin oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI--perwira tinggi berpangkat bintang satu.

"Dengan adanya organisasi baru tersebut, dengan sendirinya bertambah jabatan Kolonel dan Pati. Selain itu, ada peningkatan beberapa Korem yang semula dijabat Kolonel menjadi Brigjen yang dengan sendirinya juga akan menambah jabatan Kolonel," papar Sisriadi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, ada sekitar 21 Danrem (Komandan Korem) yang pangkatnya otomatis naik dari kolonel menjadi brigjen, sementara banyak yang sebelumnya letnan kolonel menjadi kolonel.

Begitu juga dengan asisten Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Inspektorat Kostrad yang semula bintang satu naik menjadi bintang dua.

"Organisasi ini dipimpin bintang tiga, wakilnya bintang dua, ada asistennya enam orang, bintang satu. Otomatis ini menarik kolonel yang di bawah dan ini baru Angkatan Darat,” ujar Hadi Selasa (29/1).

Selain itu, juga akan ada penambahan ruang untuk TNI Angkatan Laut (AL), seperti halnya Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) sebanyak 88 perwira. Sehingga, jika ditotal, kemungkinan akan ada 160 kolonel di bawahnya naik pangkat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR